<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992</id><updated>2012-02-16T17:04:39.259+07:00</updated><category term='puisi'/><category term='pengelana'/><category term='kurnia'/><title type='text'>Kurn kurnia</title><subtitle type='html'>Life is a celebration of infinite possibilities!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2858438854426559882</id><published>2011-01-24T09:40:00.000+07:00</published><updated>2011-01-24T09:40:23.949+07:00</updated><title type='text'>Andri</title><content type='html'>Andri, anak kelas 4 sebuah sekolah dasar swasta yang cukup bergengsi di Jakarta. Saya kebetulan mengenalnya bertahun-tahun lalu ketika saya masih kuliah. Waktu itu, untuk mencari tambahan biaya kuliah, saya menemaninya belajar tiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang ke rumah Andri setiap sore, sekitar jam 6. Saya menghabiskan waktu dengannya sampai dengan jam 10 malam, tapi bila ada ujian esok harinya, saya bisa bersamanya sampai tengah malam. Sejatinya saya hanya menemaninya belajar. Apa itu belajar? biasanya waktu belajar bersama saya dihabiskan dengan mengerjakan pekerjaan rumah, MENGHAPAL tanggal-tanggal, MENGHAPAL nama-nama, MENGHAPAL ayat-ayat alkitab, MENGHAPAL dan terus menghapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Andri membelikan banyak buku tambahan untuk belajar. Buku tanya jawab, plus kunci jawabannya untuk saya tentu saja. Buku tambahan ini disiapkan oleh pihak sekolah, dan disampul bukunya dikatakan telah disesuaikan dengan kurikulum yang terbaru. Kurikulum yang memuat banyak sekali bahan-bahan baru untuk DIHAPAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mempunyai akun twitter, jenis dan contoh pertanyaan Andri bisa dilihat dalam &lt;i&gt;timeline &lt;/i&gt;@soalBOWBOW, pada saat&amp;nbsp;saya menulis ini, saya sudah menjawab banyak sekali soal-soal tersebut dan selalu mengingat Andri tiap kali menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terburuk adalah bila besok ada ulangan. Dan akan lebih buruk bila hasil ulangan Andri kurang dari 60. Seringkali saya datang dan disambut dengan wajah murungnya, dan biru-biru di sekujur tangannya! Mama Andri selalu merasa tertekan dan akan langsung menambah jam belajar Andri dengan MENGULANG soal-soal yang diberikan saat ujian. Mama Andri bukan orang penyabar, darah tingginya akan langsung kumat, dan Andri akan menjadi korban cubitannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan pertama, saya seringkali merasa sangat bersalah karena tidak berhasil membuat Andri lebih pintar MENGHAPAL. Mama Andri selalu mengingatkan saya bahwa saya bertugas untuk membantu Andri berhasil dalam sekolahnya. Beberapa kali saya ingin untuk berhenti saja, tetapi pada akhirnya saya teruskan karena tidak tega dan merasa kasihan pada Andri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya saat itu saya memang butuh uang, tetapi saya dapat dengan mudah mencari pengganti Andri. Banyak sekali orang tua yang khawatir anaknya tertinggal pelajaran dan gagal dalam sekolah. Bahkan saya tidak pernah beriklan untuk jasa menemani belajar tersebut. Saat itu saya menemani belajar beberapa murid sekolah dasar secara privat, artinya saya datang ke rumah mereka sepulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid saya, yang semuanya bersekolah di sekolah swasta yang punya nama, rata-rata memiliki jadwal kegiatan sehari-hari yang sama. Pulang sekolah sore hari, istirahat sebentar, lalu dilanjutkan dengan 1-2 jam untuk mengerjakan PR, lalu 1-2 jam untuk menghapal bila esok ada ulangan, mereka rata-rata selesai dengan urusan sekolah ini tiap jam 10 malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu dihabiskan dengan kegiatan ekstra-kurikuler, basket, atau renang, atau drama sekolah, atau balet dan kursus bahasa Inggris + kursus KUMON + kursus bahasa Mandarin. Hanya di hari minggu mereka bisa terbebas dari kegiatan sekolah (walau seringkali saya datang di hari minggu malam untuk menemani belajar bila seninnya ada ulangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang salah? tak tahulah. Saya tak berminat untuk mencari siapa yang salah dari carut marut sistem pendidikan kita. Pendidikan yang menekankan bahwa penguasaan pengetahuan adalah sama dengan MENGHAPAL. Pendidikan yang memiliki standar kenaikan kelas dengan mengukur berapa banyak yang berhasil diserap (baca: DIHAPAL) oleh anak didik dalam kurun waktu satu tahun pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sangat berminat untuk mencari cara untuk menelikung semuanya. Bila kita kalah dalam melawan sistem ini, kita harus ubah aturan mainnya. Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 24 November 2010&lt;br /&gt;*Andri tentu saja bukan nama sebenarnya, bertahun-tahun saya tak mendengar kabarnya lagi, semoga dia baik-baik saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2858438854426559882?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2858438854426559882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2011/01/andri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2858438854426559882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2858438854426559882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2011/01/andri.html' title='Andri'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7419890999510774161</id><published>2010-11-09T23:01:00.000+07:00</published><updated>2010-11-09T23:01:38.021+07:00</updated><title type='text'>tentang Pengetahuan</title><content type='html'>Anda pernah dengar teori BigBang? Kemungkinan besar anda pernah mendengar walau tak sepenuhnya mengerti. Tak mengapa, karena para ahli yang mengajukan teori ini dan sepasukan astronomer dan fisikawan teori yang terus mempelajarinya juga tak sepenuhnya mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori BigBang diajukan berdasarkan pengamatan Edwin Hubble, seorang astronomer yang sehari-hari mengamati bintang-bintang dan galaksi-galaksi yang jauh. Hubble mengamati galaksi2 yang sama setiap malam, dan mencatat spektrum cahaya yang diterima di bumi. Berdasarkan spektrum cahaya tersebut, ia dapat memperkirakan waktu tempuh cahaya dari galaksi tersebut ke bumi. Karena kecepatan cahaya adalah konstan, maka ia dapat memprediksi jarak galaksi tersebut. Dari pengamatannya, dia mencatat pola yang aneh, yang belum pernah diketahui oleh umat manusia lainnya. Galaksi-galaksi yang jauh tersebut hampir seluruhnya bergerak manjauhi bumi, semakin jauh galaksi tersebut semakin cepat pula kecepatannya menjauhi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa galaksi-galaksi tersebut bergerak menjauh? untuk menjawab pertanyaan inilah, para ahli merumuskan hipotesa bahwasanya pada suatu ketika di masa lampau, galaksi-galaksi tersebut memulai perjalanannya dari satu titik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari titik nol tersebut, Einstein menyebutnya titik Singularitas, semesta meledak. Energi yang terlontar dari titik tersebut tak terbayangkan besarnya, dan seiring dengan turunnya suhu karena ekspansi, energi tersebut berubah menjadi materi. Dalam ekspansi semesta ini terdapat perbedaan suhu dibeberapa tempat, maka terjadi perbedaan pusat gravitasi, dan mulailah materi-materi tersebut tertarik ke titik-titik dengan gravitasi yang lebih besar. Tumbukkan materi-materi yang tertarik tersebut memulai fusi nuklir dan semesta mulai menyala. Dimulailah kisah hidup bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan para ahli, mereka sepakat bahwa titik nol tersebut dimulai sekitar 13.7 milyar tahun silam. Bandingkan dengan umur bumi yang 'baru' sekitar 4.5 milyar tahun. Dan bandingkan dengan umur nenek moyang manusia ketika berpisah nasib dengan simpanse sekitar 5 juta tahun lalu, dan homo sapiens sebagai 'bentuk' yang lebih mirip manusia baru muncul sekitar 250,000 tahun lalu. Catatan pengetahuan kita tentang peradaban-peradaban tertua di dunia yang peninggalannya dapat kita saksikan sekarang seperti peradaban Mesir Kuno, Mohenjo Daro di lembah Sungai Indus, peradaban Amerika Selatan, Mesopotamia, Cina kuno baru ada sekitar 5000 tahun lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan kita tentang realitas semesta ini telah dicoba untuk disatukan ke dalam satu teori yang padu. Einstein telah mencobanya, dan dia gagal. Kini Stephen Hawking mencoba memberikan hipotesa baru, suatu teori yang mencoba menyatukan seluruh fenomena di alam semesta, ruang-waktu, gravitasi, dll dll. Dalam teori yang sangat sukar dipahami ini, semesta memiliki 11 dimensi. Ya, kita hidup dalam semesta dengan 11 dimensi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hipotesa Hawking akan mampu bertahan dari gempuran hasil observasi para ilmuwan? kita masih harus menunggu validasi sebagian dari prediksi-prediksi yang terkandung dalam hipotesa Hawking ini, karena alat yang dipakai para ilmuwan untuk menabrakkan atom tak bisa beroperasi maksimal. Alat ini adalah CERN, sebuah mesin monster milik negara-negara Eropa yang besarnya mengelilingi kota Genewa, Swiss. Di mesin ini, atom-atom ditembak sampai dengan nyaris secepat cahaya dan ditumbukkan satu sama lain. Atom tersebut tak akan mampu bertahan dan kolaps. Kejadiannya sangat cepat, sehingga para periset tak bisa mengikutinya secara langsung, seperti siaran langsung di televisi. Para periset mengandalkan rekam jejak dari kejadian tersebut untuk mengumpulkan data. Salah satu percobaan yang kini tengah digarap adalah untuk menvalidasi prediksi Hawking bahwa &lt;i&gt;blackhole &lt;/i&gt;tidak melulu menarik segala materi tetapi juga memancarkan sub-partikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah titik nol itu? apa yang terjadi sebelum BigBang? mengapa terjadi BigBang? secara teori, sebelum BigBang tak ada ruang dan waktu. Ruang dan waktu dimulai saat BigBang. Dapatkah anda membayangkan keadaan dimana Ruang dan Waktu tidak ada? Bahkan gambaran kita tentang Surga dan Neraka melibatkan konsepsi tentang Ruang dan Waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan pengetahuan yang kita miliki saat ini masih berupa coret-coretan tak berbentuk, hubungan antara materi dan energi telah kita kuak. Peran gravitasi dalam ruang dan waktu juga semakin jelas, tapi masih banyak hal yang belum dapat kita terangkan. Bahkan data-data yang kini kita miliki pun belum dapat kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita menerangkan hubungan antara materi/energi dengan kesadaran kita sebagai manusia? Pengetahuan kita tentang unsur dasar makhluk hidup berbasis karbon telah sangat maju bila dibandingkan dengan keadaan 10 tahun lalu misalnya. Kita memang tahu bahwa manusia dan makhluk hidup lainnya berkembang menurut cetakan DNA-nya. Kita bahkan telah memetakan seluruh genome manusia. Dengan teknologi yang kita miliki saat ini, kita dapat memetakan seluruh genome makhluk hidup di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan pengetahuan ini akan kita nikmati di masa mendatang. Kemungkinan yang dapat kita petik dari pengetahuan tentang genome ini seakan tak berbatas. Kita dimungkinkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kita, kualitas fisik kita, meniadakan penyakit-penyakit yang diturunkan secara genetis. Kita bahkan dapat menganalisa virus dan bakteri penyebab penyakit dan mengalahkan mereka dengan mencari kelemahan dalam struktur genome mereka. Sangat mungkin kita akan dapat mengalahkan virus. Ini adalah kemenangan terbesar manusia dalam perang melawan virus, mengingat untuk virus flu biasa saja kita tak memiliki obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetap tersisa pertanyaan-pertanyaan bagi umat manusia. Bagaimanakan hubungan kesadaran dengan badan materi manusia? Mungkin kita masih akan mengandalkan jawaban tradisional dari para filsuf dan agama untuk pertanyaan ini untuk sementara waktu. Tapi di masa mendatang? siapa yang tahu masa mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 6 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7419890999510774161?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7419890999510774161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/11/tentang-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7419890999510774161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7419890999510774161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/11/tentang-pengetahuan.html' title='tentang Pengetahuan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1558590156832875182</id><published>2010-11-09T22:51:00.000+07:00</published><updated>2010-11-09T22:51:18.840+07:00</updated><title type='text'>Matinya Filsafat Kita</title><content type='html'>"Filosofi sudah mati!" begitu kata Stephen Hawking. Astronom dan fisikawan teori yang mewarisi nama besar Sir Isaac Newton dan Albert Einstein. Buku terbarunya telah terbit, The Grand Design, juga telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawking mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan berabad-abad silam. Pertanyaan-pertanyaan yang secara tradisional menjadi bahan pemikiran, perenungan dan perdebatan para filsuf seperti bagaimana cara kita dapat mengerti dunia tempat kita terlahir kini, bagaimana dunia kita sesungguhnya bekerja, apakah realitas itu, darimana semesta termasuk kita di dalamnya berasal, apakah semesta memerlukan pencipta untuk eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para filsuf telah membolak-balik pertanyaan yang sama sejak hampir 5000 tahun silam. Berdasarkan rekam jejak sejarah, para brahmin di India telah mulai mempertanyakan tujuan kita hidup sejak 2000 tahun sebelum masehi. Semua teori dan kemungkinan telah dijabarkan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi manusia tak bisa lepas dari cara pandang yang dihasilkan oleh pengamatannya terhadap dunia dan sekitarnya. Takkala mereka memandang langit, jauh sebelum langit terpolusi oleh cahaya listrik dan asap yang kita hasilkan kini, mereka takjub melihat bintang-bintang menggantung. Setelah beberapa saat, mereka menyadari bahwa posisi bintang-bintang itu tidak sama sepanjang malam, mereka bergerak! Beberapa dari nenek moyang manusia ini mulai membuat catatan, dan mulai menemukan suatu pola pergerakan bintang-bintang di langit. Peta langit pertama yang hanya diamati oleh manusia dengan mata telanjang pun tercipta, berabad-abad sebelum teleskop sederhana pertama digunakan sebagai alat bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan bintang yang kita amati dari bumi memberikan sensasi bahwa mereka bergerak mengelilingi bumi. Para pelaut dan pengembara di gurun-gurun menggunakan pengetahuan tentang posisi bintang ini sebagai penanda arah, sangat berguna agar tidak tersesat di tengah-tengah samudera atau padang gurun yang luas. Sebagian dari nenek moyang kita mulai menghubungkan kejadian-kejadian penting disekitar mereka dengan posisi bintang-bintang di langit. Lahirlah Astrologi, yang hingga kini ramalannya masih selalu ditunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia juga mulai mempertanyakan mengapa mereka lahir ke dunia ini. Sangat sulit untuk menerima bahwasanya kita lahir dan kemudian mati tanpa sebab. Manusia mencari jawabannya ke dalam diri maupun ke luar diri. Dan terus mencari hubungan di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, saya dan anda, sangat beruntung hidup di awal abad 21 ini. Perang besar yang terakhir kita rasakan sebagai umat manusia adalah Perang Dingin antara Amerika Serikat VS Uni Sovyet yang berakhir di akhir abad 20 dengan kebangkrutan Uni Sovyet. Dengan ketiadaan perang ini, umat manusia memiliki waktu luang untuk mencurahkan perhatiannya pada hal-hal yang menggelitik keingintahuan kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga riset, universitas, dan sekumpulan elit periset dan ilmuwan dunia kini memiliki waktu dan kesempatan untuk menjelajahi bidang ilmu mereka sampai batas yang paling jauh. Keadaan damai ini pula memungkinkan kemajuan teknologi berkembang sangat pesat, kemajuan yang belum pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan. Memang kemajuan ini sangat timpang, informasi dan penyebaran manfaat dari kemajuan ini selalu mengakibatkan gegar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki handphone pertama saya waktu kuliah, Nokia 5500 kalau tidak salah. Handphone sejuta umat dengan layar hitam putih dan saat itu berukuran relatif kecil. Dalam waktu hanya 8 tahun, kini saya menggunakan Blackberry bold dengan layar lebar penuh warna dan kemampuan mengakses internet. Anda bisa bayangkan bila kita sekarang memperkenalkan handphone ini ke sebuah suku di pedalaman Irian Jaya yang bahkan belum mengenal listrik. Apakah anda bisa memprediksi gegar budaya dalam suku tersebut? Sayangnya ketimpangan ini akan semakin lebar di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawking adalah sedikit ilmuwan yang selalu berupaya untuk mengkomunikasikan apa yang telah dicapai oleh para ahli, khususnya di bidang keilmuwannya yakni astrologi dan fisika, kepada khalayak ramai. Dia telah menerbitkan beberapa buku, di antaranya The Brief History of Time. Dalam buku ini dia menjabarkan betapa pandangan kita terhadap ruang-waktu berubah. Einstein memperkenalkan suatu ruang-waktu yang lain dari yang kita biasa kita pahami. Ruang dan waktu yang relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bahkan pada jaman Einstein hidup. Teknologi yang dimiliki umat manusia tidak bisa digunakan untuk melakukan percobaan-percobaan untuk membuktikan prediksi-prediksi yang terkandung dalam teori-teorinya. Bahkan prediksi dalam persamaan Einstein bahwasanya materi dengan massa yang sangat besar mampu membelokkan cahaya, tidak dapat dibuktikan pada saat Einstein masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sesudah Einstein, kemajuan teknologi memberikan manusia alat tambahan untuk mengamati semesta, baik makro-kosmos maupun mikro-kosmos. Revolusi komputer juga memungkinkan kita memiliki mesin yang cukup punya daya untuk memproses data-data yang sangat besar yang kita kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop Hubble diluncurkan ke ruang angkasa untuk mengintip alam semesta. Dari gambar-gambar yang dikirimkan ke bumi, para periset mempunyai data-data yang tak pernah dilihat umat manusia sebelumnya. Kita kini bisa melihat bintang yang bertabrakan, bintang yang sedang sekarat, galaksi yang bertabrakan, galaksi muda yang masih dalam pembentukan. Kita bisa mengintip pusat galaksi kita, &lt;i&gt;milky way &lt;/i&gt;aka bima sakti, dan mengamati &lt;i&gt;blackhole&lt;/i&gt; yang menjadi jangkar rotasi galaksi kita. Kita juga memiliki teleskop gelombang radio, bahkan NASA telah mengirimkan misi ke planet Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hasil pengamatan yang tak pernah bisa dirasakan oleh para filsuf jaman lampau. Hawking dapat dengan aman mengatakan bahwa filsafat sudah mati, karena pertanyaan-pertanyaan dan spekulasi mereka terbatas pada kemampuan pengamatan mereka pada jamannya. Tapi Hawking juga menghidupkan kembali gairah keingintahuan manusia, dan mungkin para filsuf modern akan lahir. Akankah Indonesia melahirkan filsuf-filsuf yang mampu menjawab tantangan Hawking? mudah-mudahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 6 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1558590156832875182?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1558590156832875182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/11/matinya-filsafat-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1558590156832875182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1558590156832875182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/11/matinya-filsafat-kita.html' title='Matinya Filsafat Kita'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6764014483388050941</id><published>2010-10-03T12:34:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T12:34:17.655+07:00</updated><title type='text'>Visions</title><content type='html'>Profesor Michio Kaku menggambarkan kemajuan ilmu pengetahuan di abad 21 kini dan mencoba memberi gambaran arah perkembangan ilmu dan teknologi di jaman mendatang. Dalam "Visions" buku yang dia tulis setelah menginterview 150 ahli dalam berbagai bidang termasuk para peraih nobel di bidang ilmu pengetahuan, Profesor Michio memberikan gambaran bahwa perkembangan ilmu dan teknologi akan berpusat pada 3 bidang utama, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkembangan di sekitar Revolusi Fisika Quantum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisika Quantum mempelajari berbagai hal diseputar energi, perubahan energi menjadi materi, perilaku energi dan materi, dan hal-hal yang berkaitan. Dengan kata lain, fisika quantum berupaya mempelajari unsur-unsur dasar penunjang eksistensi, energi dan materi. Dalam teknologi terapan, revolusi komputer saat ini merupakan implikasi dari perkembangan transistor dan laser yang memungkinkan peningkatan kemampuan komputer secara drastis, dan kemampuan mengangkut data secara cepat dengan kapasitas yang besar sehingga memungkinkan komputer membentuk network yang kita kenal dengan internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Revolusi Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kemampuan komputer demikian besar dan perkembangan kemampuan tersebut semakin cepat seolah memvalidasi Hukum Moore yang menyatakan bahwa kemampuan komputer akan berlipat dua dalam waktu 18 bulan. Tetapi perkembangan ini akan menemui hambatan pada saat kemampuan kita untuk "menjejalkan" transistor kedalam komputer terhalang oleh batasan fisik silikon. Kita perlu revolusi teknologi berdasarkan revolusi quantum untuk menghasilkan superkomputer baru. Dengan perkembangan biomolekuler, perkembangan komputer akan mengarah pada komputer dengan kemampuan intelejen (&lt;i&gt;artificial intellegent&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Revolusi Biomolekuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan riset biomolekuler sudah sampai taraf yang memungkinkan terjadinya akselerasi akumulasi pengetahuan. Berdasarkan pengetahuan ini, penerapan teknologi untuk kehidupan sehari-hari akan berjalan seiring. Saat ini, dengan kemampuan komputer dan robotik yang kita miliki, kita telah mampu mengurai dan memetakan seluruh genome manusia. Pengetahuan ini memang baru seperti peta buta, kita belum mempelajari dan mengetahui fungsi dari masing-masing genone tersebut. Tapi kita tahu bahwa genome adalah bangunan dasar semua makhluk hidup, dengan menguasai peta genome, di masa depan kita berpotensi untuk mengubah laju evolusi manusia dengan menambah kapasitas otak, atau menyembuhkan penyakit-penyakit genetis seperti kanker, dan beribu macam kemungkinan lainnya. Kita juga memiliki kemampuan untuk membongkar bangunan dasar virus-virus, bakteri-bakteri, dan semua mikroorganisme yang menyebabkan derita kemanusiaan seperti tbc, kolera, hiv, ebola, hepatitis, dan lain-lain. Dengan mengetahui bangunan dasar mereka, kita akan sanggup melakukan riset untuk mengalahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan di tiga bidang ini akan menjadi sumber utama kemakmuran suatu bangsa. Seperti juga ketika bangsa-bangsa yang menguasai teknologi mesin uap pada abad 18 berkembang menjadi para penguasa dunia. Saat ini, negara-negara maju (developed nation) telah mulai melakukan investasi besar-besaran untuk tidak ketinggalan dan memastikan mereka mendapatkan keuntungan maksimal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antara negara berkembang, rasanya baru China dan India yang secara sadar, dalam arti memiliki rencana dan strategi untuk ikut serta dalam revolusi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya bangsa Indonesia mulai memikirkan rencana jangka panjang agar tidak tertinggal dalam kemajuan ilmu dan pengetahuan ini. Dengan modal yang sekarang kita miliki, kita mampu setidaknya membangun kultur yang menumbuhkan penggalian ilmu dan teknologi. Strategi yang paling masuk akal untuk mengejar ketertinggalan kita adalah dengan membangun basis ilmuwan dan periset-periset Indonesia, mengirim mereka untuk belajar dari pusat-pusat ilmu pengetahuan dunia dan membangun basis industri untuk menopang dan mengeksploitasi ilmu yang telah dapat kita kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah untuk bicara memang. Setidaknya kita harapkan optimisme untuk mulai segera bergerak! Seperti kata Sun Tzu, tak ada negara besar yang menang perang dengan berlama-lama. Tetapi banyak negara kecil yang menang perang karena segera bertindak. Hayo Indonesia, majukan negara dan bangsamu, demi kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 3 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6764014483388050941?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6764014483388050941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/10/visions.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6764014483388050941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6764014483388050941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/10/visions.html' title='Visions'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8774054478213469485</id><published>2010-09-28T22:18:00.000+07:00</published><updated>2010-09-28T22:18:46.372+07:00</updated><title type='text'>Tentang Mati</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Waktu kecil saya tak pernah bertanya tentang mati. Ya, waktu itu nenek saya meninggal karena sakit, seingat saya dia menderita kencing manis. Saya dibangunkan pagi-pagi oleh ibu saya untuk menengok nenek saya di kamarnya. Saya kini sudah lupa apakah waktu saya masuk ke kamar nenek saya, dia sudah meninggal atau belum. Nenek Saya meninggal sesudah kakek buyut saya. samar-samar saja Saya mengingatnya, kini hanya berupa penggalan-penggalan ingatan tentang upacara kematian dan penguburannya. Saya masih kecil, belum masuk sekolah dasar mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah itu paman saya meninggal karena TBC. Dia mati muda, tak menikah dan tak meninggalkan banyak kenangan bagi saya. Saya hanya ingat dia pernah membuat kukus telur yang enak, dan dia pernah menggunduli kepalanya dan mengolesinya dengan mentega. Kepalanya terlihat bersinar dan menjadi bahan olok-olok ibu Saya. Setelah itu, rambutnya tumbuh subur! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Yang paling saya ingat adalah waktu ayah saya meninggal. Saya telah kuliah saat itu. Saya ingat bagaimana dia meninggal, mengingat upacara kematiannya, kremasinya dan detail-detail lainnya. Tapi entah mengapa saya tak pernah merasakan sedih yang mendalam karena kehilangan, perasaan saya mereka sedang melakukan perjalalan yang jauh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mati memang bukan topik untuk anda bicarakan di meja makan. Apalagi ketika anda makan bersama dengan calon mertua anda. Entah mengapa kita enggan. Mungkin karena kita diam-diam takut, atau mungkin kita sudah pasrah saja karena kematian itu pasti. Saya ingat suatu cerita tentang seorang penyair terkenal di dataran Tiongkok jaman dulu. Sang penyair begitu terkenal ke seluruh pelosok negeri, hingga suatu saat ia diundang oleh seorang bangsawan. Bangsawan ini menyiapkan jamuan mewah dan mengundang orang-orang terpandang ke rumahnya. Di tengah jamuan tersebut, sang bangsawan meminta sang penyair membuatkan suatu syair bagi kemakmuran dan kesejahteraan keluarganya. Sang penyair mengambil pena dan mulai menuliskan syair berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Kakek Mati, Ayah Mati, Anak Mati”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sang bangsawan marah bukan kepalang ketika sang penyair membacakan dan menyerahkan karyanya. Hadirin yang mendengarkan pun terkesima dan tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Dengan tenang sang penyair bertanya kepada sang bangsawan mengapa ia tak setuju dengan urutan yang paling alami tersebut. ”Bukankan bila anakmu mati sebelum kakeknya dan kau mati, kalian berdua akan patah hati?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kata Sutardji, kita menabung mati segobang-segobang. Mungkin. Tapi banyak di antara kita yang telah dan akan mendapatkan lotere. Tanpa sebab, tanpa kabar, tanpa tanda-tanda, kita meninggalkan semuanya di dunia ini. Kemana? Entahlah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bangkok, 28 September 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam mati kita ada cinta, hanya cinta, dan tak boleh ada air mata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8774054478213469485?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8774054478213469485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/09/tentang-mati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8774054478213469485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8774054478213469485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/09/tentang-mati.html' title='Tentang Mati'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7177254251425600839</id><published>2010-06-08T01:09:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T01:09:28.453+07:00</updated><title type='text'>(semoga bukan) Republik Dagelan!</title><content type='html'>Setelah terusik dengan pemberitaan Kompas.com tanggal 4 Juni 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/06/04/13295453/Anggodo.Menang..Bagaimana.Nasib.KPK."&gt;http://nasional.kompas.com/read/2010/06/04/13295453/Anggodo.Menang..Bagaimana.Nasib.KPK.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menelusuri perkembangan kasus "Cicak VS Buaya" yang seolah telah dilupakan. Kasus yang pada mulanya menghebohkan Indonesia ini lalu kemudian bergeser (atau sengaja diplesetkan) ke kasus Bank Century. Saya cari di YouTube tentang si tokoh Antagonis kasus Cicak VS Buasa ini, Susno Duadji. Satu jam lebih saya mengikuti perbincangan antara Susno Duadji dengan Andy F. Noya dalam acara Kick Andy di YouTube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=QW_cW5Bnj0c&amp;amp;feature=PlayList&amp;amp;p=F006875EDD79DEB7&amp;amp;playnext_from=PL&amp;amp;index=0&amp;amp;playnext=1"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=QW_cW5Bnj0c&amp;amp;feature=PlayList&amp;amp;p=F006875EDD79DEB7&amp;amp;playnext_from=PL&amp;amp;index=0&amp;amp;playnext=1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menyarankan sidang pembaca untuk melihat dan menyimak dialog Andy F. Noya dengan Susno. Ada perspektif lain yang terungkap, ada kemungkinan-kemungkinan lain yang lenyap tertelan gegap gempita media massa. Bukan saya hendak mencari keadilan, atau membuat analisis, atau memberi sumbang saran. Hanya sekedar keingintahuan dan harapan bahwasanya kita tidak hidup di Republik Dagelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 8 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7177254251425600839?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7177254251425600839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/06/semoga-bukan-republik-dagelan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7177254251425600839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7177254251425600839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/06/semoga-bukan-republik-dagelan.html' title='(semoga bukan) Republik Dagelan!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5176043973133949506</id><published>2010-05-20T19:21:00.001+07:00</published><updated>2010-05-20T19:25:13.068+07:00</updated><title type='text'>TAoDN # 3</title><content type='html'>Spices.... yes spices! Commodity that boom in European kingdoms several centuries ago. I want to talk about spices now. I don't want to waste your time, and mine. So, listen carefully:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boiled 1.5 cup of water + put 2 cm of cinnamon (don't put it too much, it will overwhelmed everything else) + 7 pieces of cardamon + 7 pieces of black pepper corn + 3 pieces of star anise + a bit of ginger + 1 tea cup of black tea (darjeeling would be lovely).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wait until it all boiled at least for 5 minutes.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pour on 2 cups. Add sugar (i used honey) if you like.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In&amp;nbsp; some part of the world, India to be exact. The people there put milk in proportion 1:1 and call the drink Chai Tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stir well and drink it while hot. Enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 20 May 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5176043973133949506?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5176043973133949506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5176043973133949506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5176043973133949506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-3.html' title='TAoDN # 3'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-804811227372892170</id><published>2010-05-20T00:09:00.000+07:00</published><updated>2010-05-20T00:09:34.327+07:00</updated><title type='text'>19 May 2010: Bangkok</title><content type='html'>15 May 1998, I was at the top floor of Syarif Thayeb Building, Trisakti University. In front of me was a city in inferno. Black thick smokes filled the city sky like a dark spell from hell. I sat, I could feel my nerves shrinking and there was a feeling, an eerie feeling that hard to be described. It was a lost&amp;nbsp; maybe, sadness and denial. I was not an activist, nor any member of student movement. Just an ordinary student in his last year trapped in the darkest moment of history. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 May 2010, I was in Bangkok witnessing its darkest moment. I saw things unfolded in sequences that feels so familiar. The hatred, the raging inferno and that black thick smokes overwhelming the city like a dark spell from hell. As I walked back to my condo that eerie feeling come to me again. A feeling that still hard to be described. Maybe a lost, sadness and denial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I never know for sure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 20 May 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;For Jan with tons of thanks&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-804811227372892170?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/804811227372892170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/19-may-2010-bangkok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/804811227372892170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/804811227372892170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/19-may-2010-bangkok.html' title='19 May 2010: Bangkok'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3466892819165059773</id><published>2010-05-17T23:57:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T23:57:06.187+07:00</updated><title type='text'>TAoDN # 02</title><content type='html'>In one of many quotes that appeared on my facebook wall: "success breeds success".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it is true, because after my discovery of "Love Roselle", a drink i just experimented successfully. I tried to imitate a refreshing drink that i got from a hotel in Sri Ayutthaya Road (ok! i forgot its name) when my friends from Trans TV came to Bangkok several months ago. After 2 times of trial and errors, here is my fixed formula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Cup of Boiling Water + 1 Teaspoon of Green Tea + 1 Pieces of Young Lemon Grass + Sugar + A lot of Ice Cube&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Refreshing drink that i will make you, off course, re-fresh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I warn you that the first time you drink this potion will remind you to mosquito repellent aroma. But after awhile, you will crave for more. It's a kind of acquired taste, just like wine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 16 May 2010&lt;br /&gt;Regard to Wisata Kuliner Team Trans TV, Kapan datang lagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3466892819165059773?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3466892819165059773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-02.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3466892819165059773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3466892819165059773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-02.html' title='TAoDN # 02'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7704732134387553288</id><published>2010-05-17T23:43:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T23:43:06.286+07:00</updated><title type='text'>TAoDN # 01</title><content type='html'>When people went out to do their things such as protesting their government, or making a lot of noises by clapping hands, or burning phone box and tyres on the streets, or firing M16 and granade launchers, I was too scary to go out of my condo. Sure, I was trying hard to do something useful, just to make my worries away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, I start to experiment with spices. Yes, spices are kind of stuffs your Mom put into boiled water to make many wonderful things. I follow Mom and boiled water.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's see what is my chemical formula that I want to try:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Cup of Boiling Water + 2 Pieces of Roselle + 1 Pieces of Star Anise + 2 Spoonful of Sugar + Lot of Ice Cube&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voila...!!! Refreshing drink that taste better that Fruit Tea of The Coffee Bean and Tea Leaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try it yourself&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 16 May 2010&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2474904112199024992"&gt;What is Roselle?&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7704732134387553288?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7704732134387553288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-01.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7704732134387553288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7704732134387553288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/taodn-01.html' title='TAoDN # 01'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7472137469924754840</id><published>2010-05-16T20:58:00.001+07:00</published><updated>2010-05-16T21:45:01.612+07:00</updated><title type='text'>Kabar Gembira</title><content type='html'>Apakah anda merasa bosan dengan hidup anda? Tidak merasa dicintai? Tidak mengetahui tujuan hidup anda? sehingga menyebabkan anda depresi dan tidak bahagia... ah jangan terlalu merasa istimewa, karena banyak yang merasa seperti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin perlu terapi intensif menonton televisi. Bukan, bukan acara gosip atau berita yang perlu anda tonton, atau film-film eksyen maupun roman percintaan. Cobalah tonton tayangan iklannya. Ya, iklan-iklan itu bersusah payah untuk memberitahu anda, bahwa telah ditemukan produk-produk baru yang harus anda coba. Semua produk yang ditawarkan disana diciptakan khusus untuk menambah kebahagiaan hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda biasa minum air putih, mungkin anda harus beralih minum air putih bermineral dan mengandung ozon. Air putih yang sudah melalui proses berteknologi canggih ini akan membuat sirkulasi darah anda lancar, membantu meningkatkan kesehatan, dan membuat kulit anda bercahaya. Atau anda perlu tambahan minuman berenergi, yang bisa membuat anda segarang singa, penuh vitalitas, bergairah, bahkan ada yang bisa membuat anda tambah konsentrasi dan pintar. Atau anda penyuka teh, ganti segera teh anda dengan teh dengan teh baru yang aromanya akan memanggil seluruh keluarga untuk berkumpul bersama, penuh cinta dan suka cita. Dan jangan lupa, di saat lebaran, pergunakanlah sirup keluaran perusahaan ternama, karena akan membuat suasana hari raya anda lebih bermakna. Oh iya, jangan lupa juga minum obat maag, karena biasanya maag membuat anda sakit. Pilihlah obat maag yang tidak menyebabkan perut kembung, dan telah dipercaya oleh jutaan orang Indonesia sejak jaman dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang anda makan mungkin saja merupakan biang kerok anda tidak bahagia. Anda mungkin perlu segera mengganti minyak yang anda pakai sekarang, karena mengandung lemak tak jenuh ganda dan kolesterol jahat. Gantilah dengan minyak baru yang bisa anda minum sebagai pengganti air, tentu saja tidak bikin tenggorokan gatal. Dan jangan lupa untuk tambahkan sedikit bumbu penyedap, karena akan membuat seluruh keluarga anda riang gembira dan anda akan dicintai oleh seluruh keluarga. Pilihlah mie instan yang berkualitas, bila anda tidak sempat memasak. Dengan mie instan yang disukai oleh seluruh keluarga, hari-hari anda akan bertambah ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda lelah ingin duduk atau berbaring, jangan lupa. Pilihlah furniture anda dengan benar. Karena furniture yang ada sekarang bisa membuat duduk anda sampai lupa berdiri. Kasur anda pun memiliki fungsi memijat dan menopang tulang dengan sempurna, hingga tidur anda lebih nyenyak dan mimpi anda indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-sekali anda perlu berjalan-jalan bersama keluarga. Pergunakanlah mobil yang aman, irit dan berkapasitas besar hingga seluruh keluarga anda bisa ikut. Ibu, Bapak, Om, Tante, Teteh, Kakak dll dll... semakin banyak semakin meriah, dan hidup anda akan berbahagia bersama keluarga. Ahh... anda tidak punya cukup uang? jangan khawatir, segera hubungi saja bank terdekat anda yang menawarkan pinjaman dengan cicilan dan bunga yang bersahabat. Ditambah bonus asuransi selama setahun yang pastinya akan membuat anda merasa lega dan tidak khawatir lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda masih merasa depresi? takut akan masa depan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan takut, kirim segera sms: nama (koma) jenis kelamin (koma) usia ke 1122. Jawaban yang anda terima langsung dari yang bersangkutan. Jangan takut, semua data dan rahasia anda terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, apapun permasalahan hidup anda, kekhawatiran anda, keresahan, kegelisahan, kegemukan, kekurusan, kehitaman, keputihan, ketinggian, kependekan, pokoknya semuanya ada obatnya. Semuanya bisa disembuhkan, karena sesungguhnya tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, kecuali kemalasan. Oleh karena itu, makanya, anda jangan bermalas-malasan. Segera tinggalkan pekerjaan anda, dan segeralah raih &lt;i&gt;remote control &lt;/i&gt;televisi anda. Saksikanlah&lt;i&gt; commercial breaks&lt;/i&gt; disana, pastinya ada solusi untuk permasalahan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk menambah kebahagiaan anda hari ini, semuanya bisa anda tonton GRATIS.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Pakar Dunia Periklanan dan Pemerhati Pertelevisian (&lt;i&gt;self appointed&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Bangkok, 16 May 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7472137469924754840?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7472137469924754840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/kabar-gembira.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7472137469924754840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7472137469924754840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/kabar-gembira.html' title='Kabar Gembira'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2797771825975177609</id><published>2010-05-16T10:12:00.000+07:00</published><updated>2010-05-16T10:12:42.495+07:00</updated><title type='text'>Bangkok Dangerous (Asli)</title><content type='html'>Situasinya genting sekarang. Kelompok Kaos Merah menolak untuk membubarkan diri dari daerah Ratchaprasong yang mereka duduki sejak 3 April 2010 lalu. Ractcharasong adalah distrik bisnis kota Bangkok. Mall-mall terbesar seperti CentralWorld, Gaysorn, Siam Paragon, Siam Discovery, Siam Centre, Siam Square, Pratunam, Fashion Mall, Panthip Plaza, Big C, Amarin dan Erawan berderet di kawasan ini. Di daerah ini juga terdapat sederet hotel berbintang, Grand Hyatt, Four Seasons, Intercontinental, Amari Watergate, Grand Centara, etc. Aksi pendudukan oleh protester Kaos Merah memaksa mall-mall dan hotel-hotel di kawasan ini tutup. Juga terdapat kedutaan besar Amerika Serikat dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat sore (14/5), militer telah menutup daerah Ratchaprasong ini. Tensi politik meningkat drastis dan bentrokan tak terhindarkan setelah May Jen Khattiya Sawasdipol, salah satu komandan lapangan yang memimpin pasukan keamanan Kaos Merah, ditembak oleh &lt;i&gt;snipper &lt;/i&gt;saat sedang melakukan wawancara dengan seorang wartawan. Korban mulai berjatuhan. Pihak militer diijinkan untuk menembakkan peluru tajam di area Ratchaprasong, yang dideklarasikan sebagai zona perang. Pemerintah mengumumkan &lt;i&gt;rules of engagement,&lt;/i&gt; yakni memperbolehkan pasukan di lapangan untuk membalas serangan dari pihak protester yang mengancam keselamatan jiwa aparat militer. Pemerintah tampaknya tidak mau mengulang kesalahan mereka pada aksi pembubaran demonstran Kaos Merah di sekitar Democracy Monument sebelumnya (10/4), yang berakhir dengan jatuhnya beberapa korban di pihak aparat keamanan setelah diserang oleh granat dan peluru tajam. Pemerintah yakin bahwasanya terdapat sekelompok pasukan khusus yang bersenjata tajam dan dilengkapi dengan peluncur granat di antara para demonstran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Jumat-Sabtu, korban terus berjatuhan, dilaporkan sudah lebih dari 24 orang tewas dan masih akan terus bertambah karena bentrokan masih terus berlangsung. Aparat keamanan berupaya untuk mengisolasi daerah Ratchaprasong, tetapi para demonstran terus-menerus berupaya meluaskan konflik. Ada upaya mobilisasi pendudung Kaos Merah dari luar wilayah yang diisolasi sehingga menggencet kedudukan aparat keamanan di beberapa lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam, aksi penjarahan mulai terjadi di dalam area isolasi pada sebuah gerai 7Eleven. Aksi ini sangat berpotensi untuk meluas di dalam area isolasi, karena para demonstran mulai mengalami kekurangan pasokan logistik dan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini Bangkok mendung. Awan menggantung tak hendak beranjak, dan suara guntur sayu-sayu terdengar. Pihak demonstran Kaos Merah berupaya untuk meluaskan gerakan mereka ke seluruh Thailand, dan pihak pemerintah berupaya untuk mencegahnya. Zona berbahaya terus meluas meliputi Ratchaprarop (dan daerah depan Kedutaan RI), &lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Bon Kai, daerah Sala Daeng (Silom), Sathorn, Rama4, Phetburi Road, Victory Monument dan Din Daeng. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan minggu lalu, saya masih percaya bahwa konflik di Bangkok ini tidak akan sampai memuncak sampai dengan kerusuhan dalam skala kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Tapi kini saya mulai ragu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 16 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;some photo links:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://johnnyvagabond.com/wp-content/gallery/bkk_redshirt/bkk_fighting-5673.jpg"&gt;Tourists in Bangkok Dangerous&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://johnnyvagabond.com/wp-content/gallery/bkk_redshirt/bkk_fighting-5654.jpg"&gt;Ratchaprarop Area &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8684319.stm"&gt;http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8684319.stm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8684288.stm?ls"&gt;http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8684288.stm?ls&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nationmultimedia.com/home/2010/05/16/national/Nation-photographer-hit-30129449.html"&gt;one of many journalist who got shot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nytimes.com/slideshow/2010/05/14/world/20100514-thai-3.html"&gt;photos from nyt&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_260192362"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2797771825975177609?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2797771825975177609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/bangkok-dangerous-asli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2797771825975177609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2797771825975177609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/bangkok-dangerous-asli.html' title='Bangkok Dangerous (Asli)'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1886637137903612450</id><published>2010-05-13T01:20:00.477+07:00</published><updated>2010-05-15T02:41:13.163+07:00</updated><title type='text'>Tentang Pembangunan 1</title><content type='html'>Para pakar sejarah, antropologi dan arkeologi memberikan kita tinjauan ke masa lampau. Tanpa mereka, kita hanya akan tahu bahwa piramid-piramid itu ada di Mesir, atau Petra di Jordan, atau Colloseum di Yunani, atau Tembok Besar merentang sepanjang pegunungan di China, atau Angkor Wat di Kamboja, atau Borobudur di Jawa. Tapi kita tak akan pernah tahu "cerita" dibalik peninggalan-peninggalan tersebut, siapa yang membangunnya, bagaimana suatu bangsa mengorganisasi pembangunannya, bagaimana membiayai pembangunannya, dan detail-detail lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil dedikasi intelektual para ahli tersebut dalam merekonstruksi cerita masa lampau terungkap bahwa bangsa-bangsa datang silih berganti. Penguasa bangkit dan memimpin rakyatnya menaklukan daerah-daerah sekitarnya, mengkonsolidasikan kekuasaannya, memulai pembangunan-pembangunan dalam skala ego-maniak untuk menunjukkan kekuasaannya dan meninggalkan catatan untuk kita kenang sekarang. Peninggalan-peninggalan bersejarah yang sampai kini membuat kita ternganga karena skala pembangunannya tidak terbayangkan oleh kita saat ini. Bagaimana sebuah bangsa lebih dari 2 ribu tahun lalu membangun piramid, bagaimana mereka memotong, mengangkut dan menyusun bongkahan batu-batu yang beratnya masing-masing mencapai 2 ton tanpa peralatan yang kini kita miliki. Bagaimana raja-raja di Jawa mengorganisir pembuatan Prambanan atau Borobudur, atau kaisar-kaisar China membangun tembok besar untuk menahan serbuan musuh-musuh mereka dari Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yang bisa kita tarik adalah siapapun yang memerintahkan pembangunan dalam skala ego-maniak tersebut memiliki sumber daya, baik manusia maupun kekayaan, yang diperlukan. Waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut bisa merentang masa lebih dari 2 atau 3 generasi. Dengan kata lain, kita bisa menyimpulkan bahwa keadaan masyarakatnya stabil, dengan kecukupan sandang pangan. Bagaimana seorang penguasa di masa lampau menjamin ketersediaan sumber daya yang kecukupan bagi bangsanya, sehingga memungkinkan mereka membangun peninggalan-peninggalan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan-kerajaan di masa lampau selalu dibangun oleh kekuatan senjata. Seorang yang sangat bertalenta mengorganisir pasukan untuk merebut kekuasaan dari raja yang sedang berkuasa saat itu, atau untuk menyatukan suku-suku yang tersebar. Ada adagium yang mengatakan bahwa raja yang pertama pastilah seorang jenderal perang. Kekuatan senjata merupakan faktor yang sangat menentukan, untuk tidak mengatakan sebagai satu-satunya faktor penentu, dalam menegakkan kekuasaan. Dengan kekuasaan yang diperolehnya dari kekuatan senjata, seorang penguasa kemudian mencari legitimasi bagi dirinya untuk melanggengkan kekuasaannya. Biasanya para raja yang berkuasa mendapatkan legitimasinya dengan mengklaim dirinya sebagai bagian kekuatan supranatural atau mendapat mandat untuk berkuasa dari dewa-dewa. Raja-raja China mendapat mandat Langit untuk berkuasa, begitu pula Kaisar Jepang adalah keturunan dari Amaretasu Omikami, Dewi Matahari, begitu pula para Fira'un, begitu pula raja-raja India dan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pernah mendengar kisah Ken Arok, yang berkat kesaktiannya berhasil membunuh Tunggul Ametung, Bupati Tumapel dan kemudian meluaskan kekuasaannya ke daerah sekitarnya dengan menaklukan penguasa-penguasa lokal dan kemudian menobatkan dirinya menjadi Raja Singosari. Atau seorang Chin Shih Huang-Ti, yang memimpin pasukannya menaklukan seluruh wilayah China pertama kali. Atau Napoleon Bonaparte, jenderal perang Perancis yang menaklukan Eropa dan kemudian menobatkan dirinya sebagai Kaisar Perancis. Atau Adolf Hitler yang membangun angkatan perang Jerman, menginvasi Eropa dan menobatkan dirinya sebagai kaisar dari &lt;i&gt;The Third Reich&lt;/i&gt;. Catatan demi catatan sejarah menunjukkan bahwasanya kekuatan senjata menjadi faktor utama bagi seorang penguasa untuk merebut kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan yang diperoleh dengan kekuatan senjata, dilestarikan pula dengan kekuatan senjata. Setelah seorang penguasa berhasil merebut kekuasaan, setelah perang berhasil dimenangkan, maka dimulailah periode membangun kestabilan. Periode ini diperlukan selain untuk menyembuhkan luka-luka perang, memulihkan kekuatan angkatan perang atau bahkan membangun angkatan perang yang lebih besar. Penguasa akan berupaya menciptakan kestabilan dalam pemerintahan untuk memberikan waktu bagi tumbuhnya perekonomian. Dalam kestabilan pemerintahan, para petani memiliki waktu untuk bercocok tanam, nelayan dengan tenang pergi melaut, dan para pedagang berdatangan dari negeri yang jauh. Dari perekonomian yang berkembang tersebut, penguasa akan memetik hasilnya melalui pengenaan berbagai pajak. Negara yang kacau terus menerus tidak memungkinkan untuk akumulasi kekuatan dan pada akhirnya akan ditaklukan oleh penguasa lainnya yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa damai pula, sebagian orang menghabiskan waktunya untuk mempelajari hal-hal baru, ilmu dan pengetahuan berkembang, peralatan-peralatan baru tercipta, termasuk peralatan perang. Para raja yang berkuasa akan berupaya untuk memastikan kekuatan angkatan perangnya di masa damai. Angkatan perang yang tangguh memastikan kelangsungan kekuasaan dengan meniadakan ancaman baik domestik maupun ancaman dari luar wilayah yang berpotensi menciptakan ketidakstabilan bahkan menumbangkan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi di belahan bumi Eropa pada abad 16-an bertanggung jawab atas timbulnya kolonialisme dan imperialisme Eropa. Dengan kapal-kapal laut yang mampu mengarungi lautan luas dan dilengkapi dengan persenjataan yang modern saat itu, para pelaut Eropa memulai eksplorasi ke dunia belahan timur (Asia) dan Afrika untuk mencari rempah-rempah yang tinggi nilainya di pasar Eropa saat itu. Eksplorasi para petualang ini awalnya bermotif dagang, sesuai dengan semangat merkantilisme yang berkembang di Eropa saat itu. Setelah menemukan sumber rempah-rempah tersebut, dan dengan didorong oleh ketamakan untuk melakukan monopoli, dimulailah periode kolonialisasi. Para pedagang Eropa berkolaborasi dengan penguasanya memaksakan klaim mereka terhadap kerajaan-kerajaan di timur. Satu persatu kerajaan-kerajaan ini tumbang ke tangan para kolonialis Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya para kolonialis Eropa ini saling bersaing dan berebut klaim atas kerajaan-kerajaan di timur, tetapi pada akhirnya mereka menyadari bahwa peperangan di antara mereka untuk memperebutkan daerah jajahan adalah tidak berguna dan hanya membuat kerugian. Maka disusunlah kesepakatan di antara mereka, dengan membagi masing-masing wilayah kolonial. Di Asia, Kerajaan Inggris sebagai kerajaan terkuat di Eropa saat itu menguasai India, Burma (Myanmar), Ceylon (Sri Lanka), wilayah yang kini bernama Malaysia dan sebagian China. Perancis menguasai Indo-China, Spanyol menguasai kepulauan yang kini merupakan wilayah Philipina, Belanda menguasai nusantara yang kini merupakan wilayah Republik Indonesia, dan Portugis menguasai Timor dan Macau. Hal yang serupa juga terjadi di belahan bumi Afrika, dimana para kolonialis ini membagi-bagi wilayah kekuasaan dengan tujuan memaksimalkan keuntungan yang bisa mereka keruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim paksa para kolonialis ini bukan tanpa perlawanan dari para penguasa lokal, tapi dengan keunggulan angkatan perangnya, para penguasa lokal ini tidak berdaya. Periode penjajahan para kolonialis Eropa ini merupakan periode yang sangat jelas menggambarkan bahwasanya kemakmuran suatu bangsa dapat dicapai dengan kekuatan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya dunia memang tak pernah mau berhenti bercerita. Pada akhirnya episode para kolonialis dan imperialis Eropa ini berakhir. Sebab-sebab berakhirnya kejayaan para imperialis dan kolonialis ini diawali dengan revolusi industri di Inggris pada akhir abad ke-18. Revolusi ini berawal dari ditemukannya mesin uap yang pengaplikasiannya mengubah wajah perekonomian dan struktur sosial dengan munculnya kelas baru yang berpengaruh, yakni para kapitalis dan kaum buruh. Dua kekuatan baru ini mengguncang legitimasi kekuasaan para raja. Setelah berbagai pergolakan, kekuasaan mutlak para raja-raja Eropa akhirnya berakhir setelah Perang Dunia Pertama berakhir pada awal abad ke-20. Walaupun demikian, sistem kolonialisme terhadap negara-negara di Asia dan Afrika terus berjalan. Kolonialisme ini baru berakhir setelah akhir Perang Dunia Kedua berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia Kedua (PD 2), diawali dengan kemenangan Partai Nazi di Jerman dibawah pimpinan Adolf Hitler. Dengan mengobarkan semangat ultra-nasionalis, Hitler membangun angkatan perangnya. Hitler sangat yakin dengan keunggulan teknologi angkatan perangnya dan memulai invasinya terhadap hampir seluruh Eropa pada 1 September 1939 dengan menyerang Polandia. Setelah itu, laju tentara Nazi seperti tak terbendung, satu persatu wilayah Eropa dikuasai, Perancis, Italia, Belanda, Spanyol. Hanya Inggris dan Rusia yang bertahan dari gempuran Hitler, walaupun tampaknya tak akan bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan dunia lainnya, pada saat yang hampir bersamaan, Jepang mulai menyerang Rusia (1938), menginvasi China (1939), dan memulai invasinya keseluruh wilayah Indo-China, Thailand, Malaysia, Burma, Singapore, Philipina, dan Indonesia. Untuk menetralisasi ancaman terhadap keberhasilan invasi ini, Jepang perlu untuk memusnahkan kekuatan Amerika Serikat di wilayah Asia yang berpangkalan di Pearl Harbour (Hawaii), yang mampu menyerang kepulauan Jepang. Serangan balatentara Jepang,&amp;nbsp; yang dengan keunggulan persenjataannya tidak dapat ditahan oleh pasukan para kolonialis, mengakhiri periode kekuasaan kerajaan-kerajaan Eropa di wilayah Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD2 ini tidak berlangsung lama, setelah serangan Jepang terhadap angkatan perangnya, Amerika terseret ke dalam peperangan. Di Eropa, pasukan Amerika bersekutu dengan pasukan Inggris dan mulai menyerang Eropa melalui pendaratan di Normandia. Pada saat yang sama, pasukan Rusia memukul balik serangan Hitler ke Rusia. Pada akhirnya, Hitler kehabisan sumber daya untuk memenangkan perang di dua front sekaligus dan memilih menembak kepalanya sendiri ketika pasukan sekutu dan pasukan Rusia berhasil menguasai Berlin. Amerika dan Rusia yang berhadap-hadapan di Berlin memilih untuk menghentikan peperangan dan membangun tembok yang membelah kota Berlin untuk mencegah kedua pasukan terlibat peperangan. Kesepakatan untuk berdamai ini menandai dimulainya Perang Dingin di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD2 baru benar-benar berakhir setalah Amerika mengebom Hiroshima dan Nagasaki dengan nuklir. Sebuah keunggulan teknologi tempur Amerika atas Jepang, yang diciptakan karena ketakutan pihak sekutu akan kemungkinan berhasilnya Hitler membuat bom nuklir. PD2 menunjukkan bahwasanya penguasaan teknologi adalah vital untuk membangun kekuatan sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pihak pemenang perang, Amerika dan Rusia, mendominasi dunia. Keduanya terlibat dalam perlombaan persenjataan, karena keyakinan bahwa pada akhirnya dua superpower ini akan berperang. Suatu kenyataan yang absurb karena dengan kekuatan nuklir yang dimiliki keduanya, dunia tak akan bisa ditempati makhluk hidup apapun bila perang nuklir benar-benar terjadi. Periode perang dingin juga menandai akumulasi modal di negara-negara pemenang perang dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kembali sibuk menjalin kisah yang berisi dengan berbagai peristiwa di seputar persaingan antara 2 super-power ini. Dengan kestabilan dalam masa Perang Dingin, kemajuan ilmu dan teknologi tak terbendung. Rusia mengirimkan misi ke luar angkasa, yang kemudian segera dijawab tuntas oleh Amerika yang berhasil mendaratkan manusia di bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan ideologi dan perluasan pengaruh di antara keduanya pun sengit terjadi. Kedua super-power ini mewakili ideologi besar yang saling bertolak belakang. Amerika percaya pada dalil Adam Smith, bahwasanya kesejahteraan suatu bangsa terakumulasi karena masing-masing individu yang hidup di dalamnya memiliki kebebasan untuk mengejar kepentingan pribadinya. Sedangkan Rusia meyakini bahwasanya kemakmuran suatu bangsa ditentukan oleh daya yang dihasilkan oleh perjuangan kaum proletar (kaum yang hanya bermodal dengkul, tanpa modal kapital atau sumber daya alam) dalam memperbaiki nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika meyakini bahwa individu-individu harus dilindungi kepentingannya, properti dan kapital miliknya, dan diberikan kebebasan untuk berusaha sebesar mungkin untuk mengakumulasi kapital miliknya. Demokrasi sebagai bangun politiknya mengakomodasi kepentingan ini. Pemerintah kemudian akan memungut pajak dari individu-individu ini untuk menyelenggarakan pemerintahan, termasuk memastikan keunggulan angkatan perangnya. Sedangkan, Uni Soviet berupaya mengendalikan dan mengarahkan daya yang dihasilkan oleh perjuangan kelas ke arah kemakmuran. Negara menjadi sangat dominan karena menentukan segala tindakah individu-individu yang menjadi warganya. Alokasi sumber daya, termasuk untuk angkatan perang ditentukan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua super-power ini berlomba-lomba menancapkan pengaruhnya ke negara-negara lain. Riak-riak sejarah dari persaingan ini meliputi tragedi Perang Vietnam, dimana Amerika mati-matian mempertahankan Vietnam Selatan (yang masih dikuasai oleh Perancis) serbuan pasukan Vietnam Utara yang didukung oleh komunis Rusia. Atau Perang Korea yang sampai kini tak kunjung selesai, konflik Amerika dengan Kuba, bahkan sampai pada upaya-upaya penggulingan penguasa-penguasa yang memihak salah satu kubu. Konon, kejatuhan Bung Karno dari tampuk kekuasaannya juga berlatar belakang Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dingin, walaupun tanpa perang frontal, adalah perang yang sangat menguras sumber daya kedua Super-power. Walaupun pada akhirnya sejarah mencatat Rusia mengalami kebangkrutan terlebih dahulu. Pada tahun 1991, Uni Soviet bubar. Negara-negara yang tergabung dalam Uni Soviet terpecah-pecah dan bahkan terlibat dalam konflik bersenjata yang menelan jutaan korban jiwa. Hingga saat ini, tidak ada satupun negara bekas pecahan Uni Soviet, termasuk Rusia sebagai negara yang terbesar, mampu untuk menstabilkan sistem pemerintahannya. Perekonomian ambruk, pengangguran merajalela, dan kekacauan hukum melanda. Pecahnya Uni Soviet merupakan permasalahan global yang luar biasa besar, mengingat negara-negara pecahan Uni Soviet tersebut memegang persenjataan nuklir yang dikhawatirkan akan jatuh ke tangan kelompok-kelompok garis keras yang saat ini semakin menunjukkan aktivitasnya. Kekacauan hukum, politik dan kemiskinan merupakan ramuan yang sangat manjur untuk mendorong terjadinya korupsi dan pembobolan aset negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman hancurnya Uni Soviet, merupakan pelajaran berharga bagi China. Para pemimpin China menyadari bahwa sistem ekonomi dan politik yang berdasarkan pada komunisme dan kontrol negara tidak akan bertahan. Pemerintah China mencoba mencari jalan lain untuk memastikan bahwa negaranya tidak mengalami nasib yang sama dengan Uni Soviet, sekaligus mencari jalan menuju kemakmuran. Saat ini dunia memandang China dengan perasaan yang sama ketika pada tahun 1980-an, Jepang berhasil menantang dominasi Amerika dalam perekonomian dan perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China secara signifikan mampu membangun kekuatan militer, perekonomian dan kemampuannya dalam kancah ilmu pengetahuan. Seperti juga Jepang yang mampu membangun kembali negaranya yang hancur karena PD2. Akan tetapi jalur menuju kemakmuran yang coba diterapkan oleh China secara struktural berbeda dari Jepang. Kita akan kembali pada topik ini pada kesempatan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bangkrutnya Uni Soviet sebagai sebuah super-power, Amerika melenggang sendirian mendominasi dunia. Tak ada angkatan perang negara manapun di dunia ini yang mampu menandingi kemampuan tempur angkatan perang Amerika secara frontal. Hanya Amerika pulalah yang mampu memobilisasi angkatan perangnya ke seluruh pelosok dunia. Tak ada tempat sejengkal pun di dunia ini yang tak bisa dijangkau oleh pasukan tempur dan peluru kendali milik Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode 1990 (bangkrutnya Uni Soviet)&amp;nbsp; sampai dengan serangan Al Qaeda ke gedung WTC di New York pada 11 September 2001, Amerika mendominasi dunia. Segala urusan global memerlukan "persetujuan" Washington. Amerika adalah suara yang tak bisa diabaikan dalam seluruh organisasi global, mulai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, IMF, Bank Dunia, WTO, NATO, bahkan APEC (dimana Indonesia merupakan salah satu anggota). Pada saat krisis keuangan melanda negara-negara Amerika Latin dan Asia, Amerika memegang peran penting dalam berbagai tindakan yang diambil oleh IMF dan Bank dunia dalam menangani krisis tersebut. Amerika juga berhasil mengorganisir dunia untuk melawan invasi Irak atas Kuwait dalam Perang Teluk 1 (dengan persetujuan PBB), bahkan tanpa persetujuan PBB pun Amerika mampu menginvasi Irak (kembali) pada Perang Teluk 2, serangan yang ditengarai bermotivasi untuk menjamin pasokan minyak bagi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian Amerika tumbuh pesat dan tampaknya akan terus berkembang. Perusahaan-perusahaan Amerika tampaknya berhasil merebut kembali peran mereka sebagai perusahaan global setelah sempat tertinggal dari Jepang dan Jerman. Revolusi teknologi informasi dan komunikasi melahirkan perusahaan-perusahaan raksasa seperti Microsoft, IBM, Yahoo!, Google, Intel, Dell, Sun Microsystem, dan lain-lain. Silicon Valley di selatan San Francisco berkembang menjadi pusat perusahaan-perusahaan &lt;i&gt;click and mortar &lt;/i&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika juga menjadi pusat keuangan dunia, dengan bursa finansial yang tumbuh pesat, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam bisnis finansial juga menikmati pertumbuhan luar biasa pesat. Perusahaan-perusahaan &lt;i&gt;corporate banking&lt;/i&gt; Amerika seperti Goldman Sach, Morgan Stanley, Lehman Brothers, etc dan &lt;i&gt;commercial banking &lt;/i&gt;seperti Citibank, BoA, etc merupakan &lt;i&gt;market maker &lt;/i&gt;dan pengelola dana-dana kapitalis global. AIG tumbuh menjadi perusahaan asuransi terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi Amerika dan kestabilan sistem pemerintahannya yang mampu menjamin perkembangan perekonomian terguncang setelah serangan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden ke jantung kapitalis Amerika pada tanggal 11 September 2001 (Serangan 11/9). Serangan ini mengungkap kelemahan mendasar dari kekuatan super power Amerika yang dengan keunggulan angkatan perangnya, termasuk jaringan intelejennya, ternyata tidak mampu melindungi dirinya dari serangan sekelompok orang yang tidak memiliki definisi teritorial yang jelas, dan tidak menguasai angkatan perang secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan pada dominasi Amerika kembali terungkap pada tahun 2008, setelah mengalami beberapa kali periode &lt;i&gt;boom-bust&lt;/i&gt;, perekonomian Amerika akhirnya hancur berantakan, kredit yang disalurkan oleh berbagai institusi keuangan ternyata merupakan gelembung ekonomi yang luar biasa besar karena ekspansi kredit tersebut didasari pada asumsi nilai properti yang terus-menerus naik. Pada saat gelembung ekonomi tersebut meletus, pasar dilanda kepanikan dan sistem finansial Amerika (dan dunia) berada diambang kebangkrutan. Hal ini memaksa pemerintah Amerika turun tangan untuk menyelematkan sistem kapitalismenya. &lt;i&gt;Bail out&lt;/i&gt; besar-besar diberikan kepada raksasa-raksasa finansial untuk mencegah hancurnya sistem kapitalis. Sebuah ironi karena kapitalisme meminggirkan peran pemerintah dalam perekonomian, dan pada untuk mencegah kapitalisme hancur, pemerintah harus turun tangan untuk menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada Amerika? satu-satunya negara super-power yang tersisa, yang dengan dominasi militernya kita mengharapkan kestabilan dunia dapat tercipta. Amerika terlilit hutang yang luar biasa besar, pihak swastanya berhutang, rakyatnya berhutang, pemerintahnya berhutang dalam skala yang sangat besar. Para ahli ekonomi telah memperingatkan bahwa skala hutang Amerika saat ini tidak &lt;i&gt;sustainable, &lt;/i&gt;dalam arti berbahaya bagi kelangsungan perekonomian Amerika. Pendapatan pemerintah dari pajak tak lagi mencukupi anggaran belanja negara, hal yang menyebabkan pemerintah Amerika perlu terus berhutang untuk menutupi kekurangannya. Ditambah lagi dengan permasalahan pada sistem jaminan sosialnya yang kini dalam keadaan kritis karena dana yang tersedia tidak cukup untuk generasi "&lt;i&gt;baby boomers&lt;/i&gt;" yang akan mulai memasuki masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden di tahun 2009, Amerika terlibat perang di Irak (Perang Teluk 2), perang di Pakistan/Afganistan dan &lt;i&gt;War on Terror &lt;/i&gt;terhadap jaringan Al Qaeda. Perang di Irak hanya sukses dalam menggulingkan Saddam Hussein. Apa yang terjadi setelah itu berjalan tidak seperti yang direncanakan. Kekacauan demi kekacauan terus terjadi dan Amerika tidak berhasil menciptakan keuntungan ekonomi dari perang tersebut. Perang di Afganistan dan &lt;i&gt;War on Terror&lt;/i&gt; pun mengalami nasib yang sama, berkepanjangan tanpa hasil yang jelas.Obama berketetapan hati untuk menghentikan perang di Irak, yang menurut perhitungan para ekonom merupakan proyek besar pasak daripada tiang bagi perekonomian Amerika. Obama juga terus mengupayakan strategi untuk keluar dari Pakistan. Hanya perang terhadap teror yang terus dilanjutkan, yang hasilnya masih harus kita tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita punya kesempatan untuk memahami apa yang sedang terjadi saat ini terhadap Amerika? Mengapa sebagai satu-satunya superpower yang tersisa, Amerika nampaknya tidak mampu menjamin kestabilan yang diperlukan untuk membangun ekonomi dan mempertahankan dominasinya, bahkan Amrika tampaknya tidak mampu untuk melindungi dirinya dari serangan sebuah kelompok yang tidak menguasai kekuatan perang? Ataukah dunia mengalami perubahan yang sangat signifikan yang terlewat untuk kita cermati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat menarik untuk kita eksplorasi lebih jauh karena mungkin akan menyediakan jawaban bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara dan bangsa-bangsa yang tidak memiliki keunggulan angkatan perang, seperti Indonesia, untuk mengupayakan kestabilan bagi pembangunan perekonomian yang memakmurkan rakyatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1886637137903612450?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1886637137903612450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/para-pakar-sejarah-antropologi-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1886637137903612450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1886637137903612450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/05/para-pakar-sejarah-antropologi-dan.html' title='Tentang Pembangunan 1'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3538665885059906567</id><published>2010-02-09T01:06:00.003+07:00</published><updated>2010-02-09T01:09:39.084+07:00</updated><title type='text'>A walk to remember</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S3BK9YmPFUI/AAAAAAAAASg/chJI8NvX9js/s1600-h/IMG_5861.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S3BK9YmPFUI/AAAAAAAAASg/chJI8NvX9js/s320/IMG_5861.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A man ain't gonna live forever&lt;br /&gt;he'll surely die someday, somewhere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many has been through the journey,&lt;br /&gt;they keep the faith until the end&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But only a few be so lucky&lt;br /&gt;to love, and be loved in return&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 09 Feb 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3538665885059906567?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3538665885059906567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/walk-to-remember.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3538665885059906567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3538665885059906567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/walk-to-remember.html' title='A walk to remember'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S3BK9YmPFUI/AAAAAAAAASg/chJI8NvX9js/s72-c/IMG_5861.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6631339273134628499</id><published>2010-02-04T09:56:00.001+07:00</published><updated>2010-02-07T09:01:31.419+07:00</updated><title type='text'>On Randomness</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S24e2BnyHuI/AAAAAAAAASQ/tkwBZme2WU4/s1600-h/IMG_6430.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S24e2BnyHuI/AAAAAAAAASQ/tkwBZme2WU4/s320/IMG_6430.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Life maybe simply a series of randomness, I was told before. From the beginning of our existence in this world, we can not find a single certainty in our life until the time for our existence is running out and we meet our imminent death. I remember a friend of mine said that life is uncertain, only death is certain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In spite of it certainty, death also offers a lot of mystery for us to ponder. Many brightest scholars of our time dedicate their energy to explore and speculate, which for us mere laymen, their thoughts are so amusing, or confusing for more precise. For me, there was time when I was curious enough to speculate when would be my turn. My friends asked me why I am toying with the idea of my own death. Death is always inappropriate issue to discuss at our dinner table. I can appreciate their uneasiness and their concern about the health of my consciousness. But they are wrong. I never play with the idea of death nor death itself, my own nor somebody else’s. I was just toying with my own curiosity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are many people who said that death is by no mean an ending. Death is just another phase of our journey to other realm. I try to reduce my own anxieties caused by my imminent death and by my awareness that both of it occurrence and what will happen afterward simply beyond my understanding, beyond any mean of verifications. Consequently, hearing that death is just a continuation of life was, somehow, comforting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As my friend said, Death is certain, period. But I still wonder why something so certain brings us a lot of mystery, exposes us to tears and useless consolations. If something so certain, like our own death, leads us to numerous speculations, which occurrences fall totally to randomness, then is it possible that something uncertain will console us better? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us bring our discussion away from death to something more cheerful in our life, birth. I believe that birth almost always bring joys. I can imagine delightful face of a Mom when she touches her baby for the first time, and a happy father telling of his friends about the new born. I also notice my own feeling whenever I saw a baby. They never failed to make me smile and performed silly acts just to attract their attention. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have spent more than three decades of my time on earth, experienced many joys, happiness, sorrows, miseries and most of other feelings possibly occurred to common person. Sometime I was filled with contentment from my amazing achievements in life, proud of it and tried to find out why I performed so well in life. I attributed my achievements to my perseverance, my mental attitude to defer current satisfaction for future success, my good educations, my ability to work smarter and harder than any of my colleagues. Now, you maybe feel that I was telling you a joke. I must admit that my achievements are exaggerated and I can not claim that my life so successful. But what can I do, I am merely human. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somehow, no matter how small my successes mean to you, I keep wondering if any of my previous professional actions responsible to landed me here in my current job, in my office at one of luxurious mall in the city of angels, Bangkok. I am also not able to ease my curiosity whether any of my previous and current actions will responsible to destine me for my next job higher in the corporate ladder, or maybe somewhere else with things totally different with my expectations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do we really succumb to random cause and random result? Maybe. But it is also possible that we perceived randomness to rule due to our inability to pinpoint any causal relationship between two events or our inherent defects to understand phenomena. I still do not want to eliminate the possibility that total randomness is not exist. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I just finished reading Fooled By Randomness, a book by a writer whose name is not too easy for me to remember, Nassim Nicholas Taleb. I know the book did not make me cry, it is not that kind of book. But it moved me to address the possibility that our destiny is lurking in randomness of events. He pointed that if you hope to win lotto, you need to buy the ticket. But if you really win the bet, you can not attribute the cause of your winning to the action of buying the bet. Why? Because, so many people out there bought the ticket also and hope as much as you to God to win but they failed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is hard to accept that the progress we achieved in our life and the full potential of our future totally caused by unverifiable actions which occurrence depend to randomness. History is full of our ancestor efforts to defy randomness, to make pact with gods, to increase our chance that events unfold in our favors. It is humankind who sing and dance to ask rain to fall on their land, who create wonderful tombs and delicate system of burial procession to be accepted in the underworld. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mythology known to mankind around the world also full of story of our efforts to defy randomness, to resist the feeling that we are not in control of events inflicted upon us. Sure that we are not always in control of events, but we accepted that something somehow is in control. Human are capable to accept the idea that gods or God or anything omnipotent and almighty rules over universe. Even a pure anarchist and atheist still need their life in order to be bearable. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the battle of our conscience against randomness, we made several progresses. Thanks to the cumulative knowledge and the technological achievents of humankind. As per today, we have fully mapped our own genes, the building blocks of our existence which responsible to determine our resemblance as human and our differences with other creatures sharing planet Earth with us. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By mapping our genes, we hope to be able to learn and understand how our genes constructing our existence. The possibility of such understanding excites and scares us to death in the same time. We hope we can find cure for diseases of our time and enhance our capabilities, physically and mentally, by altering some genes responsible for those favorable traits. We can enhance our immune system, our physical fitness, our brain performance to think and to remember. Some of us even imagine that someday we will find genes responsible of our youthfulness and decaying process. Finally, we will have our destiny, at least part of it, in our control. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further development in genes research reveals that our genes are not wholly responsible for our traits. The chemical components surrounding the genes truly complicate our effort to dechiper our genetic code. We need to postpone our celebration to defy randomness of our genetic formation a bit longer. It is just too complicated for us to know for sure which one which. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scientists also achieve considerably in the other field of science, exploration of our universe. Just three decades ago, Neil Armstrong walked in the moon’s surface and shared the joy of his small step in the moon with us, proclaimed it as a giant step of humankind. Today, our frontier is no longer the moon. It is beyond our solar system, beyond our Milky Way, we go further to the edge of our universe and to the very beginning of it existence, the Big Bang. The ground zero when time and space begin their separate but inter-mingle journey together through infinity. What is there waiting for us to gain? Is this journey to the edge of universe just to fulfill our curiosity? I don’t mind the scientists toying with the unknown out there, maybe they will meet other creatures sharing this universe with us or find other planet suitable for us to inhabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a bit peculiar for me to know that to understand things in the very grand scale, as our universe seconds from the Big Bang, we need to understand things in their smallest existence possible, in its atomic scale. Since Democritus said something about the smallest particle of matters he called atom some 24 centuries ago, humankind move forward astonishingly in this field. Now, quantum mechanics contributes to our understanding why pure energy as released in the Big Bang gave birth to matters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, our explorations to the very first moment of universe creation bring us more questions than answers. What is before Big Bang? In theory, before Big Bang there is nothing. Time and space as we know do not exist, which without it matters are losing its conditionality to become matters. The most disturbing question maybe why such no time-space condition ceased to exist in the first place, creating a mind-boggling explosion and give birth to time, space, matters and anti-matters? Is it possible that the creation of our universe, the very beginning of our existence, caused by nothing but random events in singularity?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein, a giant of our time, famously rejected the idea that randomness rules by saying that God does not play dice. I can tell you that this is a very brave statement from Mr. Einstein. It is his hesitation to acknowledge that there is possibility of God playing no role at all in the creation of universe and the moments before. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think I can understand why Mr. Einstein and many of us do not easily accept the idea that our existence merely pure chance arising from random causality. Although we may not have common reason for our defiance. My personal view might not be important for you, but I need to share it anyway. So let me next time share it with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 4 February 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6631339273134628499?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6631339273134628499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/on-randomness.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6631339273134628499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6631339273134628499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/on-randomness.html' title='On Randomness'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S24e2BnyHuI/AAAAAAAAASQ/tkwBZme2WU4/s72-c/IMG_6430.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2671870400846164817</id><published>2010-02-02T23:49:00.000+07:00</published><updated>2010-02-02T23:49:43.209+07:00</updated><title type='text'>Doa buat Kawan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S2hV_BXqLuI/AAAAAAAAASI/2Rn2oX-0uco/s1600-h/Re-exposure+of+IMG_0081.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S2hV_BXqLuI/AAAAAAAAASI/2Rn2oX-0uco/s640/Re-exposure+of+IMG_0081.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga anda selamat sampai tujuan, Semoga anda tahu kemana tujuan anda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;.......Amin.........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2671870400846164817?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2671870400846164817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/doa-buat-kawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2671870400846164817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2671870400846164817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/02/doa-buat-kawan.html' title='Doa buat Kawan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S2hV_BXqLuI/AAAAAAAAASI/2Rn2oX-0uco/s72-c/Re-exposure+of+IMG_0081.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3468636106389318889</id><published>2010-01-20T01:13:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T01:13:37.988+07:00</updated><title type='text'>Siddharta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XiHl5fNMI/AAAAAAAAAR4/D7Qo_POunGQ/s1600-h/IMG_0598.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XiHl5fNMI/AAAAAAAAAR4/D7Qo_POunGQ/s320/IMG_0598.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Siddharta bertanya kepada Channa kusirnya, "Mengapa orang itu terbujur di atas tandu? Mengapa orang-orang berteriak-teriak begitu?" Channa menjawab bahwa orang yang terbujur di tandu itu sudah mati. Badannya terbujur kaku dan akan segera membusuk. Keluarga dan para sahabat mengantarnya ke tempat pembakaran mayat untuk dikremasi. Mereka menangis tersedu-sedu karena merasa sedih, merasa kehilangan. "Channa, apakah aku juga akan seperti dia? apakah istri dan anakku akan mati?". Dengan rasa takut Channa menerangkan bahwa majikannya juga tak terhindar dari kematian, semua yang hidup tak bisa berpaling dari kematian. Bahkan raja agung yang besar kuasanya pun suatu saat nanti akan mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Siddharta terdiam, perasaannya tak tenang. Hari ini ia telah melihat peristiwa-peristiwa yang tak pernah dilihatnya. Bahwa orang itu menjadi tua, kulitnya keriput, badannya bungkuk dan rambutnya memutih. Bahwa orang itu bisa sakit, sungguh menakutkan bayangan penderita kusta yang baru saja dilihatnya. Kulitnya mengelupas dan berbau busuk. Ia dikerubungi lalat dan ditinggalkan keluarga dan orang-orang yang disayangnya dipinggir jalan. Dan kini ia melihat orang mati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Tak sanggup rasanya ia membayangkan anak dan istrinya akan tua, sakit dan akhirnya mati. Rasa takut merayap bagai awan gelap menutup sinar mentari, Siddharta gentar akan kematian. Ia tidak mau mati, ia mencintai hidupnya, anak dan istrinya, ayahanda dan ibundanya, dan kerajaan yang akan diwarisinya. Ia menolak percaya bahwa tak ada kemungkinan untuk menghindar dari ini semua. Ia tak percaya omongan kusirnya, bahwa semua yang hidup pada akhirnya mati. Ia bertekad untuk mencari jalan, mencari obat atau apa saja yang dapat menghindarkan diri dan keluarganya dari usia tua, sakit dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Channa merasa bersalah telah membawa majikannya keliling kota sehingga majikannya melihat hal-hal buruk dalam hidup ini. Tapi semuanya telah terjadi, tak ada yang dapat dilakukannya kini selain membawa majikannya pulang ke istana. Mungkin para pelawak dan penari istana dapat membuat majikannya kembali tertawa. Channa memacu kudanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Dekat gerbang istana, Siddharta melihat seorang pertapa. Ia tak pernah melihat pertapa, ia menyuruh Channa untuk berhenti. Siddharta turun dari keretanya, mendekati pertapa tersebut. Raut wajahnya tenang, tatapan matanya teduh. Siddharta bertanya kepada pertapa tersebut siapa dan apa pekerjaannya. Sang pertapa tersenyum dan berkata, "Saya pencari jalan, Saya melatih badan dan pikiran untuk mencapai kesempurnaan". &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Sesampainya di istana, Siddharta menghabiskan waktunya dalam kegelisahan. Pengalaman yang ditemuinya di luar gerbang istana tak dapat ia tepis. Pertapa yang ditemuinya memberi inspirasi bahwasanya ia pun harus mulai melatih dirinya, harus mulai mencari jalan kehidupan, obat untuk mengatasi usia tua, sakit dan kematian. Tekadnya semakin hari semakin membara, sampai suatu malam ia memutuskan untuk pergi meninggalkan istana. Ia memandangi anak dan istrinya yang tertidur, ia bahkan tak berani memberikan ciuman perpisahan karena takut akan membangunkan mereka. Dalam hatinya ia berjanji untuk membawa pulang obat yang akan membebaskan mereka dari tua, sakit dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Berselimut gelap malam, Siddharta memacu kudanya ke arah hutan. Ia memulai perjuangan panjangnya mencari jalan kehidupan. Guru-guru terkemuka ia datangi, dengan cepat ia belajar dan menguasai berbagai metode pertapaan. Tapi tak satupun yang mampu memuaskan hatinya, apapun hasil yang dicapainya, tak mampu membebaskan ia dari ketidakkekalan. Siddharta merasa ia harus mencari jalannya sendiri, tak ada guru yang dapat menunjukkan jalan itu padanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Bersama dengan lima orang temannya dalam pertapaan, Siddharta mengasingkan diri di hutan Uruvela. Siddharta berkeyakinan bahwa untuk mencapai kesempurnaan, ia harus memusnahkan semua penderitaan. Maka mulailah ia menyiksa diri, ia mengurangi makan dan minumannya hingga sejumput rumput dan setetes embun setiap harinya. Badannya melemah, kulitnya kusam, otot tubuhnya menciut. Ia bahkan dapat menyentuh tulang punggungnya dari perut. Sampai suatu hari, tubuhnya tak sanggup lagi menahan derita. Siddharta kolaps, pingsan dan hampir mati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Beruntung ia ditemukan oleh seorang penggembala kambing, yang segera memeras susu kambing dan memberi Siddharta minum. Perlahan-lahan ia membuka matanya. Dunia serasa berputar, badannya lemah, pikirannya tak bisa ia konsentrasikan. Siddharta duduk bersandar pada batang pohon, tak tahu apa yang akan dilakukannya. Sampai sore menjelang, serombongan pemusik jalanan berteduh tak jauh dari tempat ia duduk. Para pemusik itu menghabiskan waktunya dengan bermain kecapi, kendang dan seruling. Kemudian mereka bernyanyi "&lt;i&gt;bila senar gitar dipasang terlalu kendur, suaranya tak terdengar. Bila senar gitar dipasang terlalu tegang, senar akan putus dan suara pun hilang. Pasanglah senar gitar dengan tepat, maka ia akan menghasilkan suara yang indah&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Siddharta mendengarkan nyanyian tersebut, syairnya menyadarkan bahwa ia hampir saja memutuskan senar gitarnya dengan bertapa menyiksa diri. Ia berkeyakinan bahwa ia pun harus mencari jalan yang pas, seperti juga senar gitar, untuk mencapai kesempurnaan. Tapi bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Siddharta mulai menyeimbangkan makanan dan minumannya, untuk melatih pikiran, badan tak bisa dibiarkan terlalu senang ataupun terlalu sakit. Ia mulai memusatkan kesadarannya pada napasnya. Ia melatih pikirannya pada napasnya sendiri, ia terus melatih kesadarannya pada keluar masuknya napas, ia sadar bila bernapas panjang, atau saat ia bernapas pendek.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Teman-teman pertapaannya melihat perubahan yang terjadi dalam diri Siddharta, mereka kecewa. "Siddharta telah gagal, ia telah menyerah" begitu pikir mereka. Kemudian mereka meninggalkan Siddharta sendiri dalam perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Perlahan Siddharta mampu melatih pikirannya mencapai ketenangan dan kebahagiaan, dari kondisi demikian ia mulai menganalisa pikirannya, kesadarannya, semua fenomena timbul dan tenggelam. Semua yang eksis, bertahan, kemudian lenyap. Semuanya tidak kekal dan ketidakkekalan ini menimbulkan ketidakpuasan, menimbulkan derita. Siddharta menyadari semuanya tanpa inti, tanpa jiwa. Dari kesadaran ini, ia mencapai kesadaran. Ia telah menemukan jalan yang dicarinya, ia telah sampai ke pantai seberang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"hindari perbuatan buruk, perbanyaklah kebajikan, latih dan sucikan kesadaran, itu ajaran semua buddha"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Bangkok, 20 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3468636106389318889?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3468636106389318889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/siddharta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3468636106389318889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3468636106389318889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/siddharta.html' title='Siddharta'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XiHl5fNMI/AAAAAAAAAR4/D7Qo_POunGQ/s72-c/IMG_0598.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5046727976573490567</id><published>2010-01-06T21:38:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T21:38:04.824+07:00</updated><title type='text'>Tentang Pembangunan</title><content type='html'>Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah Jepang menyerah kalah kepada sekutu. Pada saat kemerdekaannya, Indonesia punya modal sumber daya alam yang luar biasa besar, minyak, emas, batu bara, hutan tropis, tembaga, mangan, elpiji, dll, dll. Rakyat Indonesia bergelora, semangatnya membuncah, ingin segera mengecap nikmatnya angin kemerdekaan. Para &lt;i&gt;founding fathers &lt;/i&gt;Indonesia sudah mencita-citakan suatu bangsa yang adil dan makmur, jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, perekenomian Jepang porak poranda, 2 kota besarnya dibom nuklir oleh Amerika Serikat, rakyatnya menanggung beban moral sebagai bangsa yang kalah. Jepang berperang karena mereka sadar, negaranya miskin sumber daya alam. Dengan perkembangan perekonomian yang luar biasa sebelum Perang Dunia II, Jepang tidak punya banyak alternatif dan memutuskan untuk merebut wilayah sekitarnya yang kaya akan sumber daya alam untuk menjamin kelangsungan perkembangan negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam puluh tahun setelah kekalahan total dari Sekutu, Jepang bangkit kembali menjadi raksasa ekonomi yang ditakuti, bahkan oleh Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan Jepang merajai dunia. Sony, Toyota, Sega, Honda, Mitsubishi, Matsushita, dll, menjadi momok bagi perusahaan-perusahaan negara-negara barat, eks sekutu. Perekonomian Jepang masih menjadi yang terbesar di Asia, walau coba dikejar oleh Korea Selatan, China dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi di Jerman. Setelah Hitler dan Nazi membawa Jerman ke jurang kekalahan dan kehancuran. Perekonomian lumpuh, kelaparan merajalela, Berlin hancur dihujani bom tentara sekutu. Enam puluh tahun kemudian, Jerman pun menjelma menjadi salah satu negara industi maju besar di Eropa Barat, mungkin malah yang terbesar dengan mengalahkan Inggris - pihak yang menang perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 60 tahun merdeka, dengan modal sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang sangat besar (Indonesia sekitar 230 juta jiwa, Jepang sekitar 127 juta jiwa, Jerman sekitar 82 juta jiwa di tahun 2008), pendapatan perkapita rakyat Indonesia masih tergolong sangat rendah (baca: miskin). Bandingkan pendapatan perkapita Indonesia yang sebesar US$ 917/orang, dengan Jepang US$ 34,100/orang, atau Jerman US$ 35,500/orang di tahun 2008. Miris memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimana letak permasalahannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sah-sah saja bila bangsa lain lebih maju daripada bangsa Indonesia? toh ukuran kemajuan itu tidak dilihat dari uang semata. Buat apa punya uang bila hidup kita tidak bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seluruhnya setuju bahwa kebahagiaan suatu bangsa tidak semata-mata bisa diukur dengan uang. Tapi jangan salahkan saya kalau mencurigai bahwa pernyataan tersebut tidak tulus, terdengar seperti &lt;i&gt;denial&lt;/i&gt;. Sebangsa kalimat untuk menghibur diri sendiri, tak berguna, malah menambah rasa terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jawaban lain diberikan, oleh berbagai ahli dalam dan luar negeri. Saya tidak hendak mengulas mereka satu persatu, tapi ada yang saya percaya. Bahwasanya keunggulan sumber daya alam tidak serta merta menjadi faktor penentu kemajuan suatu bangsa, hanya MANUSIA yang bisa memajukan suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi manusia yang bagaimana? bagaimana menciptakan manusia-manusia demikian? Apakah partai politik, pejabat publik&amp;nbsp; (presiden dan DPR) yang anda pilih setidaknya mengerti permasalahannya? bila tidak, pemilu selanjutnya JANGAN DIPILIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 6 Jan 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Memimpikan kesebelasan Indonesia berlaga di Piala Dunia&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5046727976573490567?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5046727976573490567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/tentang-pembangunan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5046727976573490567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5046727976573490567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/tentang-pembangunan.html' title='Tentang Pembangunan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4047448366091087062</id><published>2010-01-06T00:40:00.001+07:00</published><updated>2010-01-06T00:45:12.299+07:00</updated><title type='text'>Tentang Demokrasi</title><content type='html'>Ini demokrasi, bung boleh bertanya. Bertanya apa saja dan bung berhak menuntut jawaban. Misalnya Tim Pansus DPeR tentang Bank Sentury yang sedang giat-giatnya bertanya kepada pihak-pihak yang dianggap terkait (baca: potensial bersalah atau disalahkan). Dalam demokrasi, sebuah pertanyaan itu sah-sah saja dijawab dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Boleh dijawab dengan penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;tanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; : "mengapa anda memutuskan untuk menyelamatkan Bank Sentury?"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;jawab&amp;nbsp; &lt;/b&gt;: "karena kondisi perekonomian global dan domestik sedang dalam keadaan krisis, dengan tidak diselamatkannya Bank Sentury, dikhawatirkan akan terjadi ketidakpercayaan terhadap sistem perbankan nasional. Risiko dari ketidakpercayaan ini bisa berupa &lt;i&gt;rush&lt;/i&gt;, yaitu penarikan dana besar-besaran oleh para nasabah. Bila sudah terjadi hal yang demikian, dan pertimbangan lain-lain yang susah untuk anda mengerti dan akan perlu penjelasan beberapa jilid buku karena melibatkan berbagai disiplin ilmu, yakni ekonomi, perbankan, moneter, hubungan internasional, sosiologi masyarakat, pemerintahan, dan lain-lain lain lain.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anggota Tim Pansus pun menghujani si penjawab dengan interupsi, sebagian lagi sibuk menginterupsi yang sedang interupsi, sebagian lagi pergi ke toilet dan merokok, sebagian lagi mungkin cuma tanda tangan rapat terus pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Boleh dijawab singkat saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;tanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; : "mengapa anda memutuskan untuk menyelamatkan Bank Sentury?"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;jawab&amp;nbsp; &lt;/b&gt;: "&lt;i&gt;no comment&lt;/i&gt;" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anggota Tim Pansus pun menghujani si penjawab dengan interupsi, sebagian lagi sibuk menginterupsi yang sedang interupsi, sebagian lagi pergi ke toilet dan merokok, sebagian lagi mungkin cuma tanda tangan rapat terus pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Boleh dijawab dengan pertanyaan balasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;tanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; : "mengapa anda memutuskan untuk menyelamatkan Bank Sentury?"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;jawab&amp;nbsp; &lt;/b&gt;: "anda punya kewenangan menyidik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anggota Tim Pansus pun menghujani si penjawab dengan interupsi, sebagian lagi sibuk menginterupsi yang sedang interupsi, sebagian lagi pergi ke toilet dan merokok, sebagian lagi mungkin cuma tanda tangan rapat terus pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Boleh sama sekali tidak dijawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;tanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; : "mengapa anda memutuskan untuk menyelamatkan Bank Sentury?"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;jawab&amp;nbsp; &lt;/b&gt;: "..............."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anggota Tim Pansus pun menghujani si penjawab dengan interupsi, sebagian lagi sibuk menginterupsi yang sedang interupsi, sebagian lagi pergi ke toilet dan merokok, sebagian lagi mungkin cuma tanda tangan rapat terus pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lain kali bung bertanya kepada saya, saya boleh memilih keempat cara menjawab di atas. Kalau bung tidak setuju, yah itu berarti bung belum berdemokrasi. Jangan salahkan saya kalau nanti bung kecewa dengan jawaban saya, itu resiko demokrasi juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 6 Januari 2010&lt;br /&gt;(semuanya hanya fiksi belaka, kalau ada kesamaan nama itu tidak disengaja)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4047448366091087062?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4047448366091087062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/tentang-demokrasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4047448366091087062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4047448366091087062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/tentang-demokrasi.html' title='Tentang Demokrasi'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-616164846755781211</id><published>2010-01-02T00:06:00.000+07:00</published><updated>2010-01-02T00:06:09.731+07:00</updated><title type='text'>Pada Ragu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sz4X1E9PhxI/AAAAAAAAARQ/ng-IRJ7bVcI/s1600-h/IMG_8383.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sz4X1E9PhxI/AAAAAAAAARQ/ng-IRJ7bVcI/s400/IMG_8383.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita lahir&lt;br /&gt;&lt;i&gt;.... (darimana kita datang?)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian mati&lt;br /&gt;&lt;i&gt;... (lalu kemana kita pergi?)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terang dan gelap kususuri lorong-lorong dan kudengar suara-suara dengan berbagai kemungkinan. Aku tak tahu, aku meragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 1 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-616164846755781211?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/616164846755781211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/pada-ragu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/616164846755781211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/616164846755781211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2010/01/pada-ragu.html' title='Pada Ragu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sz4X1E9PhxI/AAAAAAAAARQ/ng-IRJ7bVcI/s72-c/IMG_8383.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2480224276720752536</id><published>2009-12-31T23:33:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T23:33:13.774+07:00</updated><title type='text'>Akhir 2009, Awal 2010</title><content type='html'>Ya, inilah saat penghabisan tahun 2009. Sebentar lagi kita tutup buku, menutup sepenggal kisah dari hidup kita. Mungkin banyak kejadian-kejadian selama tahun 2009 yang saat ini, hanya sesaat sebelum pergantian tahun, sudah kita lupa. Tapi memang mungkin sengaja kita lupakan, karena kita tidak hendak membawa-bawa kisah memalukan, kegagalan, duka lara dan sejuta hal-hal remeh-temeh yang terjadi di tahun ini ke tahun 2010 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hendak memulai tahun depan bagai bayi yang baru lahir, atau paling tidak bagai kertas putih yang belum dituliskan. Banyak di antara kita yang melakukan refleksi dan kontemplasi jauh-jauh hari, mengingat-ingat hal-yang yang jelek dan bertekad untuk mengubahnya di tahun depan. Kita mengucapkan resolusi, semacam janji untuk berubah (ke arah yang lebih baik, setidaknya menurut kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada kegelisahan di akhir tahun, tapi juga rencana. Di mana kita akan melewati pergantian tahun? pesta atau kumpul bersama keluarga? pergi ke rumah-rumah doa, mengunjungi anak yatim? atau mungkin berdiri berdesakan menyaksikan pesta kembang api? Atau anda mau bermabuk-mabukan sampai pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita toh sudah mengucap doa, sudah berjanji akan berusaha. Tak ada salahnya kita melewati malam ini dengan sedikit keriangan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi semua kartu ucapan Natal dan Tahun Baru sudah dikirimkan sejak pekan lalu. SMS sudah kita kirimkan ke semua nama dalam &lt;i&gt;phonebook&lt;/i&gt;, juga &lt;i&gt;contact list blackberry messenger, yahoo messenger&lt;/i&gt;, dan tak ketinggalan status &lt;i&gt;facebook&lt;/i&gt; kita sudah di-&lt;i&gt;up date &lt;/i&gt;dengan ucapan selamat tahun baru warna warni. Kita bahkan sudah mengantisipasi kekusutan jaringan telepon dengan mengirimkan semua SMS sejak awal hari tadi. Bukan bermaksud hendak mendahului, hanya ingin memastikan pesan dan ucapan tahun baru kita sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah merayakan tahun baru (masehi), setidaknya kita punya satu hari libur yang "sekuler", yang kini maknanya terlepas dari asosiasi keagamaan, kenegaraan atau asosiasi lain-lain yang biasanya begitu penting hingga ditetapkan sebagai hari libur. Mungkin kita butuh diingatkan bahwa kita mampu dan bisa merayakan kegembiraan bersama, dan berbagi suka cita, harapan, doa bersama, sebagai ras manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's celebrate!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 31 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2480224276720752536?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2480224276720752536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/12/akhir-2009-awal-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2480224276720752536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2480224276720752536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/12/akhir-2009-awal-2010.html' title='Akhir 2009, Awal 2010'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7274982894380539073</id><published>2009-12-31T21:44:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T21:44:37.595+07:00</updated><title type='text'>Gus Dur</title><content type='html'>Selamat jalan Gus. Kata Bung Wimar, anda membuat dia bangga menjadi orang Indonesia. Gus juga membuat saya bangga jadi orang Indonesia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7274982894380539073?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7274982894380539073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/12/gus-dur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7274982894380539073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7274982894380539073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/12/gus-dur.html' title='Gus Dur'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7919409106043408773</id><published>2009-11-07T22:50:00.004+07:00</published><updated>2009-11-13T20:35:05.428+07:00</updated><title type='text'>Jagoanku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SvWXoVhR1zI/AAAAAAAAANU/n3RdPBZhv98/s1600-h/IMG_3459.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="245" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401390047328065330" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SvWXoVhR1zI/AAAAAAAAANU/n3RdPBZhv98/s400/IMG_3459.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="369" /&gt;&lt;/a&gt;Jagoannya berbadan tegap, atletis dan punya sorot mata yang membuat hati para gadis (juga ibu-ibu) meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ia pembela kaum yang lemah, kaum yang tertindas. Dia bisa hadir dari antah berantah untuk menyelamatkan ibu yang hampir tertabrak kereta api. Atau menyelamatkan kapal terbang yang mengalami kecelakaan, atau menyelamatkan para sandera tidak berdosa dari makhluk-makhluk planet lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjahat itu tentu saja harus membuat kita geregetan. Rasanya kita ingin segera membinasakannya, mengalahkannya, tapi kita tak berdaya. Dan para penjahat itu tahu kita tidak berdaya. Mereka menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak mengapa. Biarkan mereka berbuat ulah, tunggu saja sampai Jagoan kita turun tangan membela keadilan. Dengan kemampuan luar biasanya dia mampu membuat para penjahat itu tunggang langgang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi para penjahat pantang menyerah, dengan intrik-intrik dan rencana busuk mereka berhasil membuat jagoan kita tak berdaya. Mereka menawan kekasih hati sang jagoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sekarang menjadi dilema, menyelamatkan cintanya atau menyelamatkan dunia dari ancaman para penjahat tengik itu. Ahhh.... kita ingin rasanya membantu, tapi kita tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagoan kita memutar otak. Dengan segala kepintarannya, dia berhasil membalikkan keadaan. Para penjahat itu bertekuk lutut dan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Jagoan mencium bibir kekasih hatinya. Dan kita turut bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 7 November 2009&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jagoan lokal keok semua?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7919409106043408773?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7919409106043408773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/11/jagoanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7919409106043408773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7919409106043408773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/11/jagoanku.html' title='Jagoanku'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SvWXoVhR1zI/AAAAAAAAANU/n3RdPBZhv98/s72-c/IMG_3459.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6164798381576864576</id><published>2009-11-04T19:38:00.024+07:00</published><updated>2009-11-15T22:06:40.123+07:00</updated><title type='text'>(Semoga) Bukan Republik Dagelan!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Babak 1 - Siapa Dalang Pembunuh Nasrudin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Maret 2009: &lt;/span&gt;Telah terjadi penembakan terhadap Nasrudin Zulkarnaen, salah seorang direktur PT Putra Rajawali Banjaran. Nasrudin dibunuh seusai bermain golf di Kawasan Lapangan Golf Modern. Dia dibunuh saat duduk dikursi kiri belakang mobil BMW abu-abu. Lokasinya di dekat Danau Modernland, Cikokol, Kota Tangerang. Korban ditembak dua kali mengenai jendela mobil lalu mengenai pelipis kiri korban. Nasrudin meninggal keesokan harinya di RSPAD Gatot Soebroto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;30 April 2009: &lt;/span&gt;Kapolri mengkonfirmasi penangkapan pelaku penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin. Pelaku yang ditangkap ada sembilan orang, mulai dari eksekutor hingga otaknya. &lt;a href="http://www.kompas.com/data/lipsus/antasari/alur.html"&gt;http://www.kompas.com/data/lipsus/antasari/alur.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Dalam penyidikan polisi, muncullah nama Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Mei 2009: &lt;/span&gt;Mabes Polri mengeluarkan surat perintah pencekalan kepada Antasari Azhar. Antasari kemudian dinonaktifkan dari jabatannya sebagai ketua KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4 Mei 2009: &lt;/span&gt;Setelah memenuhi panggilan Polri sebagai saksi, Antasari resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dalam penyidikan, polisi menduga Antasari Ashar adalah "otak" dibalik pembunuhan Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8 Oktober 2009: &lt;/span&gt;Sidang kasus Antasari digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa penuntut umum mendakwa Antasari dengan Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya yang harus dibuktikan penyidik (dalam hal ini Polri) adalah motif yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut. Penyidik kepolisian menyakini motif tersebut adalah hubungan cinta segitiga antara Nasrudin, Antasari Azhar dan seorang wanita bernama Rani Juliani.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b4a7d6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berikut ini adalah cuplikan dari Kompas.com hari Kamis, 8 Oktober 2009 | 14:04 WIB&lt;/span&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd; font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/b&gt;— Adik kandung almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Amirudin Zulkarnaen, menyayangkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Antasari Azhar yang dianggapnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd; font-style: italic;"&gt;"Saya hanya tersenyum. Anda lihat sendiri. Yang jelas dakwaan sangat lemah," ucap dia kesal. Ia ikut hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bersama dua anggota keluarganya lain. Hal itu dikatakan ketika dimintai tanggapan atas dakwaan JPU.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tanpa berburuk sangka terhadap proses peradilan, mari kita tunggu kelanjutan persidangan kasus Antasari ini. Benarkah Antasari memang "otak" dibalik pembunuhan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar atau tidak yang jelas Antasari menyeret beberapa nama dalam penyidikannya di Mabes Polri, diantaranya Chandra M Hamzah dan Bibid Samad Riyanto (keduanya adalah pimpinan KPK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Babak 2 - Cicak Versus Buaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kasus Antasari sedang memasuki tahap persidangan, Polisi menindaklanjuti keterangan yang diberikan oleh Antasari selama dalam penyidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Cicak lawan Buaya merupakan ungkapan yang dipopulerkan oleh Ka Bareskrim Susno Duadji berkaitan dengan tudingan bahwa teleponnya telah disadap oleh KPK yang tengah menyidik dugaan korupsi pada penyelamatan Bank Century pada bulan Juni 2009. "Ibaratnya disini Buaya, disitu Cicak. Cicak kok melawan Buaya" katanya&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2009/07/14/grf,20090714-188,id.html"&gt; http://www.tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2009/07/14/grf,20090714-188,id.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat nuansa yang berbeda ketika Polisi mulai melakukan penyidikan terhadap KPK. Publik merasakan nuansa "balas dendam" Buaya kepada Cicak dengan melakukan penyidikan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11 September 2009: &lt;/span&gt;Empat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memenuhi panggilan pihak Polri sebagai saksi dugaan penyalahgunaan wewenang. "Kalau sumbernya dari laporan Pak Antasari," kata Bibit Samad Rianto, Wakil Ketua KPK, dalam keterangan persnya di Gedung KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15 September 2009: &lt;/span&gt;Polisi kembali memanggil dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibid Samad Riyanto. Pada akhir pemeriksaan, Polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka. Polri menjerat keduanya dengan pasal 23 UU No 31 Tahun 1999 tentang  penyalahgunaan wewenang dan  pasal 12E UU No 31 tahun 1999 tentang pemerasan.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 1:0 buat Buaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16 September 2009: &lt;/span&gt;Berikut adalah kepala berita di www.kompas.com yang berisi mendukung Cicak sehari setelah penetapan tersangka:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;17:40 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/17403229/Puluhan.Tokoh.Nasional.Dukung.KPK."&gt;Puluhan Tokoh Nasional Dukung KPK &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;16:14 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/16145589/Masyarakat.Anti.Korupsi.Praperadilankan.Polri"&gt;Masyarakat Anti Korupsi Praperadilankan Polri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;15:27 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/15271691/Bilang.Polisi.Buaya..Kapolri.Didesak.Copot.Susno"&gt;Bilang Polisi Buaya, Kapolri Didesak Copot Susno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13:53 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/1353511/Beri.Dukungan..BEM.Seluruh.Indonesia.Datangi.KPK"&gt;Beri Dukungan, BEM Seluruh Indonesia Datangi KPK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13:36 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/13361061/Dibantah..Sisa.Pimpinan.KPK.Bakal.Mundur"&gt;Dibantah, Sisa Pimpinan KPK Bakal Mundur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13:33 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/13330695/KPK..Berjuanglah.hingga.Titik.Darah.Penghabisan"&gt;KPK, Berjuanglah hingga Titik Darah Penghabisan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12:56 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/12565780/Jika.Polisi.Tak.Bisa.Buktikan..Ini.Jelas.Skenario.Koruptor"&gt;Jika Polisi Tak Bisa Buktikan, Ini Jelas Skenario Koruptor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12:30 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/12302220/Ada.Skenario.Beri.Pelajaran.untuk.KPK"&gt;Ada "Skenario" Beri "Pelajaran" untuk KPK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12:19 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/12193114/Pemberantasan.Korupsi.Terancam..Indonesia.Diadukan.ke.PBB"&gt;Pemberantasan Korupsi Terancam, Indonesia Diadukan ke PBB&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11:16 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/11160456/Apa.Urusan.Polisi.Tangani.Penyalahgunaan.Wewenang.KPK"&gt;Apa Urusan Polisi Tangani Penyalahgunaan Wewenang KPK?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10:33 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/10334483/Polri.Diharapkan.Bereskan.KPK.Tanpa.Sentimen"&gt;Polri Diharapkan Bereskan KPK Tanpa Sentimen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10:00 WIB - &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/16/10003596/Dua.Pimpinan.KPK.Harus.Jalan.Terus"&gt;Dua Pimpinan KPK Harus Jalan Terus!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17 September 2009: &lt;/span&gt;Puluhan anggota Malang Corruption Watch (MCW) berdemonstrasi menolak aksi kriminalisasi KPK. Mereka juga menolak penetapan RUU Pengadilan Tipikor versi panitia kerja DPR yang saat ini tengah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai reaksi masyarakat, terlihat jelas bahwa ada "ketidakrelaan" si Cicak ditindas Buaya. Dukungan ini mengubah&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 1:1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br style="color: #e06666;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;22 September 2009: &lt;/span&gt;KPK menerima surat Keputusan Presiden No. 74/P/2009 tanggal 21 September 2009 mengenai pemberhentian sementara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto sebagai Wakil Ketua KPK.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 2:1 buat Buaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;28 September 2009: &lt;/span&gt;Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah melaporkan Susno ke Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri atas dugaan penyalahgunaan wewenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7 Oktober 2009: &lt;/span&gt;Hasil pemeriksaan Itwasum Polri diumumkan oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Jusuf Manggabarani "Tidak cukup bukti yang menyatakan Komjen Pol Drs Susno Duadji telah melakukan penyalahgunaan wewenang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 3:1 buat Buaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14 Oktober 2009: &lt;/span&gt;Berkas acara pemeriksaan (BAP) milik Bibit Samad Rianto dinilai belum lengkap oleh pihak Kejaksaan sehingga dikembalikan kepada penyidik (P-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19 Oktober 2009: &lt;/span&gt;Polisi menyita sejumlah dokumen dari kantor KPK. &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/19/17032468/polisi.sita.sejumlah.dokumen.di.kpk"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/19/17032468/polisi.sita.sejumlah.dokumen.di.kpk&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29 Oktober 2009: &lt;/span&gt;Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, resmi ditahan pihak Polri. Pada saat yang sama beredar rekaman yang isinya "skenario rekayasa" untuk mengkriminalisasi KPK. Sejumlah nama termasuk RI-1 konon disebut-sebut dalam rekaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 4:1 buat Buaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29 Oktober 2009: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp;amp; Bibit Samad Riyanto dibentuk. Per detik ini 12.19, 5 Nov 09, jumlah anggotanya mencapai 798.102 orang &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 November 2009: &lt;/span&gt;PBNU menengarai adanya proses pemandulan terhadap KPK, mulai dari upaya memotong kewenangannya hingga penahanan pejabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2 November 2009: &lt;/span&gt;Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri meminta maaf atas pernyataan Kepala Bareskrim Komjen Susno Duaji soal "cicak dan buaya"."Itu pernyataan oknum, bukan representasi institusi," kata Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 4:2 buat Buaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3 November 2009: &lt;/span&gt;Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang uji materi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di Jakarta. Norma materiil yang diujikan adalah Pasal 32 Ayat (1) huruf c UU 30/2002 yang terkait dengan soal pemberhentian pimpinan KPK. MK berpandangan, ketentuan Pasal 32 Ayat (1) huruf c UU 30/2002 melanggar asas praduga tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sidang tersebut, yang lebih menyedot perhatian berbagai kalangan adalah pemutaran hasil penyadapan KPK terhadap Anggodo. Berikut adalah link-nya:&lt;a href="http://www.youtube.com/user/misbaccom#g/u"&gt; http://www.youtube.com/user/misbaccom#g/u&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/user/misbaccom#g/u"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sidang MK menjadi amat penting dalam perkembangan kemelut Cicak dan Buaya, setidaknya dukungan terhadap Cicak menguat. Memang pemutaran hasil penyadapan ini akan membawa hasil konsekuensi yang rumit dari sisi hukum, tapi biarlah itu urusan para penegak hukum (yudikatif), pemerintah (eksekutif), dan DPR (legislatif). Harap anda sekalian kerja yang benar, kami sudah merelakan gaji kami dipotong pajak buat bayar gaji anda.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 4:3 buat Buaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4 November 2009: &lt;/span&gt;Setelah pemutaran hasil penyadapan KPK pada sidang MK, berbagai desakan ditujukan kepada pihak Polri untuk segera membebaskan &lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Tengah malam akhirnya Polri mengabulkan penangguhan penahanan terhadap keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;Score sementara: 4:4 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan dari perseteruan ini memang masih panjang, tapi karena hari sudah pagi. Terpaksa disudahi dulu sampai disini. Salam dan titip kepada seluruh rakyat Indonesia, jangan biarkan negara kita dijarah koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 5 November 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6164798381576864576?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6164798381576864576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/11/semoga-bukan-republik-dagelan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6164798381576864576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6164798381576864576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/11/semoga-bukan-republik-dagelan.html' title='(Semoga) Bukan Republik Dagelan!!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2653877661472041659</id><published>2009-10-26T00:04:00.012+07:00</published><updated>2009-11-13T20:31:22.411+07:00</updated><title type='text'>Dia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1fdeXiNGI/AAAAAAAAAOM/JTB8gv_zXTQ/s1600-h/IMG_1769.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1fdeXiNGI/AAAAAAAAAOM/JTB8gv_zXTQ/s400/IMG_1769.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ia memejamkan matanya, tetapi ia tidak tidur. Ingatannya membawa jauh ke masa sekolah menengah dulu. Masa-masa penuh kenangan manis, masa sebelum segala kepenatan hidup datang meradang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dulu memang mencuri perhatiannya. Wajahnya cantik, sangat cantik menurutnya. Ia tak habis pikir mengapa teman-teman karibnya ada yang tak sepaham dengannya. Sempat ia berdebat membela kecantikannya, mungkin lebih tepat ia sedang membela perasaannya. Ia benci teman-temannya yang tidak mau mengerti perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang memang mereka tak pernah sekelas bersama. Tapi apalah yang bisa mengurungkan niat seorang pemuda kasmaran? Hanya terpisah kelas rasanya bukan suatu rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering bersiasat, hanya sekadar mencari kesempatan bertemu pandang. Ia ingin tersenyum dan memulai percakapan. Nasib memang akhirnya mempertemukan mereka dalam percakapan-percakapan panjang. Tentu saja lewat telepon, ia merasa terlalu riskan bertemu muka untuk hal-hal remeh temeh yang ingin ia utarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segenggam koin di kantong, ia memacu sepeda ke boks telepon umum yang jauh dari keramaian. Memang banyak telepon umum di sekitar rumahnya, tapi tempatnya terlalu ramai dan ia tak mungkin membiarkan pengguna telepon lain menggangu perbincangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan yang kini datang lagi mengisi kenangan-kenangannya. Tentang masa perkuliahan nanti, tentang keluarga, tentang gundah hatinya karena seribu sebab remaja puber. Ia merasa dekat, tapi tak pernah sekalipun mereka bercakap seperti itu saat bertemu di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya di satu pagi yang indah, ia membawakannya setangkai mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa hidupnya kini? Berbahagiakah dia? Sedikit kerinduan menyelusup, ada desir menggetarkan kalbu, lalu ia mengucap sedikit doa untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ia ingin berjumpa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 26 Oct 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2653877661472041659?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2653877661472041659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/dia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2653877661472041659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2653877661472041659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/dia.html' title='Dia'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1fdeXiNGI/AAAAAAAAAOM/JTB8gv_zXTQ/s72-c/IMG_1769.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1071257842956476901</id><published>2009-10-13T22:04:00.003+07:00</published><updated>2009-10-13T22:29:09.190+07:00</updated><title type='text'>Waktu yang Menyapa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StSZat1xxgI/AAAAAAAAAM0/XkFPl7cRx6o/s1600-h/IMG_8930.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StSZat1xxgI/AAAAAAAAAM0/XkFPl7cRx6o/s320/IMG_8930.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392103338130130434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa terburu-buru?" tanya sang waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh... Kau yang mengejarku atau kini aku memburumu. Terserahlah, kini aku tak begitu tahu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya, tapi kancingkan dulu celanamu!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh!" dan aku tersipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bangkok, 13 Oktober 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1071257842956476901?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1071257842956476901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/waktu-yang-menyapa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1071257842956476901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1071257842956476901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/waktu-yang-menyapa.html' title='Waktu yang Menyapa'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StSZat1xxgI/AAAAAAAAAM0/XkFPl7cRx6o/s72-c/IMG_8930.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4033624168358733278</id><published>2009-10-07T09:15:00.008+07:00</published><updated>2009-11-13T02:14:39.008+07:00</updated><title type='text'>Awan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awan adalah awan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;ketika meretas ia menjadi hujan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;Manusia bergegas sepanjang jalan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;semoga selamat sampai tujuan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4033624168358733278?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4033624168358733278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/awan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4033624168358733278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4033624168358733278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/awan.html' title='Awan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7512167966948166772</id><published>2009-10-05T00:30:00.005+07:00</published><updated>2009-10-07T09:29:31.038+07:00</updated><title type='text'>Terang Bulan</title><content type='html'>Terang bulan terang di kali&lt;br /&gt;Buaya timbul disangka mati&lt;br /&gt;Adik manis kapan kembali&lt;br /&gt;Akan ditunggu sampai kan nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang bulan terang di kali&lt;br /&gt;Disangka mati setiap hari&lt;br /&gt;Abang bukan berbasa-basi&lt;br /&gt;Ditindas rindu setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang bulan terang di kali&lt;br /&gt;Kali bergolak bergoyang-goyang&lt;br /&gt;Abang bukan senang menanti&lt;br /&gt;Tapi adik selalu terbayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 5 okt 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7512167966948166772?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7512167966948166772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/terang-bulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7512167966948166772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7512167966948166772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/10/terang-bulan.html' title='Terang Bulan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-35846082683549712</id><published>2009-09-30T20:20:00.015+07:00</published><updated>2009-11-13T20:34:46.311+07:00</updated><title type='text'>kamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1gLhbZaHI/AAAAAAAAAOU/-5mkvqrJSxE/s1600-h/IMG_5222.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="373" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1gLhbZaHI/AAAAAAAAAOU/-5mkvqrJSxE/s400/IMG_5222.jpg" width="245" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang terpisah&lt;br /&gt;-- rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terjumpa&lt;br /&gt;-- syahdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pergi&lt;br /&gt;--waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang datang&lt;br /&gt;--ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang nyata&lt;br /&gt;--pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang maya&lt;br /&gt;..........................kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 30 Sept 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-35846082683549712?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/35846082683549712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/09/kamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/35846082683549712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/35846082683549712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/09/kamu.html' title='kamu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1gLhbZaHI/AAAAAAAAAOU/-5mkvqrJSxE/s72-c/IMG_5222.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-9883212245921943</id><published>2009-07-22T09:55:00.007+07:00</published><updated>2009-08-09T13:00:07.271+07:00</updated><title type='text'>Catatan Sekitar 080808</title><content type='html'>25/06/09 King of Pop, Michael Jackson meninggal karena sebab-sebab yang penuh misteri. Polisi masih menyelidiki beberapa orang yang diduga kuat menyebabkan kematiannya. Kematiannya mengguncang dunia, lagu-lagu hit lawasnya diputar di seantero mall, stasiun radio dan televisi di seluruh dunia. Pemakamannya pun tak kalah heboh, mungkin setara dengan pemakaman Lady Diana dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17/07/09 Jumat pagi sebuah bom meledak (lagi) di JW Marriot hotel dan beberapa saat kemudian juga meledak di Ritz Carlton hotel, Jakarta. Rupanya sang teroris paham benar bahwa sekuel harus menampilkan sesuatu yang baru. Bom yang konon telah dipastikan merupakan bom bunuh diri ala gerombolan Nurdin M Top. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03/08/09 Michael Schumacher, juara dunia 7 kali dari Tim Formula One Ferrari "come back". Dia rencananya akan bertarung di Grand Prix Valencia 23 Agustus nanti. Beritanya tidak seheboh kematian MJ or Bom Mariott II, tapi beberapa teman di Face Book menjadikannya bahan diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4/08/09 Mbah Surip yang secara fenomenal merebut perhatian publik Indonesia, meninggal dunia. Ada cerita di belakang layar tentang si mbah yang satu ini, dia adalah inspirator salah satu acara di Trans TV: Good News. Kala itu si mbah ikut memeriahkan atraksi di panggung "off air" hut Trans TV, dan dia berkeluh-kesah tentang pemberitaan televisi Indonesia yang isinya mengangkat berita-berita buruk semua. Dia khawatir bilasanya terlalu banyak keburukan yang disiarkan, hasilnya juga buruk. Bagi saya, kematiannya mengingatkan saya pada Almarhum Gombloh, artis beken di tahun 80-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05/08/09 Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, pergi ke Korea Utara dan bertemu dengan bos besar negeri tersebut, Kim Jong Ill. Misinya diberitakan sebagai misi kemanusiaan untuk membebaskan 2 orang jurnalis Amerika Serikat yang ditahan oleh pemerintah Korea Utara dengan tuduhan perbuatan melawan negara. Kedua jurnalis ini telah dijatuhi hukuman kerja paksa 12 tahun di Korea Utara. Bill Clinton akhirnya berhasil membawa pulang kedua orang jurnalis tersebut, bahkan Presiden AS Barack Obama mengucapkan selamat atas keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7/08/09 WS Rendra, si burung merak, salah satu ikon dunia sastera Indonesia meninggal dunia.  Ucapan selamat jalan buat mas Willy di status FaceBook saya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ooohhh si burung merak pergi tapi kini bukan untuk kawin lagi. "Lalu kemana jiwa pergi?" Jangan kau paksa aku tahu karena misteri tak hendak mengungkap jati diri . Hanya penyair hidup dalam suluk, bersama Cebolang kan berlari, takkan berkejaran sampai batas sepi &lt;&lt;Mas Willy, selamat meneruskan perjalanan&gt;&gt;&lt;br /&gt;Fri at 9:23am · Comment · Like&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08/08/09 terjadi pengepungan terhadap sebuah rumah di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Tim Densus 88 Anti Teror, telah mengepung rumah tersebut sejak hari kemarin (07/08/09). Saya tidak menonton siaran televisi di Indonesia, tapi katanya disiarkan langsung oleh TV One, dan juga Metro TV yang mungkin merasa kecolongan. Awalnya diduga Nurdin M Top berada di dalam rumah tersebut, tapi setelah pengepungan selesai dengan tewasnya orang-orang dalam rumah tersebut, keraguan menyebar apakah benar Nurdin M Top berhasil diringkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf bila ada peristiwa yang terlupa, tolong dilengkapi saja sendiri. Saya tak bermaksud menulis kalaidoskop, hanya sekedar mencoba mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa saat belakangan ini. Momen 080808-nya mungkin sebagai persiapan saja untuk 090909. Setahu saya sudah banyak yang "booking" untuk menikah pada tanggal tersebut. Apakah itu termasuk anda? hahhh anda berencana menikah lagi ditanggal tersebut?!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;;p&lt;br /&gt;Bangkok, 09/08/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-9883212245921943?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/9883212245921943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/07/catatan-sekitar-080808.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/9883212245921943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/9883212245921943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/07/catatan-sekitar-080808.html' title='Catatan Sekitar 080808'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3831579014984605658</id><published>2009-07-18T11:31:00.013+07:00</published><updated>2009-11-13T02:12:34.709+07:00</updated><title type='text'>Jalan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq4fo3_h6I/AAAAAAAAAH4/9WlrZTx27cg/s1600-h/IMG_6645.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389322757789943714" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq4fo3_h6I/AAAAAAAAAH4/9WlrZTx27cg/s400/IMG_6645.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia susuri jalan itu sampai jauh, di kiri-kanannya jajaran toko-toko mulai berbenah dan sebagian telah menutup gerainya. Lampu jalan memberi sedikit terang, tak lebih terang dari neon-neon papan iklan toko yang menggantung. Adzan magrib tak berkumandang disini. Tak seperti di kampungnya, dimana senja adalah perselingkuhan lembayung jingga, bintang timur, dan kumandang suara muadzin yang bersahut-sahutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temaram saat senja datang sejak lama membuat pandangannya kabur, entah karena kini ia membutuhkan kaca mata atau senja seharusnya memang begitu. Seekor anjing berlari melewatinya, tak acuh pada tumpukan sampah yang teronggok di sana-sini jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kemudian ia sampai di depan sebuah mini market, ia melongok ke dalam. Beberapa pelanggan tampak berupaya memenuhi keranjang belanjaan mereka, beberapa orang mengantri di kasir. Si kasir tampak serius, memandang curiga lembaran uang yang diterimanya, mengecek keasliannya di bawah sinar ultra-violet, lalu menghitung kembalian dengan cermat. Ia hanya sejenak menatap pelanggannya seolah menyuruhnya lekas membayar saja dan pergi. Entah mungkin karena sudah punya janji, entah karena lelah, atau karena memang itu perwatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada niatan untuk masuk, ia tak punya kepentingan. Ia mencari ruang pada emperan mini market untuk duduk, kakinya lelah. Hatinya sedikit terhibur dengan udara sejuk AC yang menghambur dari pintu setiap kali ada pelanggan yang masuk ataupun keluar. Udara di sini memang seperti tak terpengaruh senja, panas tetap saja menggantung walau matahari telah terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tasnya ia mengeluarkan sebungkus rokok, isinya tinggal sebatang dua batang. Sejenak kemudian, harum cengkeh yang terbakar terbungkus asap tembakau serasa menghangati paru-parunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencoba berhenti merokok sejak lama. Ia tahu rokok tak baik bagi batuknya, tapi berulang kali ia berhenti hanya untuk memulai kembali. Ia tak lagi terlalu perduli akan mati karena kanker paru-paru atau radang otak seperti yang diiklankan di bungkus rokoknya. Ia merasa mungkin saja ia akan binasa karena beribu sebab lainnya. Beribu sebab remeh-temeh yang kini tak terpikir olehnya. Bukankah orang bisa mati karena menyeberang jalan, atau bahkan saat bercinta dengan selingkuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya kini, peringatan tentang bahaya merokok tampak sama absurd seperti peringatan orang-orang di kampungnya yang berbondong-bondong menabuh bedug, kentongan dan segala macam bunyi-bunyian pada saat gerhana matahari untuk mengusir Buto Kala, sambil berteriak-teriak memperingatkan perawan-perawan kampung untuk bersembunyi di kolong ranjang bila tak ingin dibawa pergi sang Buto. Dulu memang ia sangat takut pada Buto. Mungkin saja sang Buto lapar dan ingin seorang anak kecil untuk santapannya! Ia pun ikut bersembunyi di kolong ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya mengawang dan bermain dengan kepulan asap dari hidungnya yang lalu lenyap tersaput angin. Mimpinya tak lagi rumit dan masa depan tak lagi menjajahnya. Kini ia terlalu tegar untuk dikalahkan masa depan yang selalu tak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masa ketika ia menautkan harapan pada bintang-bintang untuk memberi terang jalan. Ia pernah mendengar cerita bintang menuntun orang-orang Majus memberi hormat pada bayi Kristus. Mungkin memang nasib kita tertakik pada gemintang, ia tidak pernah tahu pasti, tapi dulu ia percaya. Kini ia memang masih memandangi bintang, hanya untuk menempatkan dirinya pada perspektif yang jelas bahwasanya ia terlalu kecil untuk menjadi sesuatu di alam semesta yang luas. Kini pada gemintang ia larut, ia hilang, dan menemukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa ia sudah sampai pada hisapan penghabisan. Tapi pikirannya masih mencoba mengingat kapan perjalanannya dimulai, entah berapa lorong disusurinya dan pelabuhan-pelabuhan asing disinggahinya. Mungkin sudah terlalu lama hingga kekasih hatinya tak lagi menunggunya. Ia kini menyusuri lorongnya sendiri, bersama seorang yang ia tak kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puntungnya ia lempar dan berharap terjatuh pada tempat sampah dekat tiang listrik, ia berharap saja dapat berjumpa dengannya di suatu waktu di senja yang baik, mungkin di suatu taman kota, duduk bersama memandang langit senja, menikmati bintang timur dan suara adzan yang mendayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kepedihan, hanya kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 25 Juli 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3831579014984605658?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3831579014984605658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/07/ia-susuri-jalan-itu-sampai-jauh-di-kiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3831579014984605658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3831579014984605658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/07/ia-susuri-jalan-itu-sampai-jauh-di-kiri.html' title='Jalan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq4fo3_h6I/AAAAAAAAAH4/9WlrZTx27cg/s72-c/IMG_6645.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7833372806392367839</id><published>2009-06-21T21:24:00.009+07:00</published><updated>2009-11-13T20:28:21.723+07:00</updated><title type='text'>Dosa Bapak Kami</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1e21ikgTI/AAAAAAAAAOE/6Ft0dHkUc3E/s1600-h/IMG_9798.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1e21ikgTI/AAAAAAAAAOE/6Ft0dHkUc3E/s400/IMG_9798.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kepak sayap waktu&lt;br /&gt;melekat erat pada hati&lt;br /&gt;meninggalkan jejak&lt;br /&gt;meraja sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karat pada rabu&lt;br /&gt;mengekalkan kuasa&lt;br /&gt;dosa bapak kami&lt;br /&gt;di taman Allah dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa tak menebus dosa&lt;br /&gt;hanya darah dan keraguan&lt;br /&gt;tertancap tombak pada rabu&lt;br /&gt;pengorbanan anak bapak kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 1 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7833372806392367839?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7833372806392367839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/06/dosa-bapak-kami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7833372806392367839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7833372806392367839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/06/dosa-bapak-kami.html' title='Dosa Bapak Kami'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1e21ikgTI/AAAAAAAAAOE/6Ft0dHkUc3E/s72-c/IMG_9798.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8912203372550886892</id><published>2009-06-18T00:04:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T22:05:21.520+07:00</updated><title type='text'>Petualang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq0-DkvLDI/AAAAAAAAAHI/spx_7IbFJco/s1600-h/IMG_0046.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389318882306501682" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq0-DkvLDI/AAAAAAAAAHI/spx_7IbFJco/s400/IMG_0046.JPG" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapal yang tersandar pada dermaga bergoyang seirama ombak. Tiang-tiang layar menjulang diselimuti temaram senja dan semilir angin laut. Jerit camar dan amis beradu di udara, tak mau mengalah pada gemuruh guntur yang terdengar menjalar dari kejauhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebentar saja gerimis turun, seolah hendak membasuh petualang yang sejenak rehat dari haru-biru kalbu. Pada bibirnya terselip sebatang rokok. Asap yang mengepul, pekat dengan resah yang terselip di dada. Mungkin saja ia berharap resahnya tersaput hilang dalam kelam malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di sini pelabuhan asing baginya, hiruk-pikuk penumpang yang berhambur dari kapal yang baru merapat sebentar menarik perhatiannya. Bergegas mereka berlalu, bergegas mereka menuju gedung penjemputan dimana sanak-kerabat menyambut dengan pelukan dan kerinduan. Tapi tak seorang pun yang mengharapkannya, di sini dia asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Badannya disandarkan pada tiang lampu yang tak sanggup memberi terang pada jalan. Seekor anjing geladak asyik mengais tumpukan sampah tak dihiraukannya. Ia memandangi lautan, ombak yang beriak tak terlihat dengan pasti, hanya deburnya rutin menghantam tepian dermaga terdengar tak asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ingatannya terbawa jauh pada pantai di mana ia ukirkan janji yang kini terasa sukar untuk ditepati. Janji yang hanya mungkin terpenuhi oleh nasib yang berpihak, oleh umur yang tak berpaling terlalu cepat. Tapi bukan penyesalan yang membuatnya berlayar dan terdampar dari satu dermaga asing ke dermaga asing yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kabar yang samar-samar terdengar tak hendak dipercayainya, yang ia tahu bidadari lautan membawa kekasihnya ke negeri yang jauh, lebih jauh dari batas cakrawala. &lt;u3:p&gt;&lt;/u3:p&gt;Karenanya, Ia mencari. Ia terus mencari. Dari pelabuhan asing ke pelabuhan asing ia akan berlayar, di mana para penjemput menyambut kerinduan hanya untuk orang-orang yang tak dikenalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk yang penghabisan rokoknya dihirup dalam-dalam. Dari suatu pelabuhan asing, ia merindukan kekasih hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bangkok, 18 Juni 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8912203372550886892?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8912203372550886892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/06/petualang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8912203372550886892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8912203372550886892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/06/petualang.html' title='Petualang'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq0-DkvLDI/AAAAAAAAAHI/spx_7IbFJco/s72-c/IMG_0046.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4793687837137633894</id><published>2009-05-06T23:26:00.004+07:00</published><updated>2009-05-08T01:07:06.295+07:00</updated><title type='text'>AnguliMALA</title><content type='html'>Ini adalah malam yang penuh dengan tanda-tanda buruk. Awan pekat memang sudah berlalu, tapi suara burung gagak tak lekang tersapu angin yang bertiup. Tak ada rembulan yang menggantung di langit, gugusan Bintang Pencuri muncul dari balik cakrawala pada jam penghabisan. Di saat inilah Ahimsaka lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya adalah pendeta tinggi istana, penuh waskita dan bijaksana. Cemas akan tanda-tanda yang dibawa malam, tapi hanya bisa berharap bahwasanya anaknya kelak tidak membawa malapetaka. Doanya dilekatkan pada nama si jabang bayi, Ahimsaka yang berarti tiada kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahimsaka tumbuh menjadi pemuda yang cakap, segera ayahnya mengirimnya ke Taksila, pusat pendidikan terkenal yang penuh dengan kaum cerdik cendikia. Ahimsaka memiliki ketekunan dan sikap hormat luar biasa pada guru-gurunya. Ia menjadi murid kesayangan maha guru di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbakar iri dan dengki, murid-murid lainnya memandang Ahimsaka dengan kebencian. Kesepakatan busuk tercapai dan rencana jahat dilancarkan untuk menyingkirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, sekelompok murid menemui sang maha guru di kediamannya. Mereka mengeluhkan kecongkakan dan sikap buruk Ahimsaka di hadapan sang guru. Sang guru menghardik murka kepada murid-muridnya itu. "Keluar kalian manusia iri hati!" teriaknya marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam yang lain, sekelompok murid lainnya meminta ijin bertemu sang guru. Mereka melaporkan hal yang sama tentang sikap congkak Ahimsaka dan gembar-gembor bahwasanya sebentar lagi ia akan dapat mengalahkan sang maha guru. Sekali lagi sang guru murka, murid-murid berhamburan diterjang raungan marah. Tapi kali ini hatinya tak tenang. "Mungkin saja Ahimsaka berlaku seperti itu, beberapa murid sudah melaporkannya, tapi apa iya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rasa bimbangnya, sekelompok murid yang lain datang menghadap. Kali ini sang guru meminta pendapat mereka tentang Ahimsaka. Mula-mula murid-murid tersebut memuji betapa cakapnya Ahimsaka, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa Ahimsaka pintar pula bersandiwara. Mereka berkisah bahwa Ahimsaka seringkali menganggap remeh sang guru sebagai orang yang sudah tua dan mulai pikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru terbakar amarahnya dan memutuskan untuk menyingkirkan Ahimsaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini memang penuh tanda-tanda buruk. Ahimsaka telah bersiap dengan sebatang golok besar di tangan. Di pinggangnya menggantung belati kecil. Dengan penuh rasa haru dan terima kasih ia memberi penghormatan pada sang guru, "ooh bapakku, aku tak akan pernah mengecewakanmu, akan kupenuhi syarat terakhir darimu, seribu nyawa manusia sebagai balasan yang kau mintakan atas semua ilmu yang kau berikan padaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru berfikir bahwasanya salah satu dari para calon korban Ahimsaka pasti melawan dan mungkin saja dapat membunuhnya. Atau pasukan kerajaan akan memburunya, atau orang-orang kampung akan mengejar dan membalas dendam. Ia yakin siasatnya ampuh untuk menyingkirkan Ahimsaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahimsaka berlalu dan lenyap di telan gelapnya belantara. Malam itu, teror mengerikan di mulai. Tak ada yang lolos dari pedang Ahimsaka, hutan tak lagi aman, ketika orang-orang takut dan tak pernah lagi masuk ke hutan. Ahimsaka mulai masuk ke desa-desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Ahimsaka telah berubah, dari seorang pemuda tampan penuh sinar kehidupan. Menjadi seorang manusia bengis berwajah mengerikan, rambutnya tak terurus, matanya nyalang. Hatinya membatu dengan tekad untuk sesegera mungkin menunaikan tugas terakhir sebagai baktinya terhadap sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah seberapa banyak yang sudah ia bunuh, tapi ia tak akan lupa. Ia memotong ibu jari semua korbannya, dan merangkainya menjadi kalung untaian jari manusia. Pemandangan yang mengerikan sehingga orang-orang mulai menjulukinya Angulimala, orang yang berkalung jari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Angulimala berhitung, sudah 999 jari manusia ia kalungi. Malam ini adalah malam penghabisan baginya. Hanya perlu satu nyawa lagi untuk menunaikan tugasnya. Angulimala menunggu pada tikungan jalan desa yang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar orang yang berkalung manusia akhirnya sampai ke ibu kota. Mungkin memang pertalian nasib yang sukar dijelaskan ketika ibu Ahimsaka merasa cemas. Ia bermimpi putranya terbunuh oleh orang-orang kampung dengan brutal, ia bermimpi bahwasanya putranya berkalung jari jemari manusia. Ia tersentak dari mimpinya menggigil dan segera berlari keluar istana tanpa seorang penjaga pun menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berlari dan terus berlari menuju jalan desa dimana Angulimala sabar menunggu korban terakhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib mungkin memang sesuatu yang absurb, sepertinya ia memang menolak untuk kita mengerti. Akankah Angulimala bertemu dengan seorang perempuan tua yang berlari dan membunuhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 8 May 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4793687837137633894?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4793687837137633894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/angulimala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4793687837137633894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4793687837137633894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/angulimala.html' title='AnguliMALA'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7310656460023717657</id><published>2009-05-05T21:21:00.003+07:00</published><updated>2009-05-05T21:53:34.595+07:00</updated><title type='text'>Pak AA</title><content type='html'>Pak AA, ketua KPK yang baru saja di non-aktifkan karena harus menjalani pemeriksaan pihak kepolisian, sedang jadi pusat perhatian. Sejak minggu lalu, berita tentang keterlibatannya pada sebuah kasus penembakan seorang direktur BUMN di Tangerang mulai memanas. Beritanya mengalahkan kekisruhan penghitungan pemilu legislatif, ketidakjelasan penanganan kacaunya daftar pemilih yang akan digunakan untuk pemilu presiden, bahkan mengalahkan serunya proses pencarian pasangan capres-cawapres yang akan bertanding nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang komisi yang dipimpin Pak AA ini memang baru seumur jagung, tapi hasil yang dicapainya cukup memberikan harapan bagi rakyat kebanyakan. Para koruptor diintai, teleponnya disadap, sms-nya dicegat, penggerebekan yang dilakukan KPK selalu berhasil menangkap tangan para pelaku beserta segepok uang, baik di dalam mobil, lobi hotel dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja KPK, juga Pak AA, punya segudang musuh, di pemerintahan, di kalangan dewan legislatif, di kejaksaan dan para pengusaha yang biasanya kebagian proyek pemerintahan. Dan musuh-musuh ini punya kepentingan untuk membuat KPK impoten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini proses hukum mulai berjalan, Pak AA dipanggil ke kantor polisi, entah sebagai saksi atau sebagai tersangka masih simpang-siur. Baru pada sore hari saya membaca Detik.Com, beliau diperiksa sebagai tersangka dan langsung mendekam dalam terali besi milik polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini tentu saja memiliki nilai jual sangat tinggi, mungkin bila dibikin program ala Reportase Investigasi atau mungkin Termehek-Mehek, akan merajai siaran televisi selama berminggu-minggu. Buat saya, ini adalah ujian kesekian kalinya bagi para jurnalis tanah air untuk menghadirkan pemberitaan yang mendidik dan proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Pak AA bersalah, hukumlah dia. Toh dia penegak hukum dan tahu akan akibat hukum dari segala perbuatannya. Pers harus mulai memisahkan Pak AA sebagai pribadi dengan lembaga KPK. Jangan bunuh KPK, karena saat ini membunuh KPK sama saja dengan membunuh setitik harapan pemberantasan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus KPK,  terus berikan  mimpi buruk bagi para koruptor. Caiyoo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 5 Mei 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7310656460023717657?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7310656460023717657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/pak-aa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7310656460023717657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7310656460023717657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/pak-aa.html' title='Pak AA'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4699693725630215870</id><published>2009-05-04T23:27:00.011+07:00</published><updated>2009-11-13T20:36:41.757+07:00</updated><title type='text'>3 Bait Doa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq1kA60lWI/AAAAAAAAAHQ/7AIInjYex80/s1600-h/IMG_3213.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="294" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389319534428853602" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq1kA60lWI/AAAAAAAAAHQ/7AIInjYex80/s320/IMG_3213.JPG" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mentari jatuh pada embun pagi&lt;br /&gt;embun berkilau bagaikan tiara&lt;br /&gt;manusia sejenak saja lalu mati&lt;br /&gt;celaka ia tak mengucap doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bait Doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin memang ngiauw yang bukan ngiuw tapi sejatinya ngiauw dari kucing yang mengendap-ngendap dari balik gelap malam selalu dia tawarkan aku haru yang membiru buru-buru semua lagukan ragu-ragu pada mimpi dan napas yang bersipongan dengan oom dan tante yang bergoyang bersama linggis-linggis para pencuri malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata muntahkan makna tak berguna walau otak dan puki kau satukan pada segelas arak dan bibir para pelacur merah marah tak mampu padamkan napsu dan luka terus saja menetes nanah akankah kau mengerti bahwa luka itu tak bisa kau pindahkan pada pesan-pesan pendek dan asap dupa yang kau kirimkan ke pintu surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ampunan tak diberikan berkah tak diberikan semua doa senyap segala mantera lenyap pada manusia susah senang tak abadi selamanya berenang-renang riang dalam tangis dan air mata api tapi tak pernah juga kumintakan ampunan untuk ragu yang telah Engkau mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 27 July 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4699693725630215870?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4699693725630215870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/3-bait-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4699693725630215870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4699693725630215870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/05/3-bait-doa.html' title='3 Bait Doa'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq1kA60lWI/AAAAAAAAAHQ/7AIInjYex80/s72-c/IMG_3213.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-20706443090438160</id><published>2009-04-22T23:12:00.002+07:00</published><updated>2009-04-22T23:51:18.930+07:00</updated><title type='text'>pemiLOE</title><content type='html'>Dulu waktu kita mulai demonstrasi, kita minta SOEHARTO lengser. Maka jadilah HABIBIE ketiban rejeki masuk dalam buku hapalan anak sekolah sebagai Presiden Republik Indonesia ketiga. Banyak yang tak rela, bahkan mencoba merendahkan jabatan presidennya dengan nama presiden peralihan. Tuntutan baginya adalah "selenggarakan PEMILU secepatnya, supaya terbentuk pemerintahan yang punya legitimasi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, legitimasi itu apaan sih? dulu kita bikin poster REFORMASI, lah itu juga artinya saya masih kurang paham"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diselenggarakanlah PEMILU,  kalo gak salah tahun 1999 sesudah masehi. PEMILU kali ini rakyat harus milih 2 kali, anggota DPR dan Presiden. Sejarah mencatat satu partai yang punya slogan kampanye "Coblos si Moncong Putih" menang telak. Tapi aneh bin ajaib, calon presiden dari partai yang menang PEMILU gagal jadi presiden. Ada aksi penggalangan partai politik penentang MEGAWATI sebagai presiden, mereka menamakan dirinya sebagai POROS TENGAH. Entah apa pula yang di pinggir kiri dan kanannya, sepertinya mereka merasa nyaman berada ditengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diusunglah calon presiden tandingan, K.H ABDURAHMAN WAHID, atau tenar sebagai GUS DUR. Ia menjadi Presiden Republik Indonesia yang keempat. Tapi ternyata politik dalam era reformasi itu susah ditebak, dengan berbagai hingar bingar yang katanya bagian dari demokrasi, GUS DUR lengser digantikan wakil presidennya, seperti juga SOEHARTO yang berhenti jadi presiden digantikan oleh wakil presidennya. MEGAWATI lalu mengawali karirnya sebagai Presiden Republik Indonesia yang kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas masih inget gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu selanjutnya, ada seorang jenderal tinggi besar yang ikutan nimbrung dalam bursa pencalonan presiden. Kebetulan sang jenderal berwajah karismatik dan pandai menyanyi. Menurut hasil polling yang tidak scientific, dialah satu2nya yang bisa menyanyi live di televisi. Saat itu, rakyat sudah jenuh dengan teriakan kampanye, dan janji-janji tinggal janji. Rakyat memilih presidennya yang baru, SBY. Pasangan SBY dalam kampanye presiden adalah JK, maka rakyat mengenal duet SBY-JK, hampir seperti duet SOEKARNO-HATTA. Tidak ada pasangan presiden dan wakil presiden yang diingat rakyat dua-duanya, biasanya cuma presidennya doang yang diingat. Coba Mas, siapa saja wapres-wapresnya PAK HARTO selama 32 tahun berkarir sebagai Presiden?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah berbagai kerusuhan, krisis ekonomi dan krisis-krisis lainnya  tidak membuat Bangsa Indonesia kehilangan selera humornya. Muncullah dagelan SBY-JK, sebagai Presiden Republik Mimpi. Sama kependekannya, tapi kalo dipanjangin beda, SI BUTET YOGYA-JARWO KWAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, waktu terasa cepat sekali berlalu. Bulan depan kita sudah harus MENCOBLOS lagi, ... (ralat: sekarang MENCONTRENG). Siapa kira-kira yang bakal jadi presiden selanjutnya?! Bursa dan prediksi sangat seru, ada muka-muka baru, tapi banyak tampang-tampang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya sekarang, sederhana. Saya mendukung presiden yang punya komitmen Anti Korupsi. Dukung KPK! Minimal SBY terbukti tidak intervensi ketika besannya ditebas KPK! jadi ceritanya: LANJUTKAN ehhehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, by the way, kita mau lanjutkan demonya engga nih? Panas-hujan-panas-hujan terus, gizi demonya harus ditingkatkan dong, kalo enggak bisa masuk angin nih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 27 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-20706443090438160?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/20706443090438160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/04/pemiloe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/20706443090438160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/20706443090438160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/04/pemiloe.html' title='pemiLOE'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1587525612366718345</id><published>2009-04-20T22:52:00.002+07:00</published><updated>2009-04-22T02:34:33.433+07:00</updated><title type='text'>Aswatama</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Angin bertiup sayu, pada senja yang pilu. Ribuan mayat tergeletak penuh luka. Amis darah terkalahkan sengatan bau bangkai yang mulai membusuk. Kawan dan lawan sama saja pada akhirnya, terbujur kaku tak berdaya pada serbuan ribuan burung bangkai yang berpesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perang besar bangsa Bharata mungkin telah usai, seluruh Kurawa bersaudara yang seratus jumlahnya telah binasa. Pasukan yang tersisa kocar-kacir entah kemana. Tapi kebencian tak menyerah begitu saja. Kebencian mengembara dan menemukan Aswatama duduk sendiri pada sebuah bukit di pinggiran Kurusetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswatama mendesah, matanya nanar, pikirannya kalut. Ia memang berada di pihak yang kalah, sudah tak ada lagi yang patut diperjuangkan olehnya. Tapi entah mengapa ia merasa muak tiap kali memikirkan bagaimana ayahnya terbunuh. Ia tahu tak satupun panglima dari pihak Pandawa mampu menandingi kesaktian yang dimiliki ayahnya - Begawan Dorna, kecuali Kresna. Tapi Kresna telah bersumpah tak akan ikut bertarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya penuh spekulasi ketika benci merasukinya. Panah Prabu Drestadyumna menembus leher ayahnya terbayang dihadapannya. Ia melihat darah semerah marah terpancar, Ia melihat ayahnya meregang nyawa, dan tersungkur di kaki Yamadipati. Sekali lagi ia mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswatama melangkah pergi, ia bertekad untuk menuntut balas. Ia akan menghabisi seluruh Pandawa yang lima jumlahnya sebagai bayaran atas dendamnya. Dalam lindungan malam ia menyelinap ke kemah pasukan Pandawa. Ia menunggu sampai penghujung malam ketika mimpi membuai seluruh musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gelap ia menuai benci, lima nyawa yang terlelap dalam tidur melayang sudah. Aswatama merasa lega, lima putra Pandu telah tuntas di tangannya. Ia meraung meneriakkan kemenangan. Seketika orang-orang terbangun, kegaduhan terjadi. Terdengar pekik tercekat dari Drupadi, ia menyaksikan kelima putranya tewas dengan leher tergorok. Aswatama segera tersadar, ia telah salah sasaran membunuh putra-putra Drupadi, bukan para Pandawa. Raungannya segera berubah menjadi pekikan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar apa yang terjadi, Arjuna berlari mencari biang keladi. Ia mendengar pekik Aswatama dan mengejarnya. Baku hantam tak terelakkan, Arjuna yang marah dengan bernafsu ingin segera menghabisi Aswatama. Segebrak dua gebrak Aswatama terdesak, ia mengambil langkah mundur sambil merapal ajian Brahmastha yang dahsyat. Dari kedua belah telapak tangannya mengeluarkan berkas sinar biru menyilaukan, menggumpal dan mengeluarkan suara desing menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna tentu tahu ajian ini, dan juga tahu bahwasanya ia dalam bahaya. Secara refleks ia merapal ajian yang sama. Tarian cahaya biru segera memancar dari kedua belah tangannya, suara desing menderu-deru. Kini keduanya berdiri menghimpun energi sampai ke taraf yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajian Brahmastha diajarkan oleh Begawan Dorna kepada anaknya, dan juga kepada Arjuna sebagai murid kesayangannya. Kini keduanya berhadapan dalam perang hidup mati berselubung dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kelam malam menyingkir, langit dipenuhi tarian lidah api laksana sejuta halilintar terlontar bersamaan, suara desing yang bersahutan mengalahkan ribuan guntur, laksana hendak merobek gendang telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna menghardik berupaya menahan keduanya untuk tidak melepas ajian tersebut. Kresna tahu apa yang akan terjadi bila keduanya berbenturan. Pusaran energi yang tercipta akan menarik seisi dunia ke dalamnya, bukan hanya kehancuran dunia, tetapi lenyapnya dunia dari Triloka. Kresna tak hendak membiarkan hal ini terjadi. Bahkan Kresna harus meninggalkan raga dunianya, menjelma ke wadag aslinya sebagai Batara Whisnu untuk masuk ke dalam nurani keduanya, membuka mata batin keduanya pada dendam yang meraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna tersadar pada dendam yang sesaat saja dapat membawa kehancuran dunia, ia segera menarik ajiannya. Seketika tubuhnya lunglai. Tak lama kemudian, Aswatama mengecilkan pula ajiannya, tetapi dendam tetap menghasut dirinya untuk mengambil sedikit kesempatan. Ia melampiaskan sisa ajiannya pada Utara yang tengah mengandung. Seketika hanguslah Utara dan bayi dalam kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima yang telah pula bersiap menyergap Aswatama maju dengan ayunan gadanya. Aswatama merasa desakan tenaga sebesar gunung menekan dadanya, tapi ia berhasil mengelak. Pertarungan keduanya tak terelakkan. Aswatama yang terkuras tenaganya bukanlah lawan Bima, sebentar kemudian kepalanya hancur terpukul gada Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswatama tersungkur. Batok kepalanya belah, darah merah memancar membasahi tanah. Sebentar kemudian darah tersebut serasa bergolak, mendidih dan mengeluarkan gelembung-gelembung dendam yang menguap dan lalu bersama hembusan angin. Angin menerbangkan gelembung dendam melintasi jutaan kalpa, terhirup dalam napas tiap insan, mengendap meraja dalam hati, hingga ke akhir jaman.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Bangkok, 22 April 09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1587525612366718345?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1587525612366718345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/04/aswatama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1587525612366718345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1587525612366718345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/04/aswatama.html' title='Aswatama'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1058587044525528342</id><published>2009-03-01T13:31:00.005+07:00</published><updated>2009-03-01T18:00:40.634+07:00</updated><title type='text'>Duryodana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Duryodana memang arogan, tapi ia bukan orang yang bodoh. Sebagai putra tertua dari Destarata, Raja Hastina, Duryodana tentu saja merasa sah sebagai pewaris tahta dan dia tak habis pikir ketika ayahnya mewariskan tahta kerajaan pada Yudhistira. Duryodana berang bukan kepalang, dia bersiasat untuk melenyapkan seluruh putra Pandu. Nafsu untuk berkuasa bersekutu dengan kenangan-kenangan buruk masa kecil, kenangan tentang perlakuan Bima padanya dan saudara-saudaranya. Bima adalah yang terkuat di antara mereka, dan dengan kekuatannya itu ia sering mempermainkannya dan seluruh saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duryodana bersiasat, sebuah siasat yang berujung pada terusirnya putra-putra Pandu dari Hastina. Duryodana tahu, ia harus menghabisi semuanya sebelum mereka membangun kekuatan dan datang mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung bagi Duryodana, Hastina bukan kerajaan yang kurang orang pandai dan sakti. Bhishma masih segar bugar walaupun usianya bisa dikata tua renta, dan semua tahu bahwa Bhishma diberikan keleluasaan oleh para Dewata untuk memilih sendiri hari matinya. Bhishma tak terkalahkan oleh lelaki manapun juga dan punya sumpah untuk membela dan mempertahankan Hastina dari serbuan musuh. Duryodana tahu dan paham, walaupun Bhishma sayang pada anak-anak Pandu, ia tak akan mengalah. Mungkin terlalu naif mengharapkan Bhishma akan memberikan kemenangan baginya, tapi ia bisa berharap bahwasanya Bhishma tak akan mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada Dorna, maha guru para Korawa dan Pandawa. Kesaktiannya hanya dapat tertandingi oleh Kresna, titisan Batara Vishnu yang menjadi sekutu putra-putra Pandu. Duryodana bersiasat mengikat Kresna dalam sebuah sumpah untuk tidak melibatkan diri secara langsung dengan turun berperang seandainya memang putra-putra Pandu datang menuntut tahta Hastina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada Karna. Ia adalah kunci bagi tahta Duryodana. Bila Bishma dan Dorna punya keterikatan rasa sayang pada putra-putra Pandu, tidak demikian halnya dengan Karna. Karna membenci saudara-saudara tirinya, setelah putra-putra Pandu mencampakkannya dan menghina dirinya. Ya, Karna memang dilahirkan oleh Kunti, ibu dari Yudhistira, Bima dan Arjuna, tapi ia berayah Batara Surya. Sebuah kelahiran yang tak dikehendaki, sebuah kemuskilan yang tak dapat ditolak, oleh karenya Karna lahir melalui telinga, kemustahilan yang diamini dewa-dewa untuk menjaga keperawanan Kunti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duryodana lah yang mengangkat harkat dan harga diri Karna, Duryodana lah yang membagi kerajaan dan menjadikan Karna rajanya. Duryodana tahu, bahkan Arjuna, putra Pandu yang paling sakti, bukanlah lawan Karna. Duryodana tahu, Karna memiliki senjata Konta, anugrah Batara Brahma. Tombak yang hanya dapat dipakai sekali, membunuh tanpa luput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duryodana sendiri bukan raja tanpa kesaktian, ia juga murid dari Dorna. Gadanya mungkin tak segarang Bima, ia juga memiliki anugrah dari ibunya. Tubuhnya tak akan hancur oleh pukulan gada Bima. Baginya hanya perlu satu kelengahan Bima untuk menghancurkan batok kepalanya. Duryodana merasa kekalahan adalah sesuatu yang absurd. Sesuatu yang hampir pasti tak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Duryodana menunggu hari yang diramalkan tiba, Bharata Yudha. Perang saudara bangsa Bharata antara Korawa bersaudara yang seratus jumlahnya dengan putra-putra Pandu, yang lima jumlahnya. Hari yang ditunggu Duryodana untuk menumpas habis seluruh Pandawa bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa Dewa-Dewa berpihak pada Pandawa dan bersiap menghukum Korawa. Bila Duryodana berbuat curang pada permainan dadu yang berakhir hilangnya tahta Hastina bagi putra-putra Pandu, adalah Yudhistira yang bernafsu bahkan mempertaruhkan Drupadi, istrinya dalam pertaruhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkakala di tiup, bunyinya mengaung serupa bunyi sabetan pedang Yamadipati, dewa kematian. Gajah-gajah meraung ketika tambur tanda maju berperang dibunyikan. Panah mengucur dari langit bagai hujan, darah muncrat mewarnai padang Kurusetra semerah marah. Kepala-kepala dengan mata melotot, terpenggal dari badan. Bergelimpangan tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tanda-tanda pasukan Hastina kalah, suatu hal yang mencemaskan seluruh panglima perang Pandawa. Mereka mendesak seseorang untuk mengalahkan Eyang Bhishma, yang menjadi panglima perang Hastina. Seseorang yang mereka tidak tahu siapa, seingat mereka tak ada dipihak mereka yang mampu membunuh Bhishma, tidak Bima, juga Arjuna. Mereka dilanda kepastian binasa, sampai Kresna memecah kesunyian dengan mengungkapkan suatu rahasia purba. Suatu kejadian di masa lampau yang tak diketahui oleh para Pandawa, bahwasanya Bhishma terikat sumpah untuk tidak akan pernah melawan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhishma memang mempersiapkan hari matinya, dan hari itu ia rebah oleh ribuan panah Srikandi. Istri Arjuna yang merupakan titisan Amba, yang dulu tewas olah panah Bhishma dan bersumpah akan menuntut balas. Bhismha rebah berbantalkan panah, kepalanya ditopang oleh tiga buah anak panah Arjuna. Pada senja di hari yang baik, Bhishma meninggalkan padang Kurusetra selamanya bersama lembayung yang menggelayut, meninggalkan tangis bagi seluruh bangsa Bharata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang berlanjut, Duryodana meminta Dorna untuk memimpin pasukan Hastina. Keadaan menjadi lebih buruk bagi para Pandawa, panah Dorna menewaskan lebih banyak orang dibandingkan panah-panah Arjuna. Kepanikan mulai melanda pasukan Pandawa, pertemuan strategi di kubu Pandawa hanya berisi keluh kesah dan keputusasaan. Sampai lagi-lagi Kresna berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna mengisyaratkan satu hal untuk membunuh Dorna, bunuhlah harapan dan alasannya untuk hidup. Bunuhlah anaknya, maka semangat hidup Dorna akan lenyap. Tapi Duryodana bukan raja yang tak paham taktik, sejak awal dia tahu hal ini, dia telah memerintahkan Aswatama, anak Begawan Dorna untuk menjadi panglima pasukan logistik, pasukan yang berada jauh dari medan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna meminta semua orang percaya padanya. Ia memerintahkan Bima untuk membunuh seekor gajah, yang namanya Aswatama dan berteriak keseluruh medan perang. "Aswatama gugur!". Tentu saja Dorna guncang, tapi ia bukan orang bodoh. Ia harus melakukan pengecekan, ia harus meneliti berita itu. Ia tahu Bima bukan orang yang bisa dipercaya, hanya Yudhistira lah yang selama ini menjaga kejujurannya. Bahkan para dewa menganugerahi kejujuran Yudistira, kereta perangnya tak pernah menyentuh tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna meminta Yudistira untuk mengiyakan bilasanya Dorna bertanya. Sungguh suatu permintaan yang sangat sulit untuk Yudistira, ia rela memberikan kerajaannya, tapi tidak untuk mengiyakan sesuatu yang ia tahu bukan kebenaran. Kresna meyakininkannya, tak perlu berkata-kata, hanya perlu mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya Bima meremukkan kepala gajah Aswatama dan berteriak lantang "Aswatama gugur!", ketika Dorna datang kepadanya dengan penuh kecemasan dan bertanya. Yudistira hanya mengangguk (dan berkata dalam hati.. "Ya, gajah Aswatama gugur dihantam Bima!"). Seketika Dorna pucat pasi, semangat hidupnya meredup, kesaktiannya menguap, dan Kresna berteriak pada Arjuna untuk melepas panah saktinya. Dorna gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan berlanjut berhari-hari kemudian. Tak ada tanda-tanda kelemahan di pihak Hastina, walaupun 2 orang panglima perangnya gugur. Hari itu Duryodana meminta Karna untuk memimpin balatentara Hastina dan untuk membalas budi, Karna menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Kunti terhenyak, dia tak mungkin membiarkan anak-anaknya saling bunuh. Ia tahu bahwasanya Karna sanggup membunuh seluruh Pandawa seorang diri. Diam-diam ia menyelinap ke tenda Karna, dan sambil menangis ia memohon agar Karna tidak pergi ke medan perang. Karna berujar, "Ibu, aku tahu engkau mencintai Arjuna, lebih daripada yang lainnya, dan aku adalah anak yang tidak pernah engkau kehendaki. Engkau mencampakkan aku, dan membiarkan aku bersumpah membela Duryodana, karena dialah satu-satunya yang membelaku ketika seluruh Pandawa, saudaraku, menghina keberadaanku. Dan kini, Engkau meminta aku berpaling dari sumpahku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Kunti kehabisan tangis, ia tersadar akan kebenaran kata-kata itu. Walaupun tak ada kebencian dalam seluruh kalimat Karna, ia tahu bahwa ia meminta hal yang tidak mungkin. Akhirnya Karna berucap, "ibu, aku tidak akan membunuh kedua putra Dewi Madrim, Nakula dan Sadewa. Aku juga tidak akan membunuh kedua putramu, Yudistira dan Bima. Itu janjiku padamu sebagai ibuku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna tahu bahwasanya Dewi Kunti pergi menemui Karna. Ia bertanya padanya apa yang terjadi, dan sambil menahan suaranya ia mengulang janji Karna padanya. ”Ia akan membunuh Arjuna. Ohh.. Kresna, apa yang mesti kita perbuat?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di medan perang, Kresna yang menjadi sais kereta perang Arjuna, memperhatikan dengan seksama tanda-tanda keberadaan Karna. Dan diam-diam dia membawa Arjuna menjauhinya. Berhari-hari, Karna mengobrak-abrik pasukan Pandawa, moral pasukan hancur dan Yudistira mengeluh. Ia meminta Arjuna maju untuk menghadapi Karna. Arjuna merasa heran, mengapa ia tidak pernah berjumpa Karna di medan pertempuran dan meminta Kresna untuk membawanya menghadapi Karna.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Kresna tak akan membiarkan hal itu terjadi, paling tidak selama Karna masih memiliki senjata Konta pemberian Batara Brahma. Kresna diam-diam meminta Gatotkaca datang menemuinya. Kemudian ia meminta Gatotkaca untuk menghadapi Karna keesokan harinya. Gatotkaca paham arti permintaan tersebut, Kresna memintanya untuk mengorbankan diri. Kresna mengirimnya untuk misi bunuh diri. Oleh karenanya, pagi-pagi ia bangun dan memberi salam bagi seluruh keluarganya. Tapi ia tak menemui Bima, ayahnya. Ia khawatir bila Bima tahu apa rencana Kresna, Bima yang akan pergi menghadapi Karna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gatotkaca bertempur bagai kesetanan. Dari balik awan ia mengirim halilintar, ribuan pasukan Korawa hangus seketika dan lainya kocar-kacir. Tubuhnya menjadi seribu, dengan sekali gebrak, seribu orang binasa. Barisan pasukan Korawa tak lagi utuh dan berdisiplin, kekacauan melanda dan Duryodana cemas, juga ngeri . Ia meminta Karna untuk segera menghadapi Gatotkaca.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah mengalahkan Gatotkaca, anak Bima dari Dewi Arimbi, yang ketika lahir membuat guncang kahyangan dan diceburkan ke dalam kawah Candradimuka. Dengan ajian Halimunnya, ia bersembunyi di balik mega. Dengan tiba-tiba ia akan mengirim tinju ke arah Karna. Karna tentu saja tak terima dijadikan bulan-bulanan Gatotkaca, ia berteriak agar Gatotkaca keluar dan bertanding secara ksatria. Tapi Gatotkaca mengejek Karna, dan mentertawakan ketidakmampuan Karna untuk mengalahkannya. Karna pun gusar, harga dirinya berontak, tanpa sadar ia melepaskan Kontawijaya. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mega-mega tak mampu menyembunyikan Gatotkaca dari Kontawijaya, ia melesat menembus lambung sang Jabang Tetuka. Gatotkaca menyeringai, ia tahu ia berhasil melaksanakan taktik Kresna. Seketika, senjata Konta tersebut sirna dalam bentuk sinar putih melesat ke angkasa. Gatotkaca merasa napasnya memburu, waktunya tak banyak lagi. Ia kemudian mengambang di udara dan bertiwikrama. Tubuhnya berubah menjadi raksasa sebesar gunung. Ketika nyawanya beranjak, tubuhnya jatuh menimpa ribuan pasukan Korawa. Gatotkaca gugur, seluruh pandawa berduka. Bima bagai kerasukan setan begitu tahu putranya gugur. Hanya Kresna yang mengetahui dan lega karena Karna kehilangan senjata andalannya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tanpa senjata andalannya, Kresna membawa kereta Arjuna langsung ke arah Karna. Keduanya bertemu di tengah padang kurusetra. Seketika mendung meraja, suasana berubah senyap, angin dingin menggantung. Batara Indra hadir menyaksikan putranya, Arjuna bertarung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya kereta Karna yang diterangi sinar mentari, Batara Surya menyinari hari-hari terakhir anaknya di bumi yang fana, sebelum akhirnya gugur sebagai ksatria. Para bidadari menangis, dan tetesan air matanya berubah menjadi ribuan bunga yang jatuh dari angkasa menutupi tubuh Karna.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang tersisa bagi Duryodana. Kemustahilan itu akhirnya datang juga padanya. Seluruh saudaranya tewas dalam pertempuran, bala tentaranya kocar-kacir, para panglima kepercayaannya gugur. Padang Kurusetra terasa menyesakkan kini, medan pertempuran yang pernah menjanjikan kegemilangan raja di raja manusia, kini menghantuinya. Dadanya terasa panas, kakinya berat, pandangannya kabur. Ia menepi dan membiarkan air danau menenggelamnya. Sejenak ia ingin mendinginkan tubuhnya yang serasa mendidih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang kini tersisa baginya? Ah air danau memberinya sedikit kesegaran, ia menerawang ingatan-ingatannya. Pada masa-masa kecilnya, ketika mereka semua masih menjadi murid guru Dorna. Pada kekonyolan-kekonyolannya, pada ibu dan ayahnya yang telah tua dan hancur hatinya kehilangan seluruh anak-anaknya. Kebenciannya pada Pandawa terasa melenyap dalam ingatan-ingatan indah akan masa lalunya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiba-tiba danau terasa berguncang. Suara menggelegar dari tepi danau memanggil-manggil namanya. Ia tahu itu suara Bima, ia tahu Bima membencinya dan bersumpah membunuh dan meminum darahnya sebagai balasan atas penghinaannya terhadap Drupadi. Tapi ia tak takut pada Bima, ia tak pernah takut pada kematian, dan kini ia tak lagi takut kehilangan apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia keluar menemui Bima yang telah siap dengan gadanya. Ia sengaja memberikan pandangan mengejek pada Bima, juga pada para Pandawa lainnya. Ia mengejek mereka yang datang beramai-ramai bagai hendak mengeroyoknya. Sepertinya ia tahu, bahwa Pandawa itu punya kutukan untuk gampang terbakar amarah dan bersumpah. Kata-katanya segera berbuah taruhan dari Yudistira. Seolah tanpa berpikir, Yudistira mengucap sumpah. Bila ia bisa mengalahkan Bima, maka para Pandawa akan mengakui kekalahan dalam perang ini. Dan Duryodana boleh mengambil tahta Hastina selamanya. Tentu saja sumpah tanpa pikir-pikir ini membuat Kresna bagai tersambar petir. Hanya ia yang tahu bahwa Bima tak bisa membunuh Duryodana sembarangan, karena anugrah yang diberikan oleh Dewi Gandhari, ibunya. Duryodana kebal terhadal semua jenis senjata, kecuali pada pangkal pahanya. Kresna tahu karena dulu, dialah yang membuat tipu daya agar anugrah tersebut tak seluruhnya terserap oleh tubuh Duryodana.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bima segera memulai serangan, tak lama ia berhasil menghantam kepala Duryodana dengan gadanya. Bunyi gemeretak menakutkan keluar dari benturan itu. Duryodana terhuyung dan jatuh. Bima berteriak penuh kemenangan. Tapi cuma sesaat, sesaat saja Duryodana jatuh, kemudia ia bangkit segar buga seperti tak terjadi apa-apa. Tentu saja Bima merasa dipermainkan, berulang kali gadanya berhasil menghantam batok kepala Duryodana, dan berulang kali ia terhuyung, jatuh untuk kemudian bangkit kembali sambil terkekeh-kekeh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yudistira mulai cemas, seluruh Pandawa mulai cemas. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang sesungguhnya terjadi, tidak mereka pahami. Yudistira merasa bersalah terlalu cepat mengucap sumpah, kini ia tidak begitu yakin Bima bisa membunuh Duryodana. Diam-diam dia memberi tanda pada Arjuna untuk memanah Duryodana. Hal ini diketahui oleh Kresna dan segera ia menghalangi niatan Arjuna. Sungguh tak pantas bagi kehormatannya membiarkan itu terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kresna juga tak dapat membiarkan Duryodana pada akhirnya mengalahkan Bima yang kelelahan. Diam-diam ia menepuk-nepuk pahanya sendiri. Sekilas bahasa tubuhnya itu seperti orang yang cemas, tetapi juga seperti tanda untuk Bima. Seranglah bagian paha Duryodana. Bima yang kehabisan akal, juga kehabisan napas, memahami pesan Kresna tersebut. Ia menjatuhkan diri dan membiarkan Duryodana mendekat dan bernafsu untuk segera mengakhiri Bima yang kelelahan. Tapi apa daya, Bima yang telah bersiap bergerak memukul pangkal paha Duryodana terlebih dahulu. Dentuman dahsyat terdengar saat gada Bima menghancurkan paha Duryodana. Ia jatuh tersungkur, meraung kesakitan. Bima sesaat terpaku, tapi kemudian ia menerjang, menindih tubuh Duryodana, merobek dadanya dan meminum darah dari jantung Duryodana. Bima kemudian membasahi kepalanya dengan darah Duryodana. Sampai akhirnya Kresna berteriak, ”Cukup Bima, sumpahmu sudah terlaksana. Jangan kau biarkan amarah dan benci terlalu lama menguasai dirimu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tubuh Duryodana terkulai, dadanya terbuka, baju perangnya bersimbah darah. Lalu langit terbelah, cahaya putih memancar bagai ribuan air hujan yang turun membasahi bumi. Kidung para bidadari terdengar mengalun bersama mega-mega yang berarak memberikan penghormatan padanya. Konon, ia mengangkasa diterima di swargaloka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bangkok, 1 Maret 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1058587044525528342?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1058587044525528342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/03/duryodana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1058587044525528342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1058587044525528342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/03/duryodana.html' title='Duryodana'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3423170824354391467</id><published>2009-03-01T12:45:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T22:16:20.338+07:00</updated><title type='text'>Pertemuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq2tUTbMCI/AAAAAAAAAHg/N8a5ec9D6xo/s1600-h/IMG_9767.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="378" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389320793762770978" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq2tUTbMCI/AAAAAAAAAHg/N8a5ec9D6xo/s320/IMG_9767.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" width="253" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Matahari membakar aspal jalan tanpa ampun, mengirim hawa panas menembus pori-poriku. Keringat meleleh menembus kaos yang tak lagi jelas warnanya. Bus kota yang berkejaran seolah tak sabar pada lampu jalan yang berubah merah. Klaksonnya menghambur tanda tak setuju, tapi tak berdaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sudah persimpangan ketiga kulewati, aku berjalan terus maju. Bukan karena aku tahu jalan, atau arah pasti yang kutuju. Aku hanya segan berbelok, rasanya kelok jalan selalu menyimpan kerumitan-kerumitan baru. Aku mengalihkan langkahku pada bayang-bayang gedung tinggi, menghindari matahari yang meradang. Jam sudah sore, tapi panas masih meraja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Seseorang dari balik box telepon umum menyapaku. Mungkin seseorang tapi aku tak tahu pasti, tak kupalingkan muka padanya. Hanya suaranya terdengar berat ”Mau kemana, Dik?” Aku bergumam menjawab, tak jelas tentunya. Aku memang tak hendak menjelaskan pada sembarang orang yang berdiri di balik sembarang telepon umum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apalagi jaman kini, rasanya susah untuk percaya sembarang orang di sembarang waktu seperti ini. Kita tak pernah tahu apa arti tanyanya, mungkin saja ia menyimpan niat busuk, mungkin saja. Aku melangkah lebih cepat, meninggalkan tanyanya. Aku menolak sembarang orang menanyakan kemana aku melangkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kakiku memang terasa lebih berat kini. Memang pernah terpikir untuk mengambil jalan pintas dengan menumpang bus kota. Dua jam lalu aku berdiri di halte bis bersama dengan serombongan taruna tentara, seorang bocah dengan seragam sekolah, dan seorang ibu tengah baya yang menjinjing dua buah kantong plastik besar berwarna merah. Tapi tanda-tanda bis kota tak kupahami, hanya berupa angka-angka. Sebentar-sebentar lewat mini bus hijau dengan nomer 44, aku tak tahu itu kemana. Lalu berurutan bus kota nomer 1, 17 dan 143. Aku coba bertanya pada kondekturnya, tapi tak ada kondektur yang mengerti bahwa aku sedang bertanya. Mereka membiarkan aku bicara, seolah radio, tanpa perlu mereka membalas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku menyeberang jalan, memang ini bukan penyeberangan, tak ada tanda zebra cross disitu, tapi aku tak perduli. Aku menyeberang saja, toh dalam hidup tak seharusnya kita menggantungkan terlalu banyak harapan pada tanda-tanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di seberang jalan adalah pintu masuk ke taman kota, bayangan rindang pohon pada rumput hijau menggodaku untuk masuk. Taman yang tak terlalu besar rupanya, serasa seisi kota menumpahkan sesaknya disini. Berderet-deret penjual minuman dan makanan kecil mencoba menawarkan jajanannya padaku. Kubeli air dingin dalam botol tanpa terlampau perduli apa mereknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mataku lalu tertumbuk pada sekumpulan anak muda dengan rambut berwarna-warni. Mereka memasang musik, bertepuk tangan menyemangati. Rupanya sedang menari Cappoeira, sebentar-sebentar mereka berjumpalitan. Bergantian satu-persatu unjuk kebolehan. Kerumunan orang segera terbentuk dan menghalangi penglihatanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku berlalu, kulewati sepasang sejoli yang sedang bertengkar. Sebenarnya aku tak tahu pasti apakah mereka sepasang sejoli, tapi mereka sedang bertengkar. Kupalingkan wajah menolak menjadi saksi pada pertengkaran yang tak kupahami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di pojok taman, pada sebuah bangku yang penuh coretan, aku duduk meneguk air dingin dalam botol, kesegaran sedikit mengalir pada kerongkongan yang penuh kegelisahan. Kudengar alunan suara gadis di seberangku, suaranya mengalun bersama bunyi semacam gitar. Tapi tak kudengar lagu populer dari mulutnya, kudengar ia sedang merapal mantra, sebuah kalimat dari jaman lampau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku terkesima, tiba-tiba ia berdiri dan menari. Kakinya menghentak seirama mantra. Tiba-tiba aku mendengar suara tabla, dan gemerincing gelang kaki, dan semerbak dupa sewangi melati. Ia terus meliuk memainkan lakon yang terasa akrab bagiku. Ia terus memutar tubuhnya, liuknya merapal mantra, mengubah kepulan kata meretas makna. Matanya terus menatap lurus padaku. Tak hendak kupalingkan penglihatanku dari sesuatu yang terasa akrab bagiku, lagi aku merasa tak sopan telah mencuri pandang pada tariannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ia menghampiriku, dan aku mengulurkan tanganku. Ia menjabat tanganku dengan kedua tangannya dan mendekapnya pada dadanya. Sesaat aku tahu, sesuatu yang tak kuingat tapi aku tahu waktu ia berkata ”aku Kali, senang bertemu denganmu, selalu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan matahari pun berpasrah pada Cakrawala, hanya menyisakan lembayung senja menggantung. Gelap sebentar kemudian meraja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Bangkok, 1 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3423170824354391467?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3423170824354391467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/02/pertemuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3423170824354391467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3423170824354391467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2009/02/pertemuan.html' title='Pertemuan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq2tUTbMCI/AAAAAAAAAHg/N8a5ec9D6xo/s72-c/IMG_9767.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7515508309482272467</id><published>2008-12-02T21:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T20:40:56.038+07:00</updated><title type='text'>lalu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq5mdG7v_I/AAAAAAAAAIA/BbvwKYnGNjQ/s1600-h/bne.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389323974402097138" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq5mdG7v_I/AAAAAAAAAIA/BbvwKYnGNjQ/s400/bne.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;malam ini bualan menggauli mimpi-mimpi yang busuk sedari dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;entah apa yang hendak kujelaskan nanti pada dunia yang terkekeh-kekeh. pipa cangklong yang dihisapnya semakin pekat, semakin tua semakin sulit memahami mimpi-mimpi romantis jaman kini. ataukah jangan-jangan memang kita kelewat naif sampai lupa bahwa berak itu sama perlu dengan bercinta?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;malam ini bulan purnama. kesekian kali purnama yang kulewatkan tanpa pernah merasa kehilangan. pernah sesekali kucoba romantis, tapi romantis rupanya tak banyak menyelesaikan persoalan. aku malah minta anggur dituang banyak-banyak, aku mau mabuk anggur di malam yang romantis, tapi tak berguna ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;kau bagai bicara. engkau masih berani bicara? namamu telah lama tersaput mega, berarak bersorak meninggalkan aku sendiri. aku mencarimu, lama aku mencarimu. ingin kupulangkan bayanganmu yang mengganduliku. lorong-lorong yang kususuri menyisakan apek keringatku, resahku dan pesingku. aku mencarimu: engkau dimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;pernah kususuri waktu, bersama gerbong-gerbong pengangkut sapi sampai ujung rel stasiun pasar turi. kutanya pada coretan-coretan dinding yang menjawab dengan canda: amir cinta nuki dan berderet-deret tulisan yang kurang kupahami: 43OTsiaptempur!, Letoy was here, bangsat, ngewe, yang kencing anjing, BOEDOET dan lain lain dan lain lain...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;kakiku sudah lama tidak percaya pada langkahku. bahkan ingatanku membual akan bayangmu. aku tak percaya bahwa engkau sekarang sudah tua, apalagi sudah menikah. pernah ia mencoba meyakinkanku engkau ada di panti jiwa, menderita gila dan suka bicara sendiri. memang menyebalkan berdebat menyakinkannya, aku sudah lama tak lagi menghiraukan bisikan-bisikannya. ingatan memang selalu punya cara-cara untuk mengecoh perasaan kita. aku merasa aku selalu mencarimu, engkau tahu itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;mengapa begitu segan kau tinggalkan sedikit jejak. secarik &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau kode-kode morse atau apalah. aku tau morse, pernah guruku menghukumku menghapal morse. kau ingat? engkau disana melirik padaku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;ini penghujung malam, purnama hampir lewat. sebentar lagi bising berdesakkan pada jalan. aku juga akan terdesak, terpinggirkan. tapi tak mengapa karena aku juga terkadang lelah. minggir sejenak dan merebahkan sedetik dua detik kakiku dan mimpi-mimpi datang menghibur.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;sehelai daun jatuh. mengingatkan waktu pada akhirnya akan melapukkan aku, mungkin juga merenggut bayanganmu. maafkan aku. aku mencarimu, sedang engkau berpaling dariku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bangkok,&lt;br /&gt;1desember08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7515508309482272467?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7515508309482272467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/12/lalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7515508309482272467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7515508309482272467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/12/lalu.html' title='lalu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssq5mdG7v_I/AAAAAAAAAIA/BbvwKYnGNjQ/s72-c/bne.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2882018696477510428</id><published>2008-11-23T20:39:00.001+07:00</published><updated>2009-10-07T09:39:45.203+07:00</updated><title type='text'>hanya pesan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssv_WfjOXmI/AAAAAAAAAJw/AclHJeUCpJA/s1600-h/dermaga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssv_WfjOXmI/AAAAAAAAAJw/AclHJeUCpJA/s200/dermaga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389682140970376802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari bisa saja menghitung kepedihan kita,&lt;br /&gt;tapi biasanya mereka hanya lewat tak begitu perduli&lt;br /&gt;Mungkin ada yang terkenang&lt;br /&gt;karena sejumput rasa&lt;br /&gt;memang kadang tertinggal pada sudut ingatan&lt;br /&gt;Bukan niatanku datang memaksa&lt;br /&gt;hanya sekadar berbagi pesan mengingatkan&lt;br /&gt;di hari mati tak kumau ada sesal&lt;br /&gt;Kalau memang takdir mengguratkan keharusan&lt;br /&gt;kita juga akan bertemu lagi&lt;br /&gt;di lain kesempatan&lt;br /&gt;di lain keriangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangkok, 06oct08 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;pada nisanmu adalah namaku, pada namaku tertaut bintang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2882018696477510428?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2882018696477510428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/11/hanya-pesan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2882018696477510428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2882018696477510428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/11/hanya-pesan.html' title='hanya pesan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssv_WfjOXmI/AAAAAAAAAJw/AclHJeUCpJA/s72-c/dermaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-171940793127392773</id><published>2008-09-09T23:26:00.010+07:00</published><updated>2009-11-14T22:08:06.057+07:00</updated><title type='text'>Aku Tak Hendak Bicara</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4qCQTuFI/AAAAAAAAAKk/B_xt2KODcck/s1600-h/IMG_2040.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="231" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389885886354929746" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4qCQTuFI/AAAAAAAAAKk/B_xt2KODcck/s320/IMG_2040.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" width="347" /&gt;&lt;img alt="" border="0" height="230" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389885886354929746" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4qCQTuFI/AAAAAAAAAKk/B_xt2KODcck/s320/IMG_2040.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" width="346" /&gt;&lt;img /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;kau diam tak mengapa karena aku pun tak hendak bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;bukan karena telah habis rasa di antara kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;tapi kata terkadang tak menambah makna!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br style="color: #cccccc;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: large;"&gt; Bangkok, 11.36&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-171940793127392773?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/171940793127392773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/09/aku-tak-hendak-bicara.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/171940793127392773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/171940793127392773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/09/aku-tak-hendak-bicara.html' title='Aku Tak Hendak Bicara'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4qCQTuFI/AAAAAAAAAKk/B_xt2KODcck/s72-c/IMG_2040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6372818901182960198</id><published>2008-09-08T22:07:00.005+07:00</published><updated>2009-11-15T22:13:58.218+07:00</updated><title type='text'>KuCatat Engkau</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAarrVtxBI/AAAAAAAAAQU/hJHIdFm_imw/s1600-h/IMG_9661.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAarrVtxBI/AAAAAAAAAQU/hJHIdFm_imw/s320/IMG_9661.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;...&lt;br /&gt;pada tiap batang pohon pinus,&lt;br /&gt;pada tiap bongkah batu karang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pada tiap pantai,&lt;br /&gt;pada tiap gunung,&lt;br /&gt;pada awan ya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ng berarak,&lt;br /&gt;pada angin yang mendesir,&lt;br /&gt;pada nafas yang menderu&lt;br /&gt;ada hati yang merindu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bangkok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;10:1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6372818901182960198?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6372818901182960198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/09/kucatat-engkau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6372818901182960198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6372818901182960198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/09/kucatat-engkau.html' title='KuCatat Engkau'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAarrVtxBI/AAAAAAAAAQU/hJHIdFm_imw/s72-c/IMG_9661.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8123328085080476070</id><published>2008-08-06T20:54:00.002+07:00</published><updated>2009-11-15T22:10:25.548+07:00</updated><title type='text'>aku tinggal kau pergi!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAZ1bDXKQI/AAAAAAAAAQE/ty-wTvCYA1M/s1600-h/Re-exposure+of+IMG_6852.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAZ1bDXKQI/AAAAAAAAAQE/ty-wTvCYA1M/s320/Re-exposure+of+IMG_6852.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tiga kali &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kecupan selamat jalan&lt;br /&gt;terlalu ringkih untuk dikenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;tapi apa daya?&lt;br /&gt;sirene kapal&lt;br /&gt;tak lagi mau menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku harus meninggalkan engkau pergi&lt;br /&gt;jadi biarkan saja gerimis jatuh&lt;br /&gt;meleleh perlahan pada belahan dadamu&lt;br /&gt;kudekap tak akan kulepas lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok,&lt;br /&gt;9.17 pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8123328085080476070?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8123328085080476070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/08/aku-tinggal-kau-pergi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8123328085080476070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8123328085080476070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/08/aku-tinggal-kau-pergi.html' title='aku tinggal kau pergi!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAZ1bDXKQI/AAAAAAAAAQE/ty-wTvCYA1M/s72-c/Re-exposure+of+IMG_6852.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7487108725763720067</id><published>2008-07-19T21:38:00.005+07:00</published><updated>2009-11-14T22:17:45.172+07:00</updated><title type='text'>Joe Louis Puppet Show - Ganesha</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrCBfAHNKI/AAAAAAAAAIo/iJFUklfDiwU/s1600-h/devote.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389333234859848866" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrCBfAHNKI/AAAAAAAAAIo/iJFUklfDiwU/s400/devote.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini saya 2 kali nonton pertunjukkan theater di Suan Lum (Joe Louis Puppet Show). Ini adalah salah satu pertunjukkan topeng tradisional Thailand yang masih bertahan. Cerita keduanya sama sehingga saya hapal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Kumarn, putra Uma. Ia lahir dari keringat ibunya dan mendapat berkah air kehidupan dari Dewi Kongka. Kumarn ditugaskan sang ibu untuk menjaga gerbang istana dari serbuan Asura yang bernama Taraka. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Saat Shiva pulang dari pertapaannya, ia dihalangi-halangi untuk masuk ke istananya dan ditantang berperang. Shiva marah dan memenggal kepala sang bocah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Uma mendengar jerit putranya dan mendapati putranya telah meninggal ditangan ayahnya sendiri. Uma meratap, ia sangat marah dan berubah wujud menjadi Dewi Kali yang menakutkan. Setelah sadar bahwa ia telah membunuh anaknya sendiri, Shiva merasa menyesal dan menghibur Uma bahwa ia akan menghidupkan kembali putranya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Shiva memerintahkan Visukam untuk pergi ke utara dan memenggal kepala makhluk hidup pertama yang ditemuinya. Visukam memenggal kepala anak gajah. Shiva menyatukan kepala gajah tersebut pada tubuh anaknya dan sesaat kemudian ia hidup kembali. Shiva memberi nama anaknya GANESHA. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Beberapa saat kemudian, datanglah Indra melaporkan kesaktian Asura Taraka yang menyerbu sorgaloka. Shiva memerintahkan Ganesha untuk melawannya. Asura Taraka memang sangat sakti berkat anugrah dari Brahma, tidak ada dewa yang akan sanggup membunuhnya kecuali anak Shiva.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;Akhir cerita, Asura Taraka mati di tangan Ganesha dan Ganesha menjadi dewa yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang Ganesha ini bersumber dari India. Banyak modifikasi dari versi menurut Veda dan modifikasi ini terjadi bukan hanya di Thailand. Saya yakin bahwa cerita tentang Ganesha ini akan berbeda di Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shiva di Thailand dikenal sebagai Phra Issuan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7487108725763720067?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7487108725763720067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/07/joe-louis-puppet-show-ganesha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7487108725763720067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7487108725763720067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/07/joe-louis-puppet-show-ganesha.html' title='Joe Louis Puppet Show - Ganesha'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrCBfAHNKI/AAAAAAAAAIo/iJFUklfDiwU/s72-c/devote.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1300973340396009293</id><published>2008-06-24T23:38:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T10:54:51.600+07:00</updated><title type='text'>ExPLORER</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4p-BZiY8I/AAAAAAAAAP0/FDjQI6-sMKY/s1600-h/Rotation+of+IMG_4457.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4p-BZiY8I/AAAAAAAAAP0/FDjQI6-sMKY/s400/Rotation+of+IMG_4457.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3 bulan di Bangkok. Jadi turis? No Way...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bangkok lebih enak jadi explorer, kerjaannya menyesatkan diri (get lost) dan coba-coba cari yang menarik sepanjang jalan. Bangkok emang kota untuk dinikmati, amat sangat aman bila dibandingkan jalan-jalan sendirian di Jakarta. Juga bersih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet kepikiran kenapa kok disini lebih semangat jalan sana jalan sini, padahal kalo dipikir-pikir, tempat-tempat yang diiklankan di buku panduan wisata biasa-biasa aja. Yah menarik sih untuk ukuran turis, objek photo-photo buat dijadikan kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sejauh ini cuma chaktucak week end market yang gak ada bandingannya di jakarta. Tapi itu bukan berarti gak ada tandingannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus temple-temple and wisata sungai (Chao Praya and khlong2/kanal di bangkok masih berfungsi 100% sebagai sarana transportasi, juga wisata sungai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus MRT (sub way) dan BTS (sky line) yang gak ada juga di jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus keamanan, yang bener-bener jakarta gak punya!!! di Bangkok maksimal tourist scam, tanpa kekerasan terlibat. Di jakarta minimal di copet maksimal di rampok + diperkosa + dibunuh (busyet sadis banget ternyata Jakarta!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suwer tekewer kewer, buat Bang Fauzi Bowo (Gubernur Jakarta masih kan?), jangan ente berkecil hati Bang! Jakarte juge punye potensi... nih kalo gak jelas ane kasih ente penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasar kue pagi buta di terminal senen.... Jadikan objek wisata kuliner, lah ini tempat menakjubkan tapi gak ada di buku panduan wisata jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tukang jualan viagra, kondom dan cialis sepanjang jalan hayam wuruk dan gajah mada, gak ada juga tuh di negara lain (minimal thailand yang terkenal dengan wisata kulimeXXX-nya, gak ada tempat yang sedasyat ini). Teman saya dari Malaysia sampai shock and insist want to shoot with his handy cam when i took him here!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pasar antik di jalan Surabaya (wah katanya mau digusur yah?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Taman LaWANG. suer ini objek wisata juga loh. Jangan di anak tirikan mereka. Bencong-bencong di thailand punya industri sendiri yang gak melulu esek-esek. Ladyboy show di bangkok aja ada 3. Gedungnya megah-megah, padahal shownya bagusan jg tari kecak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Taman ismail Marzuki... coba direvitalisasi dikit. Jadiin kayak SIAM NIRAMIT di thailand. Kirim tuh para ajudan ente tour ke bangkok liat siam niramit, buset show nya tiap malem penuh sama turis. Ada kali 5000 orang sekali show. PAdahal, kalo mau, cuma nampilin TARI KECAK, TARI SAMAN, RAMPAK GENDANG, REOG PONOROGO plus LEGONG BALI... lewat tuh semua!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Monas. Jangan dikira monas gak punya potensi. Cuma masalahnya gak aman aja, padahal enak loh nyantai-nyantai di monas. Kayak gak di jakarta hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kota tua &amp;amp; Museumnya. Busyet terakhir tuh ke museum kayak masuk rumah kosong aja. gak ada barang-barangnya, sampe bingung ini museum apa bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pulau seribu. LAh kite aje orang jakarte gak tau gimana caranya ke pulau bidadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Makanan PAdang. Perintahkan semua rumah makan padang menyajikan makanannya secara "padang".... tumpuk semua piring and bawa oleh seorang pelayan. Turis apreciate gayanya, walaupun rasanya gak cocok di lidah mereka hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. jadikan glodok dan kota "pecinan seutuhnya"... turis suka wara wiri di tempat2 yang eksotis. bukan masalah rasis tapi ini murni bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tanah abang juga daerah wisata... gak ada pasar begitu di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mall2 di jakarta gak kalah gede dan mewah buat ukuran asia. jangan gak pede, turunkan bea masuk, biarkan semua orang kaya di Indonesia dan di seluruh dunia belanja di Jakarta!!!! jangan biarkan orang kaya jakarta belanja di singapura atawa hong kong!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Taman mini indonesia indah. Ini murni warisan orba (utamanya ibu Tien). Tapi jangan dimusuhin ding. Jadikan ini indonesia mini betulan, gak banyak orang yang tau kalo indonesia punya 13,776 pulau and ribuan bahasa daerah!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. banyak lagi deh bang.. asal serius ame keamanan semua bisa diatur. Tinggal angkut tuh semua turis dari bali ke jakarta. kasih iming iming penerbangan murah dari bali - jakarta - bali&lt;br /&gt;bejibun tuh turis pade dateng.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Amin deh Bang, di doain dari Bangkok. Semoga jakarte makin maju aje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Dirgahayu Jakarta, BTW kenapa namanya jakarta ye? pan dulunye Batavie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1300973340396009293?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1300973340396009293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/06/explorer.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1300973340396009293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1300973340396009293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/06/explorer.html' title='ExPLORER'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4p-BZiY8I/AAAAAAAAAP0/FDjQI6-sMKY/s72-c/Rotation+of+IMG_4457.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3296935772446617353</id><published>2008-06-08T00:00:00.001+07:00</published><updated>2009-10-11T22:55:10.996+07:00</updated><title type='text'>Katoey</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StH_wEcaetI/AAAAAAAAAKs/09_GeclI5mw/s1600-h/IMG_3825.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 378px; height: 253px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StH_wEcaetI/AAAAAAAAAKs/09_GeclI5mw/s320/IMG_3825.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391371430230915794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Atawa ladyboy atawa bencong. Di Bangkok ada 3 pertunjukkan gaya kabaret yang pemainnya semua katoey. Baik yang "barangnya" masih utuh maupun yang sudah dipermak sehingga berubah bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah nonton 2 di antaranya. Yang pertama di hotel asia (Callypso), pertunjukkan yang mengesankan diselingi lucu-lucuan. Sehabis pertunjukkan, para aktornya berbaris rapi untuk memberikan kesempatan kepada para penonton potret bersama. Disini saya males keluar duluan karena tempatnya memang sempit. setelah penonton sepi, saya keluar dan sepintas saja haha hehe dengan para ladyboy ini. Teman saya dari Indonesia (utusan deplu yang baru kenal di tempat pertunjukkan itu) sempat minta photo bersama para katoey ini. Senyum kiri senyum kanan satu dua tiga... ceprettt cepreettt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah photo langsung acara dadah dadah-an sambil ngucapin terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua saya nonton Mambo Cabaret di Sukhumvit. Yang ini tempatnya lebih besar, penontonnya lebih banyak. Tiketnya pun lebih murah (800 baht, di callypso 1200 baht). Sepanjang pertunjukkan kesan serba artifisial terasa benar. Sebuah pertunjukkan yang cukup menghibur sebenarnya (walaupun saya pribadi lebih suka dengan yang di callypso). Setelah kelar, saya dan rombongan (saya nonton bareng temen2 dari trans yang kebetulan dolan-dolan di Bangkok) menunggu penonton lain bubar. cukup lama karena gedung pertunjukkannya penuh. akhirnya kita keluar paling akhir, dan di pintu keluar kita mendapati barisan katoey yang tadi tampil di panggung berpose. Langsung temen2 merubung pada mau potret, dan para katoey pun tersenyum lebar dan berpose bersama... satu dua tiga cepret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat seusai potret bersama, giliran para katoey ini yang merubung temen-temen saya, semua pada minta tip... five hundred bath ... five hundred baht... teriak mereka brutal. "Waduh, keluar nih aslinya" pikir saya dalam hati. Temen saya memberi uang langsung semua kabur... tinggal saya sendiri terjebak dalam barisan paling akhir. Tidak bisa keluar karena terhalang kerumunan para katoey yang masih belum puas minta duitnya. Mereka serempak nengok ke saya... "mati gue". G gak takut ama preman, tapi sama bencong lain lagi. Mereka lebih menakutkan dibanding preman senen sekalipun. mulai mereka mendekati dan menarik-narik saya. Kamera saya mulai dirampas dan mereka teriak-teriak minta duit. busyett, bahaya tingkat tinggi nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya teriak.. oke oke oke.... mereka mundur selangkah, saya keluarkan dompet (sialan gak ada duit kecilan, paling kecil 500 baht). Begitu duit saya keluarkan, seorang katoey yang paling sigap langsung menyergap. Duit pun berpindah tangan. yang lain sedikit terkesima, saya terpesona dengan kecepatannya.... sebelum mereka sadar, saya pun cepat-cepat menerobos "pagar ayu" para katoey tersebut dan melarikan diri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pengalaman yang rese tapi juga penuh arti. Sebuah pertunjukkan hidup yang keras, dibalik glamour, tari dan musik yang ceria, hidup penuh tipu daya. Kosmetika hanya penutup lara dan upaya para katoey untuk mencapai kesempurnaan wanita memang hanya artifisial belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap ada kesempatan untuk menyaksikan pertunjukkan katoey yang selanjutnya (Dome di Sutthisan). Ada yang mau join?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Temen saya wanti-wanti, hati-hati jangan sampai dapat banci&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3296935772446617353?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3296935772446617353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/06/katoey.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3296935772446617353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3296935772446617353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/06/katoey.html' title='Katoey'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StH_wEcaetI/AAAAAAAAAKs/09_GeclI5mw/s72-c/IMG_3825.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1651589983547207588</id><published>2008-05-15T20:59:00.000+07:00</published><updated>2008-05-15T21:24:38.824+07:00</updated><title type='text'>Un'Xpected</title><content type='html'>Baru bisa sedikit bahasa Thailand di bangkok memang merepotkan. Apalagi tampang g bukan tampang turis, tampang g lebih banyak (99,99%) tampang Bangkokkian (begitu orang Bangkok menyebut diri mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G biasanya naik MRT (kereta bawah tanah model di Singapore gitu deh), tapi kalo lagi males g naik taxi. Nah resminya nama gedung kantor g tuh - Muang Thai Phathra Complex, tapi gak ada supir taxi yang ngerti tuh tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"M.U.A.N.G.G..T.H.A.I..P.H.A.T.L.L.A" biasanya g mengucap. Orang bangkok biasanya cadel, ato memang gak ada hurup "R" dalam bahasa Thailand, g juga masih kurang jelas. Biasanya supir taksi gak ngerti, g langsung aja suruh jalan, go.. go.. sambil pake tambahan ayunan tangan mengindikasikan .. ayo jalan... Terus pake bahasa tarzaN deh buat belok kanan kiri.. and hoalaaa nyampe kantor. Cape juga begini terus, g tanya orang kantor sebenernya kalo ngomong ke supir taxi mau ke kantor itu apa. Orang kantor ngasih tahu "muang thai phla khan pay". Besoknya g praktekkan. Hualah ternyata tuh supir taksi masih gak ngerti juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah berulang kali ngomong muang thai phla khan pay.... akhirnya tuh supir taksi ngerti, itu juga sebenernya setelah ngeliat gedung kantornya. Dia ketawa dan ngasih tahu g, yang bener itu bukan MUANG THAI.... tapi MeaANG THAI.... hualah beda dikit aja dia gak ngerti!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Thailand untuk urusan perdagangan sih g dah ngerti, g dah bisa ngitung and nawar, walau terbata-bata. Saking seringnya g nanya THaO RAI? (sedikit cadel) biasanya mereka langsung jawab harganya. Sam Sip baht (30 baht), song sip haa (25 baht) and g dah mulai ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemaren sore g beli minuman di stall juice siap saji merk SONTRAA, g ambil tuh botol juice, kasih ke mbak penjaganya and nanya THaO RAI? eh dia jawab "p" ato mirip-mirip perrrtt lah menurut pendengaran g. Otak g langsung mikir keras, berapa duit nih peerrttt... g belum&lt;br /&gt;pernah denger ini berapa duit. Terus g tanya lagi m"TaO Rai? eh dia jawab dengan nada tinggi.. peerrTTTT.... g masih gak jelas, nanya lagi "TaO Raii? eehh dianya jawab sambil mukanya marah dan nadanya tinggi banget PERRRTTTT. G bingung and akhirnya g keluarin bahasa dewa g... HOW MUCH?  ehhh nih mbak-mbaknya Bangkok jawab dengan suara gak kalah galak... OPEEEENNNN???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ohhh maksud dia g mau minumannya dibuka and minum di tempat apa di bawa... and dia merasa dipermainkan g gak jawab, malah nanya berapa terus-terusan. Sialan, padahal khan g yang mestinya marah.. G nanya Thao Rai (berapa?) duluan, eh dia jawab dengan nanya lagi "dibuka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yahhh begitulah kalo baru bisa sedikit-sedikit... ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Bangkok&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 102);"&gt;PS: Sekarang dah musim hujan nih di sini, tiap hari mendung melulu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1651589983547207588?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1651589983547207588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/05/unxpected.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1651589983547207588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1651589983547207588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/05/unxpected.html' title='Un&apos;Xpected'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6536366553657416272</id><published>2008-04-07T00:10:00.007+07:00</published><updated>2009-11-15T22:12:49.401+07:00</updated><title type='text'>The Bangkok Police Story 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAaJhKQMSI/AAAAAAAAAQM/faRei9RrTiM/s1600-h/IMG_4071.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAaJhKQMSI/AAAAAAAAAQM/faRei9RrTiM/s320/IMG_4071.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selain sisi jelek polantas di Bangkok (yang gak jauh beda sama di Jakarta). Ada cerita lain dari polisi lalu lintas di Bangkok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ceritanya ada di The Nation minggu (6 April 08), surat kabar berbahasa inggris di Bangkok selain The Bangkok Post. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Entah ini dipublikasikan untuk perbaikan citra atau bukan, tetapi mereka terampil melakukan persalinan darurat di pinggir jalan. Polantas di sini diberikan training khusus untuk melakukan persalinan darurat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Hal ini disebabkan karena kondisi lalu-lintas yang parah di Bangkok, banyak ibu-ibu yang terjebak kemacetan takkala pergi ke rumah sakit untuk persalinan. Diterangkan bahwa sudah ada 75 kali persalinan yang dilakukan oleh Polisi Lalu Lintas Kerajaan Thailand. Seorang polantas, Sersan Mayor Phichet Visetchok, saja sudah 14 kali menolong kelahiran di pinggir jalan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Sebenernya sih kalo dibandingkan dengan Jakarta, macetnya sama aja. Tapi g kok bingung dengan tingkat persalinan darurat di pinggir jalan di sini jauh lebih banyak dibanding dengan Jakarta? Mungkin di Jakarta juga sama, tetapi tidak pernah masuk koran saja. Atau mungkin juga karena di Jakarta banyak dukun beranak dan bidan, sehingga ibu-ibu gak perlu melahirkan dalam perjalanan ke rumah sakit. Persalinan cukup di rumah, ditangani oleh dukun beranak atau bidan?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Wallahuallam.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Salam,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #663300; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Saya lahir di rumah sakit umum Karawang. Menurut keterangan ibu saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6536366553657416272?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6536366553657416272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/bangkok-police-story-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6536366553657416272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6536366553657416272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/bangkok-police-story-2.html' title='The Bangkok Police Story 2'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAaJhKQMSI/AAAAAAAAAQM/faRei9RrTiM/s72-c/IMG_4071.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8739135656755533504</id><published>2008-04-06T23:59:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T22:12:22.714+07:00</updated><title type='text'>The Bangkok Police Story 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrA04SWndI/AAAAAAAAAIY/B1eXI1Ts5pM/s1600-h/Tilang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389331918797315538" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrA04SWndI/AAAAAAAAAIY/B1eXI1Ts5pM/s320/Tilang.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ini bukan judul film loh. Kemarin hari sabtu (5 april 08), g pergi makan malam sama temen2 baru g di Bangkok. Pulangnya g dianterin balik ke hotel. Iseng-iseng g nanya ke temen g, namanya Kan. Gimana POLANTAS di Bangkok? kalo kita melanggar aturan lalu lintas terus kena "semprit" bisa gak nego?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belum sempet dijawab sih, temen g belok kanan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pritttttt&lt;/span&gt;...... hehehe ternyata g sakti juga ya, baru ngomong langsung kejadian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Singkat kata singkat cerita temen g menepi, seorang polisi lalu lintas - cowok, datang menghampiri. Ngomong apalah dalam bahasa Thai yang g belum ngerti, temen g ngasih sebuah kartu. G asumsikan SIM, sang polisi memeriksa dan senyum-senyum, kemudian temen g disuruh jalan. G tanya salahnya apa? KAta pak polantas, dia belok di jalur bus. Terus dia diminta SIM, tapi dia keluarin kartu anggota asosiasi Lawyer. Ternyata kartu itu sakti disini, polisinya males adu argumentasi hehehee&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terus dia jawab pertanyaan g sebelumnya. Kalo ditilang polantas, senyum2 aja, terus nego. Biasanya tarifnya sih sekitar 100 baht (Rp30 ribu). Wah wah wah jadi kebayang kampung halaman tercinta ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terus g bilang, di jakarta juga sama. Tapi tarifnya lebih mahal, biasanya Rp50rb (165 baht). Dan kalo yang nilang Polantas Wanita, jangan harap bisa nego. Pasti ditilang. Terus temen g tertawa senang. Dia bilang untunglah di Bangkok gak ada polisi lalu lintas wanita ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f1c232; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pak Polisi, aku tetap mendukungmu membasmi para bandit. Caayooo!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8739135656755533504?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8739135656755533504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/bangkok-police-story-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8739135656755533504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8739135656755533504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/bangkok-police-story-1.html' title='The Bangkok Police Story 1'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SsrA04SWndI/AAAAAAAAAIY/B1eXI1Ts5pM/s72-c/Tilang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2771601512272698993</id><published>2008-04-06T23:22:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T20:45:45.469+07:00</updated><title type='text'>LAdyBOY</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIB2oogfJI/AAAAAAAAAK8/yYzMIcMrXFE/s1600-h/IMG_4140.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391373742047788178" src="http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIB2oogfJI/AAAAAAAAAK8/yYzMIcMrXFE/s320/IMG_4140.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 214px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Lady Boy banyak di Thailand, dan banyak pula yang cakep-cakep. Lady Boy emang asik diomongin karena untuk ukuran masyarakat kebanyakan, mereka kaum yang nyeleneh. Terlahir dengan fisik lelaki (memiliki kemaluan laki-laki) tetapi merasa sebagai wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang gak pernah ada sensus resmi. Berapa jumlah LadY Boy ini di dunia. Atau perbandingan antara jumlah Lady Boy dengan Boy Lady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bangkok Post, ada 2 perdebatan hangat saat ini. Pertama adalah rancangan  perubahan definisi "PERKOSAAN" dalam hukum thailand. Kedua adalah praktek dokter bedah yang memberikan jasa bedah perubahan kelamin  dari laki-laki ke perempuan. (Sejauh ini sih belum pernah denger dokter sini bisa mengubah perempuan menjadi laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hukum Thailand saat ini. Perkosaan hanya dapat terjadi di luar pernikahan. Oleh laki-laki yang memasukkan organ vitalnya ke organ vital perempuan, dengan paksa. Seperti juga di Indonesia, agak sulit membuktikan klausul "dengan paksa" ini. Jadi pihak perempuan akan terkena petaka dua kali, diperkosa dan harus membuktikan dirinya dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan definisi perkosaan yang baru meliputi perkosaan dalam rumah tangga, dan perkosaan tidak harus dilakukan oleh lelaki terhadap perempuan. Tetapi juga oleh lelaki terhadap sesama lelaki. Kalau perkosaan perempuan terhadap perempuan mungkin ribet yah, karena ada klausul memasukkan dengan paksa organ kelamin satu terhadap yang lain. Gak kebayang gimana caranya perempuan melakukannya terhadap perempuan lainnya hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lelaki dan perempuan di thailand memang cukup kompleks. Saya coba membaginya sbb:&lt;br /&gt;1. Fisik = lelaki, Perasaan = Lelaki, nafsu terhadap = wanita&lt;br /&gt;2. Fisik = lelaki, Perasaan = Lelaki, nafsu terhadap = laki-laki yang merasa wanita (no. 3 dan no. 4)&lt;br /&gt;3. Fisik = lelaki, Perasaan = Perempuan&lt;br /&gt;4. Fisik tadinya lelaki, terus operasi jadi perempuan, perasaan = perempuan&lt;br /&gt;5. Fisik = perempuan, Perasaan = perempuan, nafsu terhadap lk-lk&lt;br /&gt;6. Fisik = perempuan, perasaan = laki-laki, nafsu terhadap perempuan&lt;br /&gt;7. Fisik = perempuan, perasaan = perempuan, nafsu terhadap perempuan yang merasa lelaki (poin 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih gak pernah dengar ada poin 6 yang suka sama poin 3 atau poin 4. Wah kalo gitu jadi terbalik-balik. Yang  fisiknya cewek perannya cowok. Yang cowok perannya jadi cewek. waduh apakah ini pertanda dunia mau .....t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi segenap rakyatnya, pemerintah thailand merasa perlu melakukan perubahan terhadap undang-undangnya. tetapi saran saja, mungkin perlu memperjelas klasifikasi jender dulu, sebelum mengubah undang-undang perkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAgaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2771601512272698993?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2771601512272698993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/ladyboy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2771601512272698993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2771601512272698993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/ladyboy.html' title='LAdyBOY'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIB2oogfJI/AAAAAAAAAK8/yYzMIcMrXFE/s72-c/IMG_4140.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2574741512429051023</id><published>2008-04-03T00:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T00:18:49.053+07:00</updated><title type='text'>Beras Thailand</title><content type='html'>Thailand emang jagonya agriculture deh... jempolan mereka. Bayangin aja, sebagai negara pengekspor besar terbesar di dunia (Produksi beras Thailand 21 juta ton setiap tahun, 8 juta ton-an diekspor),  Thailand memasok 100% beras  di Hong Kong.  Hari ini di Bangkok Post ada berita bahwa terjadi kericuhan (rush) di Hong Kong. Penduduk HK pada nyerbu supermarket2 di sana, karena takut gak kebagian beras. Mereka takut harga beras naik lagi, karena dalam bulan ini sudah naik 1/3 kali, dan ada rumor bahwa Thailand mengurangi ekspor ke HK karena panen yang gak terlalu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal beras Thailand tuh gak enak-enak amat. MEnurut g rasanya agak bau gimana gitu. G dah makan mulai dari restoran mahallll, hotel bintang 5, food court, chinese restoran sampe kaki lima di bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding beras Cianjur? busyet jauh bangget bow. Enakan beras Cianjur kemana mana. Pulen dan wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa binti mengapa. Kok Indonesia yang katanya negara agraris. Gak bisa jualan beras Cianjur ke luar negeri. Padahal itu asset nasional loh, dan di jamin mampu bersaing di kancah internasional. Untuk kebutuhan beras nasional aja kita malahan import dari Vietnam. Payah payah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tidak boleh putus asa. Yang penting berjuang dan berupaya. Iya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;G juga mau jualan nasi uduk ala betawi di Bangkok.. mau ikutan?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2574741512429051023?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2574741512429051023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/beras-thailand.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2574741512429051023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2574741512429051023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/beras-thailand.html' title='Beras Thailand'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-599075669127561670</id><published>2008-04-02T23:32:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T22:23:44.368+07:00</updated><title type='text'>Yuks bisnis di Bangkok</title><content type='html'>&lt;span style="color: #990000; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari beberapa temen yang nitip oleh-oleh dari Bangkok, semuanya nitip sebuah produk yang gak ada di Indonesia. Teh Tarik cap Tea Time keluaran Nestle. Bungkusnya Orange, gak salah kalo nyari di supermarket. Sejauh ini g menemukan produk ini di Isetan dan Big C. Emang enak sih nih teh tarik, megang lah rasanya hehehe. apalagi kalo abis diseduh air panas, terus dikasih es batu yang banyak + fresh milk sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nestle-nya sendiri dah lama ada di Indonesia. Kantornya aja segede gaban di daerah Lenteng Agung. Tapi kenapa nestle gak meluncurkan produk ini di Indonesia? padahal sudah terbukti dari riset ala oleh-oleh temen di atas, rasanya cuocuok dengan lidah melayu and china Indonesia hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Nestle gak sadar akan hal ini. Kalo seandainya g kasih tahu Nestle, g dapet persenan gak yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, mungkin saja ada berbagai kesempatan kita jualan produk produksi Indonesia di luar negeri. Malaysia, brunei, Thailand dan negara asean lainnya relatif punya selera yang sama, lidah yang sama. hanya saja kita kurang meng-eksplor dan kurang support juga dari yang berwenang. Mungkin pengusaha-pengusaha ini mesti mempertimbangkan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;1. JCo pasti laku punya disini (tolong bilangin Oom Johny dong, g minta persenannya ehe ehe)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;2. orang thailand tergila gila sama Sinetron &amp;amp; filem bioskop produksi Thailand film horor semua (mirip banget deh sama di Indonesia) mungkin TransTV perlu mempertimbangkan bikin film 2 dunia di sini  dan di Indonesia (macem film Ayat-Ayat Cinta yang heboh itu deh, cuma di Jakarta, Bangkok and KL biar bisa dijual di tiga negara itu hehehe)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;3. Orang bangkok juga tergila-gila sama mobil, busyettt lebih gila dari Jakarta, and komunitas Porsche, Ferarri, Alfa Rome dll dll komplit. Kesempatan buat pengusaha barang-barang kolektor and hobby, pengusaha maintenance mobil-mobil mewah buat nyerbu ke sini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;4. Ada 21 juta turis ke Bangkok tiap tahunnya. Entah berapa persennya orang Indonesia dan negara-negara muslim/jewish yang harus taat pada makanan HALAL dan KOSHER. Tapi suwer nyari makanan halal di Bangkok susahnyeeeee boowwwww.  Walaupun harga makanan di sini relatif lebih murah dari Jakarta, tapi makanan halal bisa dijual lebih mahal lohhh (G mau ngajak temen g buat buka restoran padang, Ayam Bakar/Panggang dan Masakan Manado di sini ahhh... G jamin laku. Ada yang berminat nyumbang modal?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sih sebenernya ide-ide bisnis lainnya, tapi nanti yahh... pelan-pelan. And kalo anda berminat bisnis di Bangkok, hubungi aja g. hehehe semua bisa diatur deh (hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalo dah sukses di Bangkok jangan lupa mudik kalo lebaran yah ;p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #990000; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-599075669127561670?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/599075669127561670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/yuks-bisnis-di-bangkok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/599075669127561670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/599075669127561670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/04/yuks-bisnis-di-bangkok.html' title='Yuks bisnis di Bangkok'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1892553445743298813</id><published>2008-03-30T23:54:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T22:26:36.847+07:00</updated><title type='text'>SuvarnaBhumi</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Adalah nama bandara internasional Thailand yang baru. Letaknya agak di luar kota. Bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara lama (DonMuang International Airport) yang kewalahan untuk menampung pesawat-pesawat dari berbagai penjuru dunia yang singgah ke Thailand. Tahun 2007 lalu, 20 juta turis dari berbagai penjuru dunia datang ke Thailand melalui bandara SuvarnaBhumi. Bandingkan dengan target turis DKI Jakarta tahun 2008 yang "cuma" 1,5 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari namanya... SuvarnaBhumi mengingatkan kita pada pelajaran sejarah jaman smp dulu. SuvarnaDwipa. Ya, nama pulau Sumatera pada jaman Sriwijaya (kalo kaga salah ya). Suvarna = Emas, Bhumi = tanah jadi secara harfiah artinya tanah emas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tapi bukan itu yang menarik buat saya. Yang menarik adalah, ternyata bahasa Thailand memiliki akar bahasa Pali dan Sansekerta. Bahasa Pali sendiri adalah bahasa pada jaman Buddha Gotama (+/- 600 SM), bahasa ini bukan bahasa percakapan, tapi cuma bahasa tulisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sama seperti bahasa Latin gitu lah. Bahasa yang dipakai buat nulis kitab suci tapi gak pernah jadi bahasa percakapan. Sansekerta adalah derivatif dari bahasa Pali, seperti bahasa Yunani (Greek) yang merupakan derivasi bahasa latin. Banyak bahasa sansekerta yang diserap dalam bahasa Thai juga sangat familiar dengan kita di Indonesia. Sejauh ini ane sebenernya baru tahu Lakhon=lakon, bhumi=bumi, Garuda=garuda, Deva-Dewa, Devi-Dewi, nanti yang lainnya ditambahin deh ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bahasa Thai dan Indonesia banyak samanya. Sama-sama menyerap banyak kosa kata asing. China, India, Latin, Arab dll dll... Tapi bahasa Thai sudah lebih "established" dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang baru seumur kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selain bahasa, makanan juga banyak samanya loh.... Tom Yang Kung di Thailand ternyata sama dengan Tom Yang Kung di Indonesia, Pad Thai di sini juga ternyata gak jauh beda dengan di Jakarta ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Salam dari Bangkok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Tom Yam Kung (Udang); Tom Yam Plaa (Ikan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1892553445743298813?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1892553445743298813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/03/suvarnabhumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1892553445743298813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1892553445743298813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/03/suvarnabhumi.html' title='SuvarnaBhumi'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6543850259595220742</id><published>2008-03-30T23:17:00.004+07:00</published><updated>2009-11-15T22:17:17.384+07:00</updated><title type='text'>Erawan SHRINE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAbP1zCcDI/AAAAAAAAAQc/a-1oZAkWP6k/s1600-h/IMG_9470.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAbP1zCcDI/AAAAAAAAAQc/a-1oZAkWP6k/s400/IMG_9470.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pernah ke Bangkok?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Di ibukota kerajaan Thailand yang panasnya gak jauh beda dengan Jakarta. Ada sebuah kuil kecil di persimpangan utama di tengah kota Bangkok. Tepatnya disamping Grand Hyatt Hotel, berhadapan dengan Gaysorn Mall dan Central World.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Pengunjung kuil ini selalu penuh. Pagi siang sore malem, bahkan ketika pintu gerbang kuil ditutup malam hari untuk bersih-bersih, para peziarah masih berdoa di luar gerbang. Beberapa bahkan sampai gelar tikar di pinggir trotoar.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Tempat ini sungguh unik. Sebuah patung Brahma berada di dalam sebuah kuil kecil, dengan altar di 4 penjuru. Kuil ini dinamakan Erawan Shrine (Elawan kalo orang Thailand yang ngomong), yaitu nama gajah tunggangan Dewa Indra. (Di sini g sedikit bingung, Dewa yang dipuja Brahma tapi nama kuilnya gajah tunggangan Indra??? ato mungkin g yang agak salah).&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Ini jelas-jelas sebuah kuil Hindu, dengan dewa-dewa Hindu. Tetapi yang datang berkunjung dan berdoa sangat beragam. Setengah jam duduk di situ memperhatikan para peziarah yang datang: kebanyakan orang Thai... etnis thai maupun china, sepasang turis jepang, bule mungkin dari italia karena mukanya mirip al pacino gitu, orang India yang pakai sorban, orang India yang gak pakai sorban, turis belanda, ada orang item juga.. entah somalia atau nigeria ikutan berdoa pakai dupa dan bunga segala.. hehehe sebuah pemandangan yang sangat langka... coba deh ke sana&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Semua yang berdoa punya gaya masing-masing, sesuai dengan kenyamanan dan keyakinan masing-masing. Bahkan disini, anda bisa berdoa diiringi tarian dan musik thailand.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Setelah agak kesemutan 30 menit duduk-duduk bengong, g jalan mengelilingi kuil tersebut. Asap dupa dan latar belakan musik thailand merupakan perpaduan yang asik. Membangkitkan suasana yang agak mistis gimana gitu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Di sebuah pojokan, ada patung gajah berbagai ukuran. mulai yang sebesar anak kambing sampai seukuran anak gajah beneran. Ternyata itu adalah persembahan orang-orang yang doanya dikabulkan (atau yang berharap doanya dikabulkan?). Di tubuh gajah-gajah  itu biasanya diukir nama-nama donatur yang menyumbangkan gajah itu ke kuil. Iseng-iseng baca siapa saja, wwaaahhhh, ada dua gajah ukuran besar, dengan perut terukir Irawan Sutanto dari Surabaya... ;p&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; mungkin beliau menyadari namanya berat yahhh, jadi mesti sowan dulu ke yang punya nama. Irawan - Erawan. Nah bagaimana anda-anda yang punya nama Irwan, Erwan, dan Irawan irawan lainnya? mau nitip saya untuk sowan ke yang punya nama di kuil ini?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Salam dari Bangkok&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;PS: di kuil ini kayaknya berlaku toleransi beragama yang sebenernya kali yah?! Terserah ente mau agama apa, kalo mau berdoa, berdoa aja. Gak ada tuh yang bakal nanya anda agamanya apa hehehe..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6543850259595220742?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6543850259595220742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/03/erawan-shrine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6543850259595220742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6543850259595220742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/03/erawan-shrine.html' title='Erawan SHRINE'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAbP1zCcDI/AAAAAAAAAQc/a-1oZAkWP6k/s72-c/IMG_9470.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8830730916372425124</id><published>2008-02-05T18:47:00.000+07:00</published><updated>2008-02-05T19:08:08.254+07:00</updated><title type='text'>Ojo Gumunan</title><content type='html'>Kita memang sering dibuat takut oleh hal-hal yang mistis. Tapi juga terpesona. Minggu lalu teman saya cerita tentang www.peteranswers.com. Sebuah situs  ramalan.  Teman saya cerita tentang hebatnya situs itu karena bisa menjawab hal-hal yang ditanyakan dengan akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama saya tidak percaya. Saya langsung membayangkan sebuah program komputer yang bisa mengeluarkan jawaban tapi dia menanyakan dulu hal-hal lain sebelumnya. Intinya saya yakin ada hengky pengky nya deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh kebetulan besok sorenya ada teman yang lagi heboh nanya-nanya si peter ini. semua pertanyaan memang dijawabnya. tepat. bahkan waktu ditanya saya lagi ngapain, dia jawab saya lagi minum green tea dari botol ijo.... huaaaaaa bener banget tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weleh-weleh, ini pasti ada apa-apanya. Pasti! tapi apa-apanya itu saya belum tahu. Jadi, begitu temen saya yang ngetik2 di komputer pergi, saya langsung gantikan posisinya. Pertanyaan pertama dijawab: "You don't believe me enough!". "Sialan kok dia tahu ya g gak percaya?" terus g tanya lagi dan lagi dan lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jawabnya dalam bahasa inggris, Dark thought intervene with the question, you seem like to test me, i don't want to answer your question again!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus temen saya datang lagi. Atas desakan temen-temen lain yang lagi pada heboh, pertanyaan mistis pun dilanjutkan. dan jawabannya kok hebat, tepat semua. Kata teman saya memang begitu. Si Peter ini pilih-pilih klien. Harus orang yang sangat percaya yang akan dijawab. busyettttt serem amat. ntar kalo dia ternyata anak iblis gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe malam tuh kepikiran terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada panggilan masuk ke handphone. Dari temen yang tadi ikutan nanya-nanya si peter. Dia bilang lu cari deh di wikipedia, ada tuh penjelasannya. Segera saya nyalakan laptop, connect ke internet, search di google, kata kunci peteranswers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;busyeeetttt bener kan. Ini program tipu-tipu. Modus operandinya juga gak jauh-jauh dari dugaan g sebelumnya. (bagi yang mau tau, search sendiri yah!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari heboh-heboh si peteranswers.com saya mengambil pelajaran bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jadi orang memang OJO GUMUNAN, jangan mudah kaget alias tercengan-cengang alias heran seperti kata alm. Pak Harto.&lt;br /&gt;2. Seperti cerita-cerita kung fu China, bahwa untuk mengobati racun harus dilawan pakai racun lagi. Untuk mengungkap tipu-tipu di internet, pergunakanlah internet untuk mengungkapnya. Cari aja di google atau yahoo. Pasti ada orang yang mau menceritakannya untuk kita.&lt;br /&gt;3. Temen saya adalah artis (dia cewek) yang hebat, dengan meyakinkannya dia ikutan takut kala jawaban si peter bener.... sialan dia hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 5 Februari 08&lt;br /&gt;(Askjud.com juga temennya si peteranswers.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8830730916372425124?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8830730916372425124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/02/ojo-gumunan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8830730916372425124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8830730916372425124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/02/ojo-gumunan.html' title='Ojo Gumunan'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8983806964881228632</id><published>2008-01-29T03:31:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T22:16:23.387+07:00</updated><title type='text'>Pak Harto</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-size: x-large;"&gt;Selamat jalan Pak. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8983806964881228632?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8983806964881228632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/pak-harto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8983806964881228632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8983806964881228632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/pak-harto.html' title='Pak Harto'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1237781305979207903</id><published>2008-01-24T08:56:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T21:01:10.798+07:00</updated><title type='text'>kabarDUKa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1lkoBzIPI/AAAAAAAAAOk/R9ZzZcgymI4/s1600-h/Re-exposure+of+IMG_7235.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1lkoBzIPI/AAAAAAAAAOk/R9ZzZcgymI4/s200/Re-exposure+of+IMG_7235.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bilang itu suara burung orang mati. Ya, bila suara burung itu terdengar sepanjang hari pertanda kabar duka sebentar lagi menghampiri. Aku sendiri belum pernah melihat rupa burung tersebut. Tapi fantasiku mewujudkan burung hitam serupa gagak pembawa bencana seperti dalam film-film di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya memang memilukan, seperti panggilan peluit berulang kali melepas sesuatu pergi. Seperti nyanyian latar tangan-tangan melambai melepas sampan-sampan di danau menuju tempat yang berkabut, seperti salam perpisahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta aku jarang mendengar suara burung itu. Mungkin karena memang jarang burung di kota ini. Sampai kemarin suara burung itu terdengar lagi dari jendela kamarku. Ingatanku terbetot pada masa lalu. Bayangan burung hitam dengan moncong tajam dan mata nyalang terbayang. Suaranya sarat kabar duka. Hatiku berharap, atau mungkin bertanya, siapa gerangan yang akan pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah kabar duka itu datang, berupa pesan singkat di siang hari, seseorang yang kukenal di kampungku telah meninggal. Tiga hari kemudian aku hadir pada hari penguburannya. Dan berduka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, itu adalah permulaan. Aku sepertinya akan melepas lagi orang-orang yang kukenal. Entah teman, tetangga atau bahkan keluarga. MAti memang tidak bisa kita hindari, tapi entah mengapa kabar duka terus saja menyesakkan dada, tiap kali sampai di telinga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 Januari 08&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua tidak kekal, bahkan akupun harus melepas engkau pergi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1237781305979207903?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1237781305979207903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/kabarduka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1237781305979207903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1237781305979207903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/kabarduka.html' title='kabarDUKa'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1lkoBzIPI/AAAAAAAAAOk/R9ZzZcgymI4/s72-c/Re-exposure+of+IMG_7235.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3918910172982982106</id><published>2008-01-22T00:30:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T20:19:13.942+07:00</updated><title type='text'>DariMasaYANGlalu</title><content type='html'>Sebuah rumah. Beribu kenangan terpatri. Pada bayangan senja dari sela-sela jendela, kusen tua yang kurang dilumasi, kursi kayu tua yang kini dibilang antik, buku-buku dari jaman lampau, asbak keramik China, lukisan Raden Saleh yang entah asli atau tidak, gelas hadiah sabun colek, radio tua yang dulu pernah berjaya, gorden sobek yang dijahit ibu, dan buku harianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku tak ada lagi, semua hanya rekaman dalam ingatan. Tapi buku harianku kutemukan ditumpukkan barang-barang tua dari kardus-kardus yang tak pernah kubuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca lembar-lebar penuh tulisan, juga gambar-gambar, juga kekonyolan-kekonyolan ku yang dulu. Sepertinya aku membaca orang lain! siapa penulisnya? aku tahu itu tulisanku, tapi kini tulisan-tulisan itu sepertinya bukan milikku lagi. Ia mewakili siapa? aku yang lalu tentu saja aku, tapi juga bukan aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu berkelana, aku juga berkelana. Menjadi tua dan berharap tambah bijaksana. Tulisan itu entah sampai kemana, akankan ia dibaca orang nantinya? Dibaca ribuan orang seperti tulisan buku harian seorang anak perempuan pada jaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;holocaust&lt;/span&gt; yang aku lupa namanya! Atau seperti autobiografi orang-orang terkenal, buku sketsa Da Vinci, tulisan-tulisan William Blake, sketsa-sketsa Hemingway atau siapalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisanku menjumpaiku lagi. Seolah ingin berbagi ingatan, ingin diberikan arti kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kuberikan padamu, istriku, jangan kau cemburu, di situ ada tulisanku mengagumi seseorang - walau tak berani kutulis nama - tapi kiranya kau dapat menduga. Gadis itu kini menjadi seorang yang amat berbeda. Rona di pipinya menghilang dan kini ia pakai kaca mata.  Tambah cerewet kini, dan hidupnya cukup bahagia, setidaknya begitulah penilaiannku. Anaknya saja kini sudah dua dari seorang suami  - aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta, 22 Januari 08&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buat: Derrida&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3918910172982982106?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3918910172982982106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/sebuah-rumah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3918910172982982106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3918910172982982106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/sebuah-rumah.html' title='DariMasaYANGlalu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-9092317882463580089</id><published>2008-01-22T00:10:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T20:57:50.876+07:00</updated><title type='text'>00:25 wib</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4DYW2NCI/AAAAAAAAAKc/coeRQBnUDi0/s1600-h/bw.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389885222273037346" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4DYW2NCI/AAAAAAAAAKc/coeRQBnUDi0/s400/bw.jpg" style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah jalan yang mengingatkanku padamu. Entah apa, belum juga kutemui walau tiap hari kulewati. Mungkin bau semerbak kopi yang di panggang dari kafe itu, atau bau roti panggang yang menyeruak. Aku tak tahu. Mungkin jam jalanan atau sepeda tua yang selalu di parkir di depan pintu rumah China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum tahu. Tapi aku memang mengingatmu. Kini, mengingatmu serasa beban karena rindu begitu mencengkeram. Mengapa rindu begitu kejam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kusudahi semua ini. Pernah kuhindari jalan itu, walau aku harus memutar cukup jauh. Menjauh dari bayangmu, dari rinduku padamu. Jalan yang jauh malah membuatku punya cukup waktu untuk memikirkanmu! Sialan, kini bukan saja rasa yang terjajah, bahkan otak warasku pun berpaling padamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tertinggal sebenarnya? tak lagi kurasakan lembut bibirmu, degup jantungmu kala peluk kulekatkan, atau cubitan sadismu itu. Apa yang tertinggal dalam kenangan? atau mungkin semuanya berharga lebih dalam kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jauhkah yang terbitkan rindu? hilangkah terbitkan penyesalan? gundahku tak pergi seiring angin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 00:25 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-9092317882463580089?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/9092317882463580089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/0025-wib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/9092317882463580089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/9092317882463580089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/0025-wib.html' title='00:25 wib'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Ssy4DYW2NCI/AAAAAAAAAKc/coeRQBnUDi0/s72-c/bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5532247594421378304</id><published>2008-01-02T18:48:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T20:43:46.103+07:00</updated><title type='text'>anno 2008</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Bang,&lt;br /&gt;Mengapa nasib begini? bukannya aku mau mengeluh, atau tak puas dengan apa yang sudah kita jalani bersama. Hanya saja, rasa-rasanya nasib terlalu menekan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang,&lt;br /&gt;kata orang ekonomi tahun ini sulit? aku memang tak cukup pintar untuk mengerti, tapi akankah lebih sulit dibandingkan tahun lalu kala tramtib menggusur gerobak rokokku dari pinggiran pasar Tanah Abang. Pernah aku berfikir untuk melacur saja, toh pelacur juga bekerja keras mempertahankan hidup. Apa bedanya dengan gembel yang kehilangan gerobak rokoknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang,&lt;br /&gt;Aku sudah tak makan kemarin! juga hari sebelumnya. Bersyukurlah hari ini ada orang yang menjatuhkan dompetnya di pinggir jalan. Tuhan Maha Pemurah, ada uang seratus ribu rupiah di dalamnya. Bila kuberhemat dapatlah kubawakan sebungkus rokok sam su kala mengunjungimu besok. Jangan khawatir pula, aku tetap akan memetik setangkai kembang kamboja untuk pusaramu. Nanti kita bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Awal Anno 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5532247594421378304?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5532247594421378304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/anno-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5532247594421378304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5532247594421378304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2008/01/anno-2008.html' title='anno 2008'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5088764890069104458</id><published>2007-12-23T21:24:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T21:07:04.234+07:00</updated><title type='text'>TERANGdunia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2&lt;span style="font-size: small;"&gt;pohon natal hendak menjadi terang dunia&lt;br /&gt;mendesakkan cahaya pada keinginan manusia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;yang mengguruh bagai banjir di tujuh samudera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2pohon natal hendak menjadi terang dunia&lt;br /&gt;ketika lampu mall telah dimatikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt; hiasan mereka berpendar bagai kemilau bintang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;semoga menyinari hati hingga ke ujung hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small; font-weight: bold;"&gt;Jakarta, 23 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal, juga Tahun Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5088764890069104458?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5088764890069104458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/12/2pohon-natal-hendak-menjadi-terang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5088764890069104458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5088764890069104458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/12/2pohon-natal-hendak-menjadi-terang.html' title='TERANGdunia'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2704715225952395676</id><published>2007-12-22T20:44:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T22:28:31.266+07:00</updated><title type='text'>focus</title><content type='html'>&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 100%;"&gt;MARIO TEGUh menulis di www.mtsuperclub.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Berfokuslah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;pada kekuatan Anda, dan bukan pada kelemahan Anda. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Berfokuslah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;pada kemungkinan-kemungkinan baik, bukan pada kemungkinan gagal. Dan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;berfokuslah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;pada kesungguhan upaya Anda, bukan pada masalah-masalah Anda..."&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="color: black; font-family: courier new;"&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Sungguh berapa besar permasalahan yang bisa diselesaikan hanya dengan mengubah fokus? mungkin semua permasalahan akan tetap ada di sana, tak bergeming dengan sinisme-nya yang dingin dan tatapannya yang melecehkan. Tapi memang sungguh melegakan bila seseorang berbicara bahwa kegagalan dan kesulitan yang anda alami, dan obat bagi itu semua, adalah mengubah fokus hidup anda!&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Terdengar melegakan bukan berarti gampang dilaksanakan. coba saja fokus pada kekuatan anda, beri saya 3 poin kekuatan anda? buat saya mengenali kekuatan diri agak sulit karena kualitas saya biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu menonjol. Tapi bila mengenali kelemahan orang lain, wah rasanya saya jagonya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Oleh karena itu, tahukah anda cara paling gampang mengenali kelemahan anda? &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;yupe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;, dengarkan melalui orang lain. Bila teman sekantor anda disuruh membuat daftar kelemahan anda, saya berani taruhan daftarnya akan panjang. Gak usah sakit hati, memang kenyataan itu pahit hehehe&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Tapi bila sudah masuk daftar kekuatan anda, mungkin mereka tidak jujur mengatakannya. Mengapa? saya saja bila diminta menulis daftar kekuatan teman sekantor saya mikir-mikir kok. Bukan karena takut persaingan, tapi karena merasa gak enak saja. Masa saya harus tulis kekuatannya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; 1. Menjilat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; 2. Pintar memutar balik fakta&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; 3. Pandai menyembunyikan perasaan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Mungkin lain kali harus anda tanyakan langsung ke Pak Mario Teguh, bagaimana cara kita mengenali kekuatan kita. Atau anda sudah tahu? &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Jakarta, 22 Desember 07&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2704715225952395676?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2704715225952395676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/12/focus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2704715225952395676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2704715225952395676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/12/focus.html' title='focus'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2007717651336743459</id><published>2007-11-15T19:41:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T21:24:38.584+07:00</updated><title type='text'>SolusiBANJIRdiJAKARTA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hujan di sini sekarang terasa garang. Sudah lama sekali mereka meninggalkan rintik di atas genting. Kini mereka datang bersekutu membuat banjir. Meluapkan Ciliwung dan 12 kali lainnya yang membelah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa Jakarta gampang sekali banjir? mungkin memang sudah dirancang oleh Pemerintah Hindia Belanda dulu. Mereka tahu bahwa bangsa kita, bangsa Indonesia, sering melakukan hal-hal yang gampang diduga. Jadi mereka bikin saja sebuah kota yang tidak layak jadi sebuah kota.... dinamakan BATAVIA. Nah ketika akhirnya jalan nasib menentukan Belanda pergi dari kota ini, pemerintah Indonesia pun meneruskan warisan Belanda ini. Membangun sebuah kota yang memang didesain tidak menjadi sebuah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya jelas mudah diduga. Keruwetan yang tidak bisa dipecahkan, sampai nanti kita minta bantuan bangsa Belanda lagi. Wah, ini mungkin jalan bagi Belanda untuk menjajah kembali bangsa kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hehe&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar usul, mungkin bisa dijadikan solusi bagi Jakarta yang kini selalu terancam banjir bila hujan datang. Usul ini jauh lebih murah dan dapat langsung diterapkan dibanding dengan membangun kanal banjir timur, membangun situ-situ sepanjang jagorawi, membangun dam di Teluk Jakarta, atau membangun kesadaran jangan buang sampah sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;Pemerintah DKI harus membentuk pasukan pawang hujan! &lt;/span&gt;PAsukan ini nantinya di tempatkan di beberapa titik, meliputi daerah JABODETABEK, semua pawang hujan ini harus mengirim awan hujan jauh-jauh dari jakarta. Tapi bila seandainya awan hujannya ada di atas Jakarta, para pawang harus serempak mengusir mereka langsung ke Teluk Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan koordinasi, perlu dibentuk sebuah Pusat Komando Pawang Hujan Pengendali Banjir Jakarta (PUSKOWANGHPEJIR) yang diusulkan untuk ditempatkan di Monas. Mengapa, karena katanya Monas itu paku-nya Jakarta. Dulu Bung Karno memilih tempat itu karena konon penuh dengan aura magis. Nah aura magis itu tentu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan para pawang untuk mengusir awan hujan langsung ke Teluk Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Bank Fauzi Bowo, coba dikaji deh. bikin feasibility study dan study banding jangan jauh-jauh ke Jerman atau JEpang. Cukup liat hajatan tetangga sebelah, tanya pake pawang hujan gak? tanya pawangnya cespleng gak? harganya berapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan murah hehe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta, 22 Desember 07&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-style: italic;"&gt;Pawang Hujan: mereka tidak mau disebut dukun, hanya orang yang mau membantu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2007717651336743459?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2007717651336743459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/solusibanjirdijakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2007717651336743459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2007717651336743459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/solusibanjirdijakarta.html' title='SolusiBANJIRdiJAKARTA'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4112042266872212042</id><published>2007-11-15T19:22:00.006+07:00</published><updated>2009-11-14T22:30:00.313+07:00</updated><title type='text'>Sepi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIEw--87FI/AAAAAAAAALE/rJhX_kEiltY/s1600-h/termenung.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391376943503174738" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIEw--87FI/AAAAAAAAALE/rJhX_kEiltY/s320/termenung.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Sepi berlari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Sampai batas hari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;     tak lagi hati menanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Dengan angin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;     bergegas pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;        Tak mau lagi ia kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;Jakarta, 22 Maret 2006&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4112042266872212042?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4112042266872212042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sepi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4112042266872212042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4112042266872212042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sepi.html' title='Sepi'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StIEw--87FI/AAAAAAAAALE/rJhX_kEiltY/s72-c/termenung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2954566165362799238</id><published>2007-11-15T19:17:00.005+07:00</published><updated>2009-11-14T22:33:00.149+07:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Batang-batang karang, bergoyang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;dan gelombang di tiap persimpangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;Arah angin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;Layar-layar tanpa kemudi, terhempas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;dan ketidakpastian menyusup di tiap waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;Cakrawala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Bintang-bintang berkilau gugahkan hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;pada arah yang membisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Jakarta, Oktober 1999&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2954566165362799238?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2954566165362799238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2954566165362799238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2954566165362799238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5564065454522329043</id><published>2007-11-15T10:34:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T21:22:28.091+07:00</updated><title type='text'>Sajak Angin</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;Kubaringkan segala resahku hari ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;pada angin yang bertiup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;bawalah resahku ke padang atau ke laut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;jadikan ia bayang-bayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;yang jauh tertinggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;angin……… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;usaplah resahku hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;karena esok punya resah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;yang juga tak mau berbagi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jakarta, Oktober 1999&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5564065454522329043?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5564065454522329043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sajak-angin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5564065454522329043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5564065454522329043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sajak-angin.html' title='Sajak Angin'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5524331176723619617</id><published>2007-11-07T21:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T23:40:16.294+07:00</updated><title type='text'>Bintang</title><content type='html'>Chika memang tak sering memandang langit dan  melihat kerlip bintang yang bertebaran sepanjang malam. Langit Jakarta tidak memungkinkan kita menatap gemerlap bintang-bintang yang bertaburan di kekelaman malam. Langit Jakarta terlalu penuh dengan asap, polusi cahaya dan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa Chika suka bintang. Mungkin karena di sana nasib kita telah ditakik, atau mungkin hanya karena suatu alasan yang memang tidak dapat diperikan. Tapi haruskah kita mencari alasan untuk sesuatu yang kita sukai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka itu adalah rasa, semua tahu. Dan rasa itu biasa menipu, paling tidak dia tidak selalu hadir pada saat yang tepat. Tapi suka akan bintang bukan suatu yang luar biasa, walau bukan pula sesuatu yang remeh-temeh. Mengapa bintang? bukankah rembulan sayu bisa lebih menyelinap di hati? Tak apalah bila Chika suka bintang lebih daripada rembulan. Toh tak ada perhitungan menang-kalah dalam hal rasa. Juga tidak ada penilaian benar-salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan memang selalu sukar untuk dijelaskan, karena itulah kita memerlukan alasan. Suatu peneguhan, suatu upaya memberikan jawaban yang logis, suatu pembelaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Chika penuh dengan bintang. Kertas dinding, gantungan kunci, celengan, sprei dan sarung bantal,  bahkan langit-langit kamar penuh dengan tempelan bintang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;glowing in the dark&lt;/span&gt;. Bila malam tiba dan mama mematikan lampu kamar. Tak pernah Chika memejamkan mata sebelum semua bintang di langit-langit kamarnya meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 20 Desember 07&lt;br /&gt;Buat ChikaBintang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5524331176723619617?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5524331176723619617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/bintang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5524331176723619617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5524331176723619617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/bintang.html' title='Bintang'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-429816199534812572</id><published>2007-11-05T14:26:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T22:15:18.306+07:00</updated><title type='text'>PetatahPetitih</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habis gelap terbitlah terang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Habis terang gelap-gelapan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Habis manis sepah dibuang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Habis dibuang suka dipungut lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: bold;"&gt;Laris manis Tanjung Kimpul&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Paras manis tukang kibul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-429816199534812572?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/429816199534812572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/petatahpetitih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/429816199534812572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/429816199534812572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/petatahpetitih.html' title='PetatahPetitih'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7078699857288152562</id><published>2007-11-02T09:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T21:21:43.041+07:00</updated><title type='text'>Dan Larilah Cebolang!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1rW0chjlI/AAAAAAAAAOs/5HGDubFuI4U/s1600-h/ghostly.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1rW0chjlI/AAAAAAAAAOs/5HGDubFuI4U/s320/ghostly.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: #000099;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Buat Elizabeth D. Inandiak dan Centhini yang bersembunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Cebolang berlari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Mencari jati diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Pada dunia ingin dibuktikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Kearifan akan datang tanpa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;kemunafikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Cebolang berlari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Kini ia berkejaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;dengan sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Jakarta, 26 November 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7078699857288152562?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7078699857288152562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/dan-larilah-cebolang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7078699857288152562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7078699857288152562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/dan-larilah-cebolang.html' title='Dan Larilah Cebolang!!!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv1rW0chjlI/AAAAAAAAAOs/5HGDubFuI4U/s72-c/ghostly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2147259300159525904</id><published>2007-11-02T09:16:00.004+07:00</published><updated>2009-11-15T22:19:23.705+07:00</updated><title type='text'>Belajar ber-Doa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAb8Fve6XI/AAAAAAAAAQk/q8SMt9TA12E/s1600-h/IMG_9510.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAb8Fve6XI/AAAAAAAAAQk/q8SMt9TA12E/s320/IMG_9510.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ya Allah, Ya Bapa-ku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: large;"&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;                      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;      &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;bukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;        ampunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;           yang kumintakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;           sebab ragu hatiku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;telah Kau &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;      tahu &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Amin.&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Karet, 4 Juni 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2147259300159525904?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2147259300159525904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/belajar-ber-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2147259300159525904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2147259300159525904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/belajar-ber-doa.html' title='Belajar ber-Doa'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAb8Fve6XI/AAAAAAAAAQk/q8SMt9TA12E/s72-c/IMG_9510.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6592958088081424747</id><published>2007-11-02T09:14:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T22:34:10.128+07:00</updated><title type='text'>Kata</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kata&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengkristalkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;kebingungan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;mangangkasa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;jauh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;tak kelihatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada gajah terkekeh meniti jembut serambut;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada luka bisa dibawa berlari hingga nanah di pedih perih;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada burung merak terbang tak kembali;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Kemanakah si burung merak, oh ternyata ia kawin lagi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lalu sederet orang berbaris tak rapi tak searah dipimpin si Jon komandan pasukan dogol mengokang bedil panjang dengan gagah..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jon sang Demokrat jadi inspektur ia berteriak memberi perintah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;amp;$@#!@(#*!@#IU..... GRAK!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pasukan bego melongo,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;si Jon Gregetan mengulang perintah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;amp;$@#!@(#*!@#IU..... GRAK!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pasukan bego melongo…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;si Jon melotot, urat matanya loncat berbalik putih semua,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;anjrit si Non kaget sampai mengangkang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;mulutnya keluar busa putih berkomat kamit mamantrakan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada kata.. ceritakan kata.. tapi makna.. cuma jika kita membuka celana dan terberak-berak.. waktu sepisau pisau .. mengiris luka .. dan semua menganga .. tersentak menduduki mesin kawin .. bertik tak tik tak pada suatu masa.. di negeri.. yang penuh dengan ping dan pong seping sepong .. ngluntruk kayak khontolku.. terkekeh karena luka pedih perihnya dibawa si burung merak kawin lagi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Oh Jon... kata si Non&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Janga nberika nak ukat asetingg igunun g &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;tkkaan &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;smaapi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;kkmeua &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Allah !!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karet, 4 Juni 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6592958088081424747?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6592958088081424747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/kata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6592958088081424747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6592958088081424747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/kata.html' title='Kata'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3962668246582363855</id><published>2007-11-02T08:57:00.002+07:00</published><updated>2009-11-15T22:21:23.203+07:00</updated><title type='text'>Pada Puisi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAcY7PQYWI/AAAAAAAAAQs/h7JGL4uXkx8/s1600-h/IMG_6430.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="340" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAcY7PQYWI/AAAAAAAAAQs/h7JGL4uXkx8/s320/IMG_6430.jpg" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;Ada jeda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;sebelum napas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;sepenuhnya berhenti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;ruang kosong yang sesak terisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;kadang cinta, dan kerinduan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;kesan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;dipertautkan oleh rasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;mengambil tempat pada urutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;yang tak sepenuhnya menurut pada logika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Jakarta, 21 Oktober 2002&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3962668246582363855?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3962668246582363855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/pada-puisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3962668246582363855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3962668246582363855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/pada-puisi.html' title='Pada Puisi'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/SwAcY7PQYWI/AAAAAAAAAQs/h7JGL4uXkx8/s72-c/IMG_6430.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1472984776139640840</id><published>2007-11-01T22:56:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T09:22:09.082+07:00</updated><title type='text'>Aku Tentang Engkau</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutardji:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bebaskan kata. Bebaskan makna. Bebaskan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kata mengungkung makna. Makna menjajah kata. Bebaskan!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kembali ke asal kata. Berpaling ke asal makna. Hakikat... Hakikat bersinarlah di kepulan mantra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Chairil Anwar:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Memang bukan maksudmu untuk berbagi keluh kesah. Karena ku tahu engkau berada di lautan tak bernama. Jadi kudoakan saja walau kau sudah sampai waktumu. Semoga EngKau hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rendra:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ini bukan sajak. Ini kesaksian. Aku menyaksikanmu menjadi saksi bagi jamanmu. Akankah kau juga menjadi saksi jamanku? Karena lebih menenangkan punya saksi bila kita jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohammad:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata, waktu&lt;br /&gt;kata lekang oleh waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ayu Utami:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau mungkin aku bisa mencintaimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta, Kala Sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1472984776139640840?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1472984776139640840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sutardji-bebaskan-kata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1472984776139640840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1472984776139640840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/sutardji-bebaskan-kata.html' title='Aku Tentang Engkau'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4272454327013620134</id><published>2007-11-01T22:14:00.005+07:00</published><updated>2009-11-14T22:36:20.348+07:00</updated><title type='text'>LipSTIK</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Apa yang kau cari?" &lt;/span&gt;tanyaku. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Lipstik!" &lt;/span&gt;jawabnya. Jemari lentiknya menjelajah pelosok tas tangan yang dibawanya. Suasana gelisah yang dihasilkannya sedikit mengganggu konsentrasiku pada jalanan yang macet sore itu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mungkin kau tinggal?"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"tak mungkin, tadi kupakai di mobil sebelum kita berangkat"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt; jawabnya tanpa mengalihkan kecemasannya pada tas tangan silver Charles&amp;amp;Keith yang kubelikan seminggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membelok ke kanan, agak nekat karena lampu kuning sudah menyala. Dari kaca spion memang kulihat sebuah motor ikut menyalip di kananku. Berupaya menghalangi pandangan Polantas yang sibuk meniup peluit dan mengangkat tanggannya pertanda berhenti. Aku mengumpat. Kupikir mobilku diberhentikan dan aku mengerem laju kendaraanku. Tapi ternyata aku salah duga, mobilku dibiarkannya lewat. Motor disamping mobilku agak kehilangan keseimbangan ketika aku menginjak rem mendadak tadi. Menyalip di depan mobilku, menoleh dan mengangkat jari tengahnya ke arahku. "Sialan!" makiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau masih saja berkutat dengan pencarian lipstik itu. Aku mulai merasa terganggu. Menoleh, tapi tak mendapat respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Senci aku berupaya menepi. Berhenti sebentar saja telah membuat kegaduhan besar. Aku membuka kunci otomatis pintu mobil. Bunyi klakson bersahutan tanpa belas kasihan. Mulai kudengar pula sumpah serapah dan lampu dim berkali-kali dinyalakan. Aku mulai panik. Sedikit memaksa aku menyuruhmu segera keluar mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kuingat matamu mendelik ke arahku. Tapi bunyi klakson seperti mencekik kesadaranku. Dengan cemas kubilang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"besok ketemu lagi, dijemput di tempat biasa, jam seperti biasa"&lt;/span&gt;. Kepanikanku bahkan menghilangkan rasa enggan yang biasanya muncul pada saat kau meninggalkan mobilku. Sekejap mata, engkau menghilang di kerumunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum terlambat pulang. Sehabis pulang kantor memang aku harus segera mandi dan pergi lagi. Bahkan mobil pun tak kumasukkan ke garasi. Hanya kuparkir dipinggir jalan depan rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandiku singkat saja. tanpa basa-basi bersolek dan mematut diri. Kemeja lengan pendekku pun kukancingkan sambil jalan kembali ke mobil. Jalanan masih macet saja. Jakarta memang jarang memberikan jalan lapang dan luang pada saat jam-jam segini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuputari Semanggi dan berbalik arah ke Gedung BEJ. Halte depan Gedung BEJ masih penuh dengan karyawan-karyawati necis yang menunggu. Jemputan atau taksi atau angkutan kawasan CBD yang hilir mudik. Kulihat engkau berdiri di ujung antrian. Kurapatkan mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cipika-cipiki plus senyuman basa-basi kupasang di wajahku. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Met malem darling, sory telat, jalanan macet banget nih".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum mengembang kau membalas senyumku, mengganti channel radio, dan mengecilkan volumenya. Sambil bercerita, yang bagiku terdengar seperti mengadu atau mengeluh, tentang kejadian di kantor waktu itu. Si A beginilah, si B hebat baru aja dipromosi oleh bos. Si C digosippin ada main dengan si D dari divisi marketing, si E gak masuk kerja karena harus hadir di sidang perceraiannya. Digugat istrinya karena ketahuan kawin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut sambil berusaha menahan kesadaranku pada jalanan. Sesungguhkan bukan untuk berkonsentrasi pada jalanan, tapi untuk mengalihkan otakku untuk mengolah segala kisah-kasih hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau membenarkan sandaran kursimu. Menarik kursi ke belakang. Dan tiba-tiba benda sialan itu menggelinding ke kakinya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Sayang, ini lipstik siapa?", &lt;/span&gt;tuduhmu dengan mata bertanya, sekaligus menuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergagap dan refleks saja aku bilang itu punya Dini. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Siapa Dini?" &lt;/span&gt;tanyanya lagi dengan nada yang sangat tak enak di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;"Eeee..eeee.. Dini... eeeee", &lt;/span&gt;AAnnnjrrriiittttt, mati aku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hati-hati Bung, selingkuhan jangan suka dibawa pake mobil pribadi hehehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4272454327013620134?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4272454327013620134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/lipstik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4272454327013620134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4272454327013620134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/11/lipstik.html' title='LipSTIK'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-997077055695882194</id><published>2007-10-29T01:25:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T22:36:51.339+07:00</updated><title type='text'>KOmA</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Tiga tanda koma mengakhiri kalimat-kalimat yang kau tulis untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;ku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Aku tak tahu artinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt; Memang telah kuhabiskan banyak malam dan sepi untuk membawa tiga tanda koma sialan itu dalam perenunganku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Tapi tak juga kudapat titik terang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt; Seringkali kepulan asap rokokku sengaja kuhembuskan pada temaram lampu kamarku. Barangkali muncul pertanda atau apalah pada asap itu. Naif memang bila kuharapkan asap itu membentuk tiga tanda koma dan lampu kamarku akan menterjemahkan artinya untukku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahuku manusia koma itu hampir mati, tapi belum mati. Sudah tidak menyadari kehidupannya, tapi masih hidup. Ah memang terkadang masalah hidup dan mati teramat rumit untuk dipahami. Manusia memang mungkin dikutuk untuk tidak pernah menyadari makna hidup, makna mati. Padahal keduanya adalah kepastian yang diberikan pada kita. Padahal Tuhan menghukum Adam dan Hawa karena lancang memakan buah pohon pengetahuan. Tapi tetap saja kita tidak tahu dengan pasti sejatinya kita hidup, sejatinya kita mati. Agama menerangkan, Nabi-Nabi bersahutan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Aku tergagap dalam keraguan!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah kau ingin menegaskan hal tersebut! sekarat sejengkal lagi mati. Mungkin kau inginkan aku mengubur saja, membinasakan semua rasa rinduku padamu. Ya memang aku rindu, tapi rasa itu yang menjajahku.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 100%;"&gt;Adakah kuasa padaku untuk melawan tirani rindu? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Atau kau inginkan segalanya seperti sekarang. Berjarak tapi tak berakhir. Bukankah cinta memerlukan sedikit jarak untuk menumbuhkan rindu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh sungguh aku tak mengerti tiga tanda koma itu. Mengapa harus koma? mengapa harus tiga? Manusia memang hidup dalam pertanda, berdoa untuk menggapai makna. Sungguh hidup yang membingungkan bagiku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;Tanda yang kutahu tak dapat kumaknai. Makna yang kurasa tak dapat kutandai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan kutanyakan saja langsung padamu. Nanti. Bila kita berjodoh bertemu kembali. Kali ini tak ingin kupaksakan hatiku mencari hiburan pada bayangmu dalam anganku. Semua bagai angin lalu. Kau telah pergi meninggalkanku untuk sesuatu yang tak kau jelaskan. Pasrah memberi penghiburan bagi hati yang terhimpit. Pasrah memberi alasan untuk menyerah pada ketiadaan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau itu caramu agar aku tetap mengingatmu. Kau beri aku harapan karena koma bukan tanda untuk mengakhiri?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;SalamRindu, jugaRagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-997077055695882194?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/997077055695882194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/koma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/997077055695882194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/997077055695882194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/koma.html' title='KOmA'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6443631357730740637</id><published>2007-10-24T23:15:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T22:37:21.774+07:00</updated><title type='text'>Gak Gitu Kaleeeee</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dearest Bro&amp;amp;Sis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu g gak pernah takut naik kapal terbang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Take off  &lt;/span&gt;maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Landing &lt;/span&gt;semuanya &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy Aja.&lt;/span&gt;.. &lt;/span&gt;kadang kalo agak slip-slip dikit asyik, adrenalin naik, jantung agak deg-degan sehingga peredaran darah ke otak lebih lancar. Alhasil, badan terasa lebih segar (???iklan jamu). Apalagi kalo selama dalam perjalanan pesawatnya agak turbulensi sedikit. Nabrak-nabrak awan gitu sehingga badan pesawat agak terguncang-guncang. Rasanya ser-serran gimana gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak AdamAir jatuh di Makassar &amp;amp; Garuda jatuh di Yogya kemaren dulu itu... kok jadi agak parno yah? Bukan karena takut mati, tapi entah kenapa kok sekarang jadi agak grogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aturan penerbangan internasional, kata pramugari-nya sih, pihak maskapai penerbangan wajib hukumnya menjelaskan tata cara penggunaan sabuk pengaman dan menerangkan prosedur dalam keadaan darurat. Semua diterangkan dalam urutan yang mudah dicerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Bila tekanan udara dalam kabin berkurang secara tiba-tiba, masker oksigen akan keluar secara otomatis, pasangkan ke hidung dan bernapas lah secara normal..." begitu keterangan dari si pramugari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G jadi kebayang film-film di Bioskop &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TransTV&lt;/span&gt; kalo lagi nayangin kondisi kayak gitu, biasanya ada teroris dalam pesawat, terus pilotnya ketembak, terus kaca depan pecah, terus pesawat menukik, terus penumpang panik dan masker oksigen berhamburan.... Penumpang panik, untung aja ada jagoan dalam pesawat itu, setelah adu tembak dan adu jotos antara Sang Jagoan dan para teroris, Sang Jagoan berhasil mengalahkan para teroris itu. Jagoan menang tapi pesawat masih belum bisa dikendalikan karena pilotnya tewas tertembak. Sang Jagoan memang Jagoan, tapi ia bukan pilot. Waduh gawat nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tenang... tenang, penonton.. eh pembaca jangan panik, biasanya kalo udah gini ada pramugari cantik akan menolong Sang Jagoan mengemudikan pesawat. Si Pramugari Cantuikk itu kemudian mengontak petugas bandara. Berkat bimbingan, arahan dan instruksi dari petugas tersebut, si Pramugari Cantuikk dan Sang jagoan berhasil mendaratkan pesawat tersebut dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpang berhamburan lewat jendela dan pintu darurat. Sang Jagoan tersenyum dan segera mencium si Pramugari Cantik... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happy ending. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE END. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Hollywood Style Pisan Euy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah kejadian di dunia nyata akan seperti itu. &lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Mulus sesuai skenario?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi waktu  pramugari menerangkan  tata cara  penyelamatan kala pendaratan darurat di air, g perhatikan bagaimana cara memakai pelampung, mangaitkannya dipinggang dan mengembangkannya. G juga perhatikan pintu darurat dalam pesawat. Ini penting sekali saudara-saudara. Mengapa? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena memang banyak jalan menuju Roma, tapi jalan menuju keluar dari pesawat ini di kala darurat cuma enam biji ;p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G bayangin kejadian yang akan terjadi bila pendaratan darurat di air terjadi. Pesawat mendarat darurat, pintu terbuka, lampu penunjuk jalan nyala, pesawat mungkin akan berasap, penumpang merangkak keluar mengikuti lampu penunjuk jalan, keluar, mengembangkan pelampung dan terjun ke laut. Setelah mengambang kurang lebih sejam datanglah bala bantuan.. semua selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa bener bakalan begitu. Kok teratur banget yah? Atau itu cuma trik maskapai penerbangkan untuk menenangkan para penumpang. Semacam sugesti keyakinan bahwa penerbangan kali ini akan aman, pelampung tersedia, dan bila terjadi bencana lampu akan menyala, ikuti saja, pakai sabuk pengaman dan loncat segera keluar pesawat. Semua aman terkendali, bahkan saat bencana pun sudah ada prosedurnya. Ikuti saja prosedurnya dan semuanya akan selamat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok pengalaman g selama ini agak lain yah? Hidup itu memang bisa direncanakan, tetapi rencana itu susah seampun-ampun buat diwujudkan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa-Yang-Terjadi &lt;/span&gt;biasanya jauh dari yang direncanakan. Bahkan teramat jauh dari apa yang bisa dibayangkan. Mau bukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ini:&lt;br /&gt;1. Temen g berencana punya anak 2 setelah nikah, sekarang dia sedang hamil anak ketiganya hehehe&lt;br /&gt;2. Hari ini g berencana pulang cepet, mau tidur karena cape banget kemaren abis tugas ke Bali... Ehhhh jam 23.57 aja masih ketak-ketik nulis blog gak penting ini&lt;br /&gt;3. G rencana mau jadi orang kaya, terkenal, baik hatinya hehehehe.... dari dulu rencana doang.&lt;br /&gt;4. G &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;gak&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;berencana jadi jelek begini... and syukur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdullillah... &lt;/span&gt;minimal orang gak tega bilang g jelek lah ;p&lt;br /&gt;5. And ceteraceteracetera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang jadi pesan moral adalah.... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa yah???&lt;/span&gt;) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;###@@!!&amp;amp;&amp;amp;***&amp;gt;&amp;gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&amp;lt;&amp;lt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;#&lt;/span&gt;#...... &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waduh apa yah pesan moralnya?&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;ohh iya... pesan moralnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian... bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian (Aduuhh suwer ini rencana kok gak asik banget yah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gimana kalo kita ganti? berenang-renang ke hulu hingga ketepian, bersenang-senang melulu masuk surga kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So what do you gonna do next my Bro&amp;amp;Sis? Are you plan to plan your next move? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6443631357730740637?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6443631357730740637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/gak-gitu-kaleeeee.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6443631357730740637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6443631357730740637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/gak-gitu-kaleeeee.html' title='Gak Gitu Kaleeeee'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-5281605862904147756</id><published>2007-10-18T17:42:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T22:38:26.328+07:00</updated><title type='text'>My BABe</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;temen g...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punya banyak boneka di kamarnya. kayak koleksi, malah kayak toko boneka. And sebelum g nanya dia menjelaskan hal-hal di luar akal pikiran gue ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang boneka itu adalah wakil. Wakil &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cinta &lt;/span&gt;di masa lalu. Buset, g pikir nih cewek pasti pacarnya maniak boneka. Oleh-olehnya boneka melulu, tetapi ternyata satu boneka itu hadiah dari satu pacar. Memang ada sih yang ngasih dua boneka, tapi kebanyakan satu boneka itu satu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cinta &lt;/span&gt;. Gile kalo g itung, satu dua tiga empat.... seratus... dua ratus... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;still counting&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G tanya gimana tuh Modus Operandi-nya bisa sampe dapet banyak kayak gitu? Dia bilang, "biasanya dapet waktu "ditembak". Maksudnya waktu pas tuh cowok mengajukan lamaran resmi jadi pacar Gue. tapi ada juga sih yang ngasih pas g ulang tahun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, "kalo g ngeliat satu boneka itu, g masih inget tuh gaya mantan-mantan gue nembak hehehe plus setiap kalimat yang diucapkan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G gak nanya sih kalimatnya apa aja ke temen g tuh. sayang sih, bisa nambah perbendaharaan bahasa gue hehehe. Tapi g kebayang sih, mungkin kayak gini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;Berlutut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gaya tradisional di film-film&lt;/span&gt;) : "Sayang, sudah lama aku mengimpikanmu. Maukah kau jadi pacarku?"  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlutut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;idem&lt;/span&gt;) : "Setelah sekian lama AA menanti saat yang tepat, akhirnya AA memberanikan diri untuk meminta adik agar kiranya bersedia menjadi pacar AA? Gimana dik, bersedia atau tidak?"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlutut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;idem&lt;/span&gt;) : "Tak ada kata lain yang bisa kuucapkan, terimalah boneka ini sebagai ungkapan isi hatiku!" &lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bonekanya bentuk LOVE dengan tulisan I LOVE YOU&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlutut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;idem&lt;/span&gt;) : "Aku cinta kamu, kamu cinta sama aku gak? kalo cinta pilihlah boneka TeddyBear di tangan kananku, kalo tidak pilihlah boneka SpongeBOB di tangan kiriku"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlutut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gila nih semua berlutut, gak ada gaya laen apa?&lt;/span&gt;) : "Aku kan sudah kasih banyak boneka... eehhhmmm... sekarang aku mau kasih yang laen..... ehmmm kamu mau enggak?" &lt;/li&gt;&lt;li&gt;bayangin sendiri deh... masih banyak kok hehehe&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Nah fosil dari seluruh kisah cinta-cintaan temen g itu sekarang adalah KERUKUNAN. hehehe yah semua pada rukun dan damai. Bukan mantan-mantannya pada rukun, bukan. Banyak mantannya yang musuh-musuhan kok (hehehe yang ini g nebak-nebak aja.... bener gak non?), yah paling enggak tuh pada gak nyapa kalo ketemu di jalan lah.....&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Yang pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;RUKUN GEMAH RIPAH LOH JINAWI TATA TENTREM KERTA RAHARJA TUT WURI HANDAYANI &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;adalah para boneka itu. Semua duduk berdampingan. Side  by Side. Berjejer rapi di atas lemari. Temen g bilang tuh boneka naik pangkat, dari ranjang ke lemari pada saat tuh cowok resmi dipecat jadi kekasih hehehe&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Bonekanya naik pangkat... cowoknya naik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;pitam!&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;G            : "kalo g ngasih boneka boleh gak?" &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Die         : "gak, Ngasih handphone aja, atau iPod"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Gue        :  "Terus diterima?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Die         : "Jangan ngarep ah... handphone doank kok minta jadi pacar. Kalo rumah, mobil,                            berlian, dan certificate of deposits baru g pertimbangkan!"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Gue       : "Busyeettt kok loe jadi matre gitu?"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Die        : "Iyalah... hareee giniiii"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-style: italic;"&gt;Gue       : "????!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-5281605862904147756?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/5281605862904147756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/my-babe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5281605862904147756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/5281605862904147756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/my-babe.html' title='My BABe'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2951404393158665395</id><published>2007-10-16T23:42:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T22:39:04.018+07:00</updated><title type='text'>Wheewwwwww</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tom Peters pernah bikin buku manajemen berjudul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;The Pursuit of WOW! &lt;/span&gt;sebuah buku manajemen yang provokatif di jamannya. Dia mengamati bahwa untuk memuaskan para pelanggannya, Perusahaan tidak lagi cukup memberikan produk ataupun service yang terbaik, tapi juga harus mencari sisi "manusiawi" dari setiap tindakannya sehingga pelanggannya dengan mata terbelalak berteriak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.... WOW!....... &lt;/span&gt;dan setia kepada produk, baik barang maupun jasa, yang dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi benarkah pelanggan bisa dipuaskan?  sebuah pertanyaan seharga satu miliar dollar ;p (sayang gak ada yang mau beli hik s hiks hiks...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan ini coba dijawab oleh banyak teoritisi manajemen. Muncullah berbagai konsep manajemen. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Total Quality Management, Customer Satisfaction, Experience Marketing, Brand Loyalty &lt;/span&gt;dll dll dll. Semuanya berlomba menawarkan perbaikan baik dari sisi produk, proses, identifikasi perilaku customer, pencitraan, pengalaman pelanggan, dll dll agar para pelanggan terpuaskan. Semua dengan harapan bahwa dengan memuaskan pelanggan, mereka akan setia membeli dan membeli dan membeli....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAdi ciri-ciri pelanggan yang puas adalah berulangnya transaksi pembelian... benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen saya, untuk tidak menyebut saya sendiri hehhehehe, bila pergi ke mall suka lupa diri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shop till you Drop &lt;/span&gt;istilahnya. Enak sih gesek gesek kartu kredit terus. bayar nanti. nyicil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAdahal, banyak barang yang dibeli sama sekali tidak dibutuhkan. Istilahnya beli bukan karena butuh, tapi karena nafsu belaka atawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;impulse buying. &lt;/span&gt;Terbanyak adalah dari jenis pakaian dan aksesorisnya. Kedua kosmetik. Ketiga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gadget. &lt;/span&gt;Barangnya memang tidak selalu sama, tetapi tindakan beli dan beli nya terus berulang tiap ke mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja teman saya tidak selalu puas dengan barang yang dibelinya. Yang membuat dia puas adalah tindakan membelinya. To Show that You are able to BUY.... is truly satisfying experience.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Produk yang dibeli? wahhhhh itu banyak yang mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAdi bagaimana memuaskan pelanggan sejenis teman saya itu? Setiap ke mall dia pasti beli kok, butuh gak butuh dia beli! Untuk memuaskan NAFSU MEMBELI-nya itulah  kita harus berfikir ulang landasan  ekonomi modern (Kapitalisme dan Konsumerisme). Karena ujung dari pemuasan nafsu manusia ini adalah kehancuran total umat manusia... liat saja dampaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ozon menipis, radiasi sinar ultraviolet langsung kena kulit sehingga jadi kanker kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Efek rumah kaca, atmosfer jadi makin panas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Global Warming&lt;/span&gt;), es di kutub mencair, permukaan laut naik, banyak negara akan susut wilayahnya. Bagaimana dengan Indonesia? berapa ribu pulau yang tenggelam bila air laut naik 2 meter tingginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sumur minyak, gas, batu bara dan sumber energi yang gak bisa diperbaharui makin habis, penggantinya? belum ada tuh... dulu semua berharap nuklir akan menggantikan itu semua, kenyataannya? Ente mau pake mobil energi nuklir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hutan hancur lebur. Anda tahu bahwa hutan di Indonesia tinggal tersisa di Irian Jaya? itu juga udah gak utuh. di jawa bablas, di sumatera bablas (tinggal perkebunan doang), di kalimantan bablas, di sulawesi bablas.... padahal dalam hutan banyak rahasia yang belum diketahui (istilah om Emil Salim adalah plasma nukfah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ekosistem laut hancur. Paus, tuna, salmon, hiu semua mendekati ambang kepunahan. Terumbu karang? liat saja Bunaken bung.... anda pasti terenyuhhhh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gak salah dulu Mahatma Gandhi pernah bilang, "Ibunda Bumi sanggup menyediakan seluruh kebutuhan manusia, tapi tak akan cukup untuk memuaskan NASFU SEORANG MANUSIA....!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda setuju?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: small; font-weight: bold;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;Awas barang belanjaan anda ketinggalan!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2951404393158665395?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2951404393158665395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/wheewwwwww.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2951404393158665395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2951404393158665395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/wheewwwwww.html' title='Wheewwwwww'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8779629586828825529</id><published>2007-10-12T10:58:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T10:29:00.885+07:00</updated><title type='text'>SlaMET LEbaran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4jhggt72I/AAAAAAAAAO8/7I-4I8mxrmU/s1600-h/IMG_8423.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4jhggt72I/AAAAAAAAAO8/7I-4I8mxrmU/s320/IMG_8423.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4jhggt72I/AAAAAAAAAO8/7I-4I8mxrmU/s1600-h/IMG_8423.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4jhggt72I/AAAAAAAAAO8/7I-4I8mxrmU/s320/IMG_8423.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Si Slamet barusan aja pulang kampung, naek bis Lorena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;jurusan Semarang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dari terminal Pulo Gadung. Barang bawaan yang dia bawa sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tas gede banget yang isinya baju baru buat keponakan-keponakannya di kampung,  kain dan kebaya baru buat emaknya, peci-baju koko-sarung buat bokapnya, plus mukena+sajadah+dan sandal baru buat sholat ied nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Duit hasil kerjanya yang dia tabung selama setahun jadi OboY (Office Boy) di Jakarta plus uang-uang tips yang biasanya dia dapet. Si Slamet memang agak parno bawa duit banyak (Rp 3 jutaan--- buat Slamet itu Gaji 4 bulan loh). Apalagi berita-berita di televisi tentang aksi penodongan, pencopetan dan hipnotis/gendam selalu mengincar para pemudik macem dirinya ini. Makanya dia sudah menyiapkan beberapa kiat untuk mengantisipasinya. Pertama, duit yang dia bawa disebar lokasi penyimpanannya (Rp1 juta dikantong celana pendek yang dia pakai di dalem celana panjangnya+ Rp500 ribu di kantong celana depan+Rp500 ribu di kaos kaki kanan-kiri+Rp1 juta di dalem tas besarnya+sisanya diselipin di kolor hehehe). Slamet juga bertekad tidak mau menerima pemberian makan atau minuman dari orang lain di dalam bus karena takut di bius, dia juga pasang tampang angker selama di terminal dan di bis hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Slamet juga bawa rindu buat keluarganya, tetangga-tetangganya terutama Surti anak Pak Wardiman yang jadi TKW di Malaysia. Pulangkah Surti tahun ini? Diam-diam Slamet  membawakan Surti kalung emas 2 gram yang dia beli di Atrium Senen. Maklum sejak lama Slamet dan Surti suka-sukaan, tapi memang nasib memisahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perjuangan luar biasa ia masuk ke dalam bis, terminal seperti himpitan manusia di saat arus mudik memuncak seperti sekarang ini. Di perjalanan pun laksana neraka karena macet yang menjadi-jadi. Tapi Slamet mengatasi itu semua. Rasa kangennya melebihi derita yang harus dihadapinya di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setahun sekali Mas!", ,jawabnya ketika ia kutanya mengapa memaksa mudik di saat lebaran seperti ini. "Kan kalo mau ketemu keluarga bisa ambil cuti Met, sesudah atau sebelum Lebaran, biar pulangnya gak macet?", tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah kalo gak lebaran gak afdol Mas, Kampung sepi, gak ada temen-temen yang mudik juga. Kampung Saya rame kalo pas lebaran doang Mas, hari-hari biasa cuma ada anak-anak kecil dan orang tua doang. Yang muda-muda pada pergi dari Kampung mas. Nyari duit di kota", jawabnya. Jawaban yang membuatku hanya bisa nyengir menyemangatinya dan mewanti-wanti agar hati-hati di jalan. Aku memberi ongkos jalan, memang cuma Rp100 ribu, tapi lumayanlah buat ongkos di jalan. Iya gak Met?  ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat Lebaran deh Met, semoga selamat sampai Kampung dan selamat balik lagi ke Jakarta nanti, salam buat semua di kampung". "Terima kasih Mas, semoga Mas juga selalu sehat di Jakarta. Saya ijin mudik Mas. Minal Aidin wal Faidzin, maaf lahir batin Mas" katanya sambil menyodorkan tangannya minta salaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama-sama Met".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-style: italic;"&gt;H+1 Lebaran tahun 2007.  Menurut berita, arus tol  Jakarta-Cikampek masih lumayan padat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8779629586828825529?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8779629586828825529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/slamet-lebaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8779629586828825529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8779629586828825529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/slamet-lebaran.html' title='SlaMET LEbaran'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4jhggt72I/AAAAAAAAAO8/7I-4I8mxrmU/s72-c/IMG_8423.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-645653201708623476</id><published>2007-10-12T03:58:00.005+07:00</published><updated>2009-11-14T22:41:33.425+07:00</updated><title type='text'>Hayooo Coba Inget-Inget!!!!</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sejauh mana kita ingat masa kecil kita? ingatan terjauh g kok cuma sampe taman kanak kanak yah? itu juga samar-samar dan hanya fragmen dari keseluruhan pengalaman 2 tahun di TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;ingatan pertama, seorang teman yang kepalanya bocor terkena ujung ayunan digotong tergesa-gesa oleh (....???? lupa). teman naas itu sih masih inget namanya Yudi (...??? lupa). wajah guru-guru tk g kayaknya masih inget, ada ibu Ai, ibu tukirah dan ibu budi. juga inget ada kejadian berantem. hehehe berantem kenapa juga lupa, sebabnya apa juga lupa, apakah g terlibat di dalammnya juga lupa hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;terus di SD kok mulai inget belajar nulis halus yah? kayaknya kelas 2, bukan kelas 1. inget ada seorang anak yang namanya (....??? lupa). duduk diam dipojokan kelas. tanpa suara, hanya berbau... ternyata dia (maaf) berak di celana....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;ingatan-ingatan terus bermunculan selama g nulis, tapi sungguh, ruang dan waktunya jadi kacau. seperti dalam mimpi. lupa kejadian mana yang lebih dulu. mana sebelum mana. contohnya, g gak inget kapan (bersama temen-temen badung lainnya hehehe) ngintipin celana dalem cewek waktu maen lompat tali wkakakakakaaa..., kelas 4, 5  ato kelas 6?  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Waktu di SMP dan SMA gak kalah kacau, walaupun lebih banyak yang teringat dan mendekam menjadi kenangan. mulai kemping-kempingan, distrap karena telat upacara, distrap gara-gara disuruh lari lintas alam eh ketahuan naek beca hehehe, dll dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;tapi mengapa yah? semua yang membekas dalam kenangan kok kebanyakan kejadian-kejadian yang aneh-aneh. misalnya dapet nilai nol, disuruh push up di depan Plasa Indonesia gara-gara nyebrang sembarangan, tidur di tenda sambil nyium bau apek kaos kaki yang keujanan, ngeliat orang kesurupan, ditolak ce-ce, dipalak preman pasar bekasi waktu sd karena ngabur maen ding dong... yang begitu-begitu dehhh. yang normal-normal mah, lewattttt... gak berkesan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;otak kita mungkin memang menyimpan semua kesan dan kejadian, cuma prosesor nya aja yang lemot kali yah? tapi jangan-jangan memang otak kita cuma punya memori terbatas, sehingga ada mekanisme seperti &lt;i&gt;defragmenter &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;clean up &lt;/i&gt;di hardisk kita. jadi otak secara selektif dan tidak kita sadari, mendelete ingatan-ingatan yang gak penting menurut dia. iya, kayaknya otak punya kriteria sendiri untuk mendelete ingatan, tanpa kuasa kita!!! mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;coba aja deh kalo pas lagi ujian, kita udah ngapalin susah-susah. dibaca berkali-kali. diulang-ulang. and pas mao ujian masih inget. tapi sering kali waktu ujian kok malah jadi lupa. padahal kita tidak pengen lupa, cuma otak kita kurang koordinasi. ingatan itu malah di delete. jadilah kita cengoo waktu ujian karena jawabannya jadi gak tau. iya kan!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;bila kita tidak dapat menguasai cara kerja otak kita sendiri, mungkinkah kita disalahkan akan hal-hal "nakal" yang suka dia perbuat? contohnya yah... g sering ngelamun jorok-jorok (dalam artian yang erotis yah, bukan jorok jijay hehehe). piktor lah istilahnya. emang kadang kala pikiran itu sengaja kita bayangkan, tapi seringkali juga malah tiba-tiba aja dia muncul sendiri. coba aja jalan ke mall, liat ce pake celana tipis hingga G-string nya njeplak, pasti langsung kepikiran yang asik-asik deh (saya berasumsi anda pria penyuka wanita, normal tanpa kelainan fungsi seksual hehehe).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;mungkin terdengar seperti pembelaan, tapi sesungguhnya hal yang sama juga berlaku bagi perasaan kita. pernahkan anda merasa bete, gak mood, grogi, ketakutan, nelongso, sedih, khawatir, dll dll. nah kita kan gak mau perasaan kayak gitu! tapi toh kita tidak bisa melarang perasaan itu muncul. bener gak!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;coba deh diinget-inget dan dirasa-rasa. bila anda punya pengalaman yang berbeda, sharing dong dengan kita-kita. siapa tahu ente-ente bisa memberikan ane pencerahan mengenai hal ini!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 1 Maret 07&lt;br /&gt;&lt;i&gt;jangan dirasa-rasa kalo tidak terasa,&lt;br /&gt;jangan dipikir-pikir kalo gak punya pikiran.&lt;br /&gt;no offence, just kidding&lt;br /&gt;peace&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-645653201708623476?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/645653201708623476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/hayooo-coba-inget-inget.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/645653201708623476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/645653201708623476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/hayooo-coba-inget-inget.html' title='Hayooo Coba Inget-Inget!!!!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1004860130086160616</id><published>2007-10-12T03:58:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T22:08:30.356+07:00</updated><title type='text'>Walau</title><content type='html'>&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Walaupun dada berdekapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Tak berarti jiwa bertautan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Walaupun bibir berpagutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;Tak jua rasa tersatukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: large;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jakarta, 2 Oktober 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1004860130086160616?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1004860130086160616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/walau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1004860130086160616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1004860130086160616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/walau.html' title='Walau'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-7593924318627589391</id><published>2007-10-12T03:57:00.002+07:00</published><updated>2007-10-12T03:58:09.184+07:00</updated><title type='text'>Ahman Jagau</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;oooOOOHHHH  Ahman jagau...&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Engkau mengawini Rina secara resmi: Rina mengaku ia istri pertama karena katanya Engkau mengaku bujangan saat melamarnya. Ia ribut dan melaporkan Engkau ke pak polisi karena katanya Engkau berzina dengan Cucu Cahyati. Ia juga melaporkan Cucu Cahyati karena menculik anaknya (yang tentunya juga anakmu, oh ahman jagau).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;tapi engkau bilang bahwa Rina bukan istri pertama. sebelumnya sudah ada 2 orang wanita yang kau nikahi (kata pengacara Rina sih secara siri, jadi gak masuk itungan).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Engkau bilang sudah menikahi Angel Lelga, sudah ngasih duit ke Angel Rp150 juta dsb dsb. Loh kok malah Angel melaporkan kamu ke polisi karena tidak pernah merasa kawin sama kamu?!&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Engkau menangkis semua tuduhan, dengan bermesraan di layar kaca bersama cucu cahyati. Bahkan engkau melaporkan balik Angel lelga ke polisi karena penipuan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Weleh-weleh kok tiba-tiba seluruh indonesia jadi tahu bahwa ada seorang pria, bernama ahman jagau, yang punya kisah cinta kusut bin kisut. mungkin sebaiknya engkau melapor juga ke MURI, karena anda sungguh layak dapat gelar sebagai Pria Dengan Urusan Kawin Paling Ribet yang Diekspose di Televisi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;menurut saya, oooHHHH ahman jagau, Engkau mengalahkah mereka semua untuk mendapatkan rekor MURI tersebut:&lt;br /&gt;1. AA Gym (ribut hanya karena publik figure)&lt;br /&gt;2. Bambang Trihatmodjo &amp;amp; Mayang sari (ribut hanya karena publik figure)&lt;br /&gt;3. Pemilik ayam goreng Wong Solo (ribut hanya karena penafsiran nyeleneh)&lt;br /&gt;4. Tommy Soeharto (ribut hanya karena publik figure)&lt;br /&gt;5. Bung Karno ((ribut hanya karena publik figure dan jaman dulu belum ada infotainment)&lt;br /&gt;6. Yusril Ihza Mahendra (ribut hanya karena publik figure)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;OoohHHHH Ahman Jagau, engkau juga bilang bahwa dengan semua serangan ini, engkau siap untuk menyerang balik semua musuh-musuhmu (mantan wanita-wanitamu maksudnya kan?) dan sejauh ini engkau tidak merasa kalah, karena Cucu Cahyati masih mau sama kamu ;p&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;OhhhHHH ahman Jagau, aku tunggu kelanjutan kisahmu di Infotainment dan Insert selanjutnya..... seru, lucu dan aktual hehehe&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Jakarta, 27 Februari 07&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Salam dari Para Pakar dan Pengamat Gossip&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-7593924318627589391?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/7593924318627589391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/ahman-jagau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7593924318627589391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/7593924318627589391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/ahman-jagau.html' title='Ahman Jagau'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2383047240890557588</id><published>2007-10-12T03:57:00.001+07:00</published><updated>2007-10-12T03:57:34.111+07:00</updated><title type='text'>Sun Tzu</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;Sun Tzu terkenal sebagai seorang ahli perang, tapi sebenarnya dia adalah seorang pasifis, seorang pencinta damai. Ia hidup di jaman tiong kok penuh pergolakan. pangeran-pangeran dan raja-raja kecil bertarung satu sama lain. perang tak berkesudahan. siapa kawan siapa lawan tak pernah jelas. korbannya adalah rakyat kebanyakan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Salah seorang pangeran memintanya untuk menjadi penasehat, dia menolak, dan menolak dan menolak sampai sang pangeran membuktikan bahwa ia adalah seorang raja. bisa keras dan sadis, tapi bertujuan menghentikan peperangan, dan mensudahi penderitaan rakyat yang berkepanjangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;kepada sang pangeran, Sun Tzu berkata:&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#0066cc;"&gt;&lt;b&gt;"ahli perang sejati tak perlu pergi ke medan perang untuk meraih kemenangan". &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya. jelas bahwa baginya perang bukanlah syarat untuk menang. seorang ahli strategi sejati harus bisa menaklukan musuh tanpa perang. filosofi ini mendasari seluruh pemikirannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;bagaimana bisa? yah ahli perang sejati memperkuat dirinya agar tidak dapat dikalahkan lawan (sesuatu yang bisa dikontrol oleh kita), dan menunggu lawan bisa dikalahkan (sesuatu diluar kontrol kita).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;oleh karenanya ahli perang sejati tahu, bila saatnya menyerang dia akan menyerang dengan segenap kekuatan dan totalitas. dalam istilah Sun Tzu, bergeraklah di lapis langit paling atas. dan ia juga tahu kapan saat untuk bertahan. Sun Tzu mengatakan bersembunyilah di lapis bumi yang paling dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;oleh karena itu, tugas seorang pemimpin adalah menjaga dan menciptakan kekuatan diri sendiri. menyerang maupun bertahan adalah kekuatan. dan kekuatan tercipta dari momentum. Sun Tzu mengibaratkannya seperti anak panah yang teregang pada busurnya.  menyeranglah bila 100% yakin musuh bisa dikalahkan. menghindar bila hanya 50% yakin. bersembunyilah bila tidak yakin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;hanya panglima goblok yang mengharapkan menang dengan pergi berperang. panglima sejati pergi berperang hanya untuk memetik kemenangan yang sudah di tangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;lalu bagaimana kita bisa menentukan bahwa kemenangan sudah di tangan?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Sun Tzu memberikan jawaban, makanya baca dong filosofi strategi Sun Tzu. beli bukunya segera, atau kalo tidak, search di google ato yahoo. kalo tidak salah di project gutenberg juga ada tuh ;p&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;Yang berharap tidak akan pernah berperang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;27 Februari 07&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2383047240890557588?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2383047240890557588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/sun-tzu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2383047240890557588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2383047240890557588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/sun-tzu.html' title='Sun Tzu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-3234350561557554588</id><published>2007-10-12T03:54:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T10:47:06.887+07:00</updated><title type='text'>Tiga Puisi Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4oLU1alYI/AAAAAAAAAPs/Rm9v_uEMM8o/s1600-h/Re-exposure+of+pagodas.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4oLU1alYI/AAAAAAAAAPs/Rm9v_uEMM8o/s400/Re-exposure+of+pagodas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 14pt;"&gt;I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;hati yang bergelora&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;menawan kesan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;pada bibir -&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; yang berpagutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; hati yang bertautan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Izinkanlah sedikit waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Karena cinta tumbuh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;tak pernah terburu-buru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Biarkan jarak menikam hari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;memaksa hati &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;terbitkan rindu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="DE"&gt;With Love, always:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Jakarta, 22 September 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-3234350561557554588?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/3234350561557554588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/tiga-puisi-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3234350561557554588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/3234350561557554588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/tiga-puisi-cinta.html' title='Tiga Puisi Cinta'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4oLU1alYI/AAAAAAAAAPs/Rm9v_uEMM8o/s72-c/Re-exposure+of+pagodas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2443617623729453668</id><published>2007-10-12T03:53:00.000+07:00</published><updated>2007-10-12T03:54:00.160+07:00</updated><title type='text'>Momentum</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;Pernahkah anda mendorong mobil? bila pernah anda pasti tahu bahwa tenaga yang paling besar kita keluarkan adalah pada saat membuat mobil bergerak dari keadaan diam. bila sudah bergerak, rasanya lebih ringan. bila anda belum pernah mendorong mobil, segeralah cari parkiran terdekat dan rasakan sendiri bedanya ;p&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;dalam hidup, kita mengalami banyak sekali kenyataan seperti itu. langkah awal selalu paling berat. penuh pertimbangan, penuh perhitungan, penuh kekhawatiran. bila sudah berjalan, kok rasanya lebih gampang menjalaninya. mengapa? karena manusia dilengkapi dengan 2 kemampuan yang luar biasa. Kemampuan &lt;b&gt;belajar&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;beradaptasi&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;periode pembelajaran memang terkadang amat mahal, kerugian uang dan waktu biasanya membuat kita takut untuk belajar. tapi untunglah, manusia dapat belajar dari pengalaman orang lain. biasanya pengalaman buruk orang lain, sehingga ada ungkapan "best example is the worst one".&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;tapi dasar manusia, biasanya kalo tidak mengalami sendiri, rasanya sulit untuk belajar. itulah mengapa on the job training selalu lebih efektif dibanding dengan teori di kelas. saya pernah ditraining bikin secangkir cappucino, teorinya kok susah banget yah, tapi waktu ditunjukin dan disuruh coba langsung di depan mesin cappucino, kok rasanya belajarnya jadi lebih mudah ya! itulah orang tidak akan pernah bisa berenang kalo cuma baca buku teori renang, cemplungin sekalian ke kolam, barulah orang bisa pandai berenang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;manusia juga dilengkapi dengan kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya, biologis maupun emosional. secara biologis, kita adalah hasil evolusi jutaan tahun. manusia kutub berevolusi dengan mengembangkan kemampuan biologis yang tidak dimiliki manusia gurun. Secara emosional, kita juga dipersenjatai dengan berbagai macam kemampuan untuk beradaptasi dengan tekanan lingkungan. anda tahu bahwa egoisme merupakan salah satu bentuknya? juga kemampuan untuk berdusta? kemampuan untuk mempengaruhi orang lain? perasaan pasrah? dan sedih?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;jadi jangan takut untuk memulai langkah pertama&lt;/b&gt;. orang bilang perjalanan seribu mil pun dimulai dengan langkah pertama. jadi mimpilah dan kejar mimpi itu. melangkahlah dan yakinlah bahwa banyak hal yang akan kita temui sepanjang perjalanan kita, baik-buruk susah-senang dll dll dll, tidak akan pernah mengalahkan kita sebagai manusia, yang mau belajar dan beradaptasi!!!&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Jakarta, 26 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;Enjoy your journey&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;i&gt;, Never be worry for your destiny &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2443617623729453668?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2443617623729453668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/momentum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2443617623729453668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2443617623729453668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/momentum.html' title='Momentum'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1808302020832248116</id><published>2007-10-12T03:51:00.003+07:00</published><updated>2009-11-14T22:43:15.814+07:00</updated><title type='text'>Orang Miskin Ojo Nelongso</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;Pelajaran buat orang miskin:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Orang miskin dilarang idealis!!! &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang ngomong gini bukan orang sembarangan loh, bos gue nich yang ngomong (you know who he is lah). orang miskin itu utamanya harus survive. buat bisa survive kita harus realistis. idealisme tidak bertahan lama dengan perut keroncongan, kecuali  dibalut dengan kemunafikan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Orang miskin dilarang susah!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang hidup bagai roda. Anda percaya?  bila artinya kalo sekarang kaya jangan belagu, ada saat nya anda jatuh miskin? atau bila artinya kalo sekarang miskin jangan takut, ada saatnya anda kaya? weleh-weleh kok saya gak percaya yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya tahu, baik orang kaya maupun orang miskin, sama-sama punya perasaan!!&lt;br /&gt;perasaan takut, perasaan sedih, perasaan rindu, perasaan senang dan perasaan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah menurut saya ada dua jenis manusia yang sangat tidak bahagia hidupnya. YAng pertama: orang kaya yang merasa susah. YAng kedua: orang miskin yang merasa susah. Yang pertama adalah jenis orang yang tidak mensyukuri nikmat yang didapat, yang kedua jenis orang bego, udah miskin kok mau-maunya merasa susah hehehe (inilah makanya kita mesti pasrah dan tawakal bos).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4kdAlQAoI/AAAAAAAAAPE/SVdQBRlm0V0/s1600-h/IMG_2135.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4kdAlQAoI/AAAAAAAAAPE/SVdQBRlm0V0/s400/IMG_2135.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Orang miskin harus punya prinsip!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;contohnya saya!!! setelah menjalani hidup dan kehidupan sekian lama. saya menyadari ada dua hal yang pasti terjadi dalam hidup saya yang tidak begitu lama di dunia ini. Pertama  semua yang hidup pasti mati, saya termasuk di dalamnya. kedua saya pasti jadi orang kaya yang bahagia. cuma memang ada sedikit masalah mengenai waktu kejadiannya. Saya tidak tahu mana yang duluan hehehe mati duluan apa jadi orang kaya duluan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Orang miskin bersatulah!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dari 250 juta penduduk Indonesia, minimal 60% nya ternyata miskin (menurut PBB loh, mereka mengukur miskin berdasarkan kalori minimal yang dibutuhkan manusia untuk hidup). 60% x 250 juta = 150 juta orang Indonesia miskin!!! bayangkan kalo meraka bersatu, milih saya jadi presiden, saya berjanji untuk mengalokasikan semua dana  di APBN yang bocor untuk dana pendidikan, dana kesehatan, dana kesejahteraan lainnya (hehehehe kampanye nih ye). tapi memang agak susah buat orang miskin menentukan pilihan, pilih pemimpin pinter nanti kerjaannya "minteri" orang, milih pemimpin goblok nanti "dipinteri" orang..... oh sungguh dilematis!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Miskin itu Lingkaran Setan!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada sarjana bule melakukan riset di Indonesia, dia mengajukan pertanyaan yang dalem bangettttt... kenapa orang miskin itu miskin? setelah riset bertahun-tahun dia menghasilkan kesimpulan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang jadi miskin karena dia tidak bisa menghasilan penghasilan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pendidikan, nah karena otaknya kurang nutrisi dan tidak mengenyam pendidikan yang baik, mereka tidak dapat mencari pekerjaan yang menghasilkan banyak uang, nah karena bokek mereka kurang makan, kurang gizi, otak jadi tolol, nah karena otaknya jongkok, mereka gak bisa dapet kerjaan yang gajinya gede..... begitu terusssss bagai lingkaran setan. Orang miskin itu miskin karena mereka miskin!!! ironis. tapi itulah indonesia tercinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memutus lingkaran ini, beri pendidikan gratis!!! Ini tugas pemerintah, tapi pemerintah duitnya keburu abiss buat bayar hutang yang gak jelas penggunaannya. Nah kalo ada orang yang mau menginvestasikan uangnya buat menyediakan pendidikan gratis buat bangsa indonesia tercinta ini, angkat topi deh. double salut dari hati yang paling dalam ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;Kepada rekan-rekan lainnya, saya mengusulkan untuk membuat Partai Miskin Tapi Senang. bersama pasti bisa kita menangkan Pemilu ditahun 2009 nanti. Semoga bangsa ini menjadi lebih bahagia. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta, 24 Februari 2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(jam menunjukkan pukul 00.53).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1808302020832248116?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1808302020832248116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/orang-miskin-ojo-nelongso.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1808302020832248116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1808302020832248116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/orang-miskin-ojo-nelongso.html' title='Orang Miskin Ojo Nelongso'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4kdAlQAoI/AAAAAAAAAPE/SVdQBRlm0V0/s72-c/IMG_2135.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8117122618897464288</id><published>2007-10-12T03:50:00.000+07:00</published><updated>2007-10-12T03:51:09.028+07:00</updated><title type='text'>Bang Joss..... banjir nehhh!!!</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;Walaupun ane bukan betawi asli, rasanya 12 tahun hidup di Jakarta cukup memberi sedikit "hak" untuk berkomentar dikiiitt aja tentang kota yang gubernurnya masih Bang Joss (ejaan lama kayaknya sih ;p).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Jumat sore tanggal 2 Februari 2007 Jakarta diserbu banjir (lagi). banyak warga yang kenal-kenal ama ane bilang banjir sekarang lebih dashyat dibanding kemaren-kemaren. lima tahun lalu Jakarta memang mengalami banjir besar dan setiap tahunnya juga wilayah-wilayah tertentu di jakarta akan mengalami banjir lokal yang besar juga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Kemaren tanggal 16 Februari 2007, jakarta hujan lebat dengan durasi sejam doang.. eh loh kok air meninggi lagi. katanya banjir kiriman dari bogor karena bogor hujan seharian. weleh-weleh rupanya pemerintah perlu bikin aturan selain dilarang kirim parcel, juga dilarang kirim banjir ;p&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;ironis memang, bila seekor keledai bodoh gak mau jatuh di lobang yang sama 2 kali. Loh kita kok kebanjiran gini tiap tahun? gimana nih Bang Joss, ente komandannya Jakarta? usul dikit kalau Bang Joss kurang punya daya mengatur para pengirim banjir ke jakarta, buka dikit pintu aer manggarai, biarlah istana negara merasakan hangatnya banjir kiriman. Nah kalo udah gitu biasanya tuh ada yang kebakaran jenggot. biarlah jangan cuma poligami diurusin, banjir juga dong diurusin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;buat jakarta yang penuh huru hara;juga hura hura&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8117122618897464288?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8117122618897464288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/bang-joss-banjir-nehhh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8117122618897464288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8117122618897464288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/bang-joss-banjir-nehhh.html' title='Bang Joss..... banjir nehhh!!!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8538247318990161302</id><published>2007-10-12T03:49:00.009+07:00</published><updated>2009-11-13T22:06:50.955+07:00</updated><title type='text'>Hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StivfgNfI2I/AAAAAAAAANE/Pv76jZZOPiE/s1600-h/IMG_7876.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="286" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393253509533475682" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StivfgNfI2I/AAAAAAAAANE/Pv76jZZOPiE/s320/IMG_7876.JPG" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;N&lt;/span&gt;apas yang kuhirup tak pernah kusadari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; jumlahnya tak terhitung menguntai hari bagai embun pagi indah sekejap dalam kilauan mentari lalu hilang tak menjejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kekasihku...adakah mimpi bisa kau pisahkan dari hidup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hari-hari terlewat memang tak semuanya jadi hilang susah senang berlalu bagaikan halilintar berpendar memberi rona pada malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sedikit yang berceceran dalam kenangan dan doa kubur para sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Jakarta, 9 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8538247318990161302?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8538247318990161302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8538247318990161302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8538247318990161302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/hidup.html' title='Hidup'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/StivfgNfI2I/AAAAAAAAANE/Pv76jZZOPiE/s72-c/IMG_7876.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-185864906841390519</id><published>2007-10-12T03:48:00.005+07:00</published><updated>2009-11-15T22:22:33.945+07:00</updated><title type='text'>Angin Lalu</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4ngtBG2xI/AAAAAAAAAPk/R3PvwCnEqnk/s1600-h/IMG_9920.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4ngtBG2xI/AAAAAAAAAPk/R3PvwCnEqnk/s320/IMG_9920.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu&lt;br /&gt;sedih berlalu&lt;br /&gt;ada gelak sebelum sepi&lt;br /&gt;bagai anak hilang datang kembali&lt;br /&gt;tanpa penyambutan&lt;br /&gt;hanya kerinduan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 9 Februari 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-185864906841390519?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/185864906841390519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/angin-lalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/185864906841390519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/185864906841390519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/angin-lalu.html' title='Angin Lalu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4ngtBG2xI/AAAAAAAAAPk/R3PvwCnEqnk/s72-c/IMG_9920.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4423225730517854116</id><published>2007-10-12T03:47:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T22:44:21.374+07:00</updated><title type='text'>Muke Loe!!!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setelah melakukan riset yang sama sekali tidak ilmiah terhadap orang yang saya pilih secara acak (-acakan)... ternyata didapat suatu kesimpulan yang sangat tidak mengejutkan mengenai keberhasilan seseorang di tempatnya bekerja sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kerja keras memang perlu, tapi tidak cukup... anda juga harus dapat mengemas prestasi anda sedemikian rupa sehingga orang lain (bos anda tentunya) dapat melihat hasil kerja anda yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. bila anda bukan pekerja keras, jangan khawatir... cukup kerja pintar (smart work, not a hard work baby). pintar disini maksudnya pintar mengemas prestasi temen-temen anda sebagai bagian dari prestasi anda, dengan kata lain pintar-pintar mengemas semangat tim work... orang laen yang kerja keras, anda cukup kerja pintar hehehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;3. bila anda bukan pekerja keras juga tidak pintar, jangan pula jadi gundah... bilang saja semua keberhasilan selama ini karena bos anda memang jago... jago me-manage bawahan, jagoan strategi, jagoan taktis, motivator ulung... adil.. pandai melihat peluang... dll dll dll. Ini memang agak sedikit menjilat sih, tapi gak apalah.. kan sedikit doang ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;4. bila ketiga jurus di atas belum membuahkan hasil... anda boleh konsultasi pribadi dengan saya. hub saya di 0809 1000 1000 (tarip premium loh).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ditunggu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 25 Jan 07&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4423225730517854116?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4423225730517854116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/muke-loe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4423225730517854116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4423225730517854116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/muke-loe.html' title='Muke Loe!!!'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-6367895318768650221</id><published>2007-10-12T03:45:00.000+07:00</published><updated>2007-10-12T03:47:11.219+07:00</updated><title type='text'>All by My Heart</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;How do you live ur life lately? &lt;/span&gt;ada temen g bilang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;i live my life to the fullest!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;loh loh emang batesannya apa? dia bilang dia dah merasakan senang segala macem senang. mulai shopping kelewat bates (ini gampang definisinya, kartu kreditnya over limit hehehe) sampe tipsy tipsy kelewat bates (ini juga gampang dilihat kok). mulai dari  bolos kerja ampe nepu temen sekerja (bosnya juga kena dia bilang).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;terus g tanya, loh bahagia gak? dia bilang, "bahagia itu relatip bos! Kadang abis ngutang sana ngutang sini (cari hutang maksudnya, bukan cari kutang ;p), g ngerasa bahagia kalo ada temen yang masih mao peduli ama temennya yang lagi kesusahan"&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;loh loh opo iki, sepertinya kok ada yang gak beres sama temen g yang satu ini. terus g kejar lagi dengan pertanyaan selanjutnya. "Coy jadi dengan hidup yang sudah loe jalanin, lu nyesel gak?"&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;"enggaklah!!" jawabnya pede. "g jadi tau dunia itu kayak apa, ada temen yang cuma dibibir doang". ah kalo cuma itu sih g dah tau, kata gue menimpali. "iyah tapi loe kan gak pernah ngerasain temen loe nimpe kepala loe pake botol bir, end elo gak merasa apa apa kan?" katanya bangga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;g semangkin bingung aje. padahal rencananya g mao ikutin dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to live my life to the fullest &lt;/span&gt;juga. tapi kok kayaknya gak ada asik-asiknya yah?! mungkin ada temen laen yang bisa menginspirasi?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Jakarta, 22 januari 2007&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-6367895318768650221?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/6367895318768650221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/all-by-my-heart.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6367895318768650221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/6367895318768650221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/all-by-my-heart.html' title='All by My Heart'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-4194276585405069879</id><published>2007-10-12T03:44:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T22:02:52.842+07:00</updated><title type='text'>Saturday on D'Office?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sabtu masuk? gimmeneng lageeeee. duh nih report audit gak kelar-kelar hiks hiks&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Emang sih kalo gak ada kerjaan juga suntuk, soale sabtu ini plus seminggu ke depan sampe pas gajian kok kayaknya bokek  berat yah.  So, i try really hard to enjoy my saturday in d'office hours... hehehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;buat yang senasib, tabahkan hatimu, keraskan tekadmu, tawakal tawakal dan pasrah.. semoga Tuhan memberi Hidayah dan Hikayah nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jakarta, 20 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-4194276585405069879?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/4194276585405069879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/saturday-on-doffice.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4194276585405069879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/4194276585405069879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/saturday-on-doffice.html' title='Saturday on D&apos;Office?'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2722857553702694498</id><published>2007-10-12T03:38:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T22:02:25.681+07:00</updated><title type='text'>Di Kaki Pelangi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa yang kita kejar? Semoga bukan harapan palsu di kaki &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc33;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc33;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #33ff00;"&gt;ng&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0066cc;"&gt;i!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hidup yang kita jalani, mungkin tak semuanya akan kita pahami. Karena kejadian datang dan pergi silih berganti, susah senang sama akhirnya sama saja... berlalu seiring waktu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada banyak pertanyaan memang. Dan semua jawaban tak selalu menghalau keraguan. Resah meraja sampai kita masuk liang lahat dikubur-didoakan-ditangisi. Ada apa diakhir nanti? Ketidaktahuan kita mungkinkah sebuah dosa? ataukah berkah dari yang Kuasa?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jalan ini sepi, sungguh sepi... hanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc33;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc33;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #33ff00;"&gt;ng&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0066cc;"&gt;i!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; memberi rona pada &lt;span style="color: blue;"&gt;lazuardi&lt;/span&gt;. Jadi kutautkan saja segala harap di kaki pelangi. Dan angin pun menghembus segala cemas dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jakarta, 18 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buat AngliaAyudina yang Lagi Sakit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2722857553702694498?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2722857553702694498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/di-kaki-pelangi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2722857553702694498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2722857553702694498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/di-kaki-pelangi.html' title='Di Kaki Pelangi'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-8003333469856762213</id><published>2007-10-12T03:28:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T22:44:58.988+07:00</updated><title type='text'>Mantra Perjalanan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4m9BCA8HI/AAAAAAAAAPc/_Ih1qgKhbfU/s1600-h/IMG_6430.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4m9BCA8HI/AAAAAAAAAPc/_Ih1qgKhbfU/s320/IMG_6430.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="DE" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 100%;"&gt;Aku masih tercengang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="arial" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Ada gajah meniti jembut serambut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; Jiwa terkekeh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; Sungguh perjalanan yang aneh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Manusia manuskrip maya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;sekejap menghirup nyawa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; menabung mati segobang segobang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 100%;"&gt; seperti pernah kau bilang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 100%;"&gt;Jakarta, 27 Mei 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="DE" style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;Ku berdialog: Sutardji Coulzum Bachri&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-8003333469856762213?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/8003333469856762213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/mantra-perjalanan-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8003333469856762213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/8003333469856762213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/mantra-perjalanan-jiwa.html' title='Mantra Perjalanan Jiwa'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/Sv4m9BCA8HI/AAAAAAAAAPc/_Ih1qgKhbfU/s72-c/IMG_6430.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-880558598948161497</id><published>2007-10-12T03:27:00.007+07:00</published><updated>2009-11-14T22:46:17.886+07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kekasihku:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;pada bau&lt;br /&gt;pada gelak&lt;br /&gt;pada ranum dadamu&lt;br /&gt;kutautkan kerinduan &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(kesan ku-takik pada sudut ingatan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;semoga sampai akhir nanti ia bertahan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta, 4 Okt 07&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-880558598948161497?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/880558598948161497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/rindu_11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/880558598948161497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/880558598948161497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/rindu_11.html' title='Rindu'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-1986964957883003350</id><published>2007-10-12T03:27:00.006+07:00</published><updated>2009-11-14T22:45:46.315+07:00</updated><title type='text'>Kekasihku:</title><content type='html'>&lt;div style="color: #cccccc; font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;...kamu ketauan... pacaran lagi.... dengan si-dia&lt;br /&gt;teman baikku wo owwwwwww...&lt;br /&gt;kamu ketauan pacaran lagi dengan si dia teman baikku...&lt;br /&gt;woo oouuwww kamu ketahuan pacaran lagi&lt;br /&gt;dengan si dia woooo ouuuwww....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;itu lagu gak enak didengar... walaupun musikalitas gue cuma se-emprit, maksudnya gak canggih-canggih bangetlah... tapi g tau tuh lagu agak-agak cemplang and liriknya, buseeet norak sejadi-jadinya (sorry deh buat Mas/Mbak pencipta lagu ini, ini jeritan hari hehehe)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;tapi aneh binti ajaib, sekali denger sebel, dua kali denger sebel, tiga kali denger tetep sebel... tapi nih mulut dah mulai men-sinkronisasi sama tuh lagu&lt;br /&gt;and sekali diucap\\\\ loh loh loh kok jadi gak brenti-brenti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayak nya di otak g ada semacam korslet, istilah anak IT ada bad sector, yang menyebabkan pengulangan lagi dan lagi....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;padahal sebel ama tuh lagu gak ilang-ilang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;terus g pikir-pikir, and g rasa-rasa juga. Sering juga tuh g ngalamin kejadian kayak gitu. maksudnya kejadian yang sebenernya g gak suka, tapi aneh binti ajaib  g ulang-ulang terus. Nih daftarnya yah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Udah tau ngorek-ngorek kuku jempol tuh bau, ehhhh baunya dicium. Lagi and lagi. Dari waktu ke waktu....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;2. g pernah suka ama ce... kalo jauh kangen, pengen ketemu. kalo dah ketemu sebel and berantem. terus jauhan lagi and kangen lagi, berantem lagi, sebel lagi, jauh lagi, kangen lagi..... on and on...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;3. G pernah lupa parkir, panik bukan alang-kepalang. Serasa dunia mau kiamat (hehehe hiperbol banget yah ;p) sampe g muter2 tempat parkir ditemenin satpam naek motor. Sang Satpam nanya karcis parkir g.... and g jawab ada di mobil. langsung deh g kena omel tuh satpam. And g menyadari ketololan g meninggalkan tiket parkir di mobil. Dari ujung ke ujung dari lantai 9 sampe lantai LG g jelajahi sambil terus-terusan diomelin tuh Satpam. Penyesalan G makin dalem.... eh tiba-tiba ketemu tuh mobil gue. nyempil di tempat dimana g tinggalin waktu parkir tadi... hehehe legaaaaa banget rasanya. G bertekad gak bakalan ninggalin karcis parkir di mobil.... besoknya? g tinggalin lagi di mobil, besoknya lagi? g tinggalin di mobil.... weleh welehhhh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;4. G suka panik kalo ujian gak siap. Tapi rasa-rasanya kok tiap ujian g panik melulu ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;5. G suka nyela omongan orang... kebiasaan jelek, g bertekad berhenti nyela, tekad yang dari mulai g SMA dikumandangkan... Gak pernah bisa dilaksanakan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;6. and on and on and on (Elo-elo punya yang laen gak???)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Mengapa kita suka mengulang-ngulang sesuatu yang kita gak suka... yang kita tahu itu jelek... yang kita ingin mengubahnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;menurut analisa g karena memang mungkin ada korstleting di otak kita. semacam ketidakseimbangan hormonal antara pikiran waras dan pikiran kotor. Nah konflik keduanya menyebabkan lonjakan arus listrik di-neuron neuron otak. Voltase listrik di-neuron yang berubah tiba-tiba itu menyebabkan otak kita melakukan Re-Start sehingga ada pengulangan-pengulangan..... walaupun kita tidak menginginkannya!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;div style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(wahhh suatu analisa yang sangat brilian hehehehe.....;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Oktober 07&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: black;"&gt;Saran dari dokter =&amp;gt; jangan suka terlalu narsis&lt;br /&gt;nanti banyak yang suka... repot jadinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-1986964957883003350?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/1986964957883003350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/kekasihku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1986964957883003350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/1986964957883003350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/kekasihku.html' title='Kekasihku:'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2009267978625310830</id><published>2007-10-12T03:26:00.002+07:00</published><updated>2009-11-14T22:46:47.850+07:00</updated><title type='text'>AN inconvenient TRUTH</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;sebuah peringatan akan nasib bumi dan isi-isinya, termasuk makhluk sok kuasa sok pandai yang tergolong spesies homo-sapiens. Bukan spesies sapi-sapi homo, tapi spesies kita ini, manusia.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;bumi makin panas... benarkah? bukti-bukti dijabarkan dan konsekuensi-konsekuensi diungkapkan. tapi akankah mengubah nasib kita? Bukankah nasib seyogyanya memang sudah digariskan dari sononya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;sepertinya memang bumi makin panas, setidaknya jakarta makin panas. makin garang sehingga menyebabkan penduduknya makin garing...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;maka penduduk jakarta sebagian memilih tempat tinggal di kolong tol. Temen saya pasti ada yang protes... jangan menghina sebab mereka itu kaum tidak punya pilihan. Saya membantah... tentu tidak, pemda pki... ups pemda dki menyediakan pilihan kok... digusur paksa ato dikasih uang rp 1 juta and pindah ke rumah susun di marunda...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;toh tetap mereka memilih tinggal di kolong tol.... see! Nasib memang terasa pincang sobat, karena pilihan-pilihan yang diberikan terkadang memang bukan untuk dipilih. tepatnya DIPAKSAKAN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jakarta makin panas, mau bukti? silahkan aja jalan-jalan di taman menteng yang dibangun dengan dana puluhan milyar, jam 12 siang... amboiiiiinaaa sejuk nian ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;saya tidak perlu bukti, karena saya termasuk orang yang enggan mencari bukti. karena bukti sering kali saya cari hanya untuk mendukung keyakinan yang sudah sedari awal saya yakini hehehehe contoh: saya lagi suka sama seorang wanita... suka aja tanpa sebab... terus baru belakangan saya cari-cari bukti. bukti bahwa saya suka adalah sebagai berikut: saya seneng kalo diperhatiin dia, dimanja-manjain, apalagi dikasih duit juga, dikasih oleh-oleh dan berbagai hadiah dll dll dlll  ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;jadi bumi mungkin saja makin panas, jakarta makin panas, asal jangan sampai hati kita ikutan panassss... stay cool bro and sis.... ini bulan puasa loh. selamat berpuasa ah.. jangan suka gossip yah, nanti terbukti bener dosa lohh mengungkap aib orang lain ehe ehe ehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;orang &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;cool &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;yang bisa sangat &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;hot&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2009267978625310830?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2009267978625310830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/inconvenient-truth.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2009267978625310830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2009267978625310830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/inconvenient-truth.html' title='AN inconvenient TRUTH'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2474904112199024992.post-2097892664991902731</id><published>2007-10-12T03:25:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T22:48:01.799+07:00</updated><title type='text'>17 Agustus 45</title><content type='html'>&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Emang kita udah merdeka? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;coba liat pembukaan UUD 45, cita-cita kemerdekaan katanya adalah:&lt;br /&gt;(1)melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia &lt;br /&gt;(2) memajukan kesejahteraan umum &lt;br /&gt;(3)mencerdaskan kehidupan bangsa &lt;br /&gt;(4)ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;coba tanya diri sendiri. apakah kita merasa terlindung di negeri tercinta ini?  coba aja jalan sendirian  di jakarta... ibu kota negara Indonesia tercinta...  merasa amankah? berani naik bis umum ke terminal pulo gadung ato pasar senen? coba ke tanjung priok sendirian? jangankan melindungi TKI and TKW di luar negeri, di dalam negeri aja kita gak merasa aman bin terlindungi. &lt;b&gt;kesimpulannya kita mungkin sudah merdeka, cuma belum bisa merasa dilindungi oleh negara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Memajukan kesejahteraan umum? hehehe satu-satunya kesejahteraan umum yang bisa dinikmati bangsa ini adalah nonton tivi gratis. PBB mengeluarkan index kesejahteraan suatu bangsa (indeks kualitas hidup yang bukan semata-mata melihat GDP suatu negara, tetapi meliputi akses dan tersedianya sarana pendidikan dan kesehatan). Indonesia berada di peringkat &lt;b&gt;104.... makanya kalo teman-teman berkecukupan, berbahagialah dan berbagilah, karena sebagian besar rahayat Indonesia tidak seberuntung anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencerdaskan kehidupan bangsa? rasanya hampir tidak ada yang dapat diklaim oleh bangsa Indonesia dalam bidang ini... kecuali beberapa siswa SMA kita yang berhasil menjuarai olimpiade fisika internasional (TOFI). salut buat tim TOFI &amp;amp; Prof Yohannes Surya. you are the best.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;ikut serta melaksanakan ketertiban dunia? menertibkan diri sendiri aja gak bisa gimaneng? malu ah membahasnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;jadi apakah Indonesia sudah Merdeka? yupe kata temen gue sih kita merdeka.  Merdeka untuk gak ikut aturan.  Merdeka untuk  demonstrasi. merdeka untuk bingung dan merdeka untuk dijajah kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Anyway.... selamat berulang tahun Indonesiaku. Dirgahayu Bangsaku. Tapi ayo dong cepat sejahterakan rahayatmu ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Ojo bingung-bingung mas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2474904112199024992-2097892664991902731?l=kurniakurnia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/feeds/2097892664991902731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/17-agustus-45.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2097892664991902731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2474904112199024992/posts/default/2097892664991902731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniakurnia.blogspot.com/2007/10/17-agustus-45.html' title='17 Agustus 45'/><author><name>kurn kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_3OghRMbG55g/S1XhxTryXrI/AAAAAAAAARY/kcbB-fTBATY/S220/IMG_0908.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
